
Rey menatap jendela sembari mengepalkan tangannya karena menahan sebuah api yang membara dalam tubuhnya. Rey benar-benar tidak tahu harus bagaimana. Pernyataan dari papahnya yang menceritakan kisah memilukan dari istrinya Yunhi sangat membuatnya tidak percaya.
Awalnya Rey berfikir akan mendukung Aya dan mencari tahu tentang siapa sebenarnya Yunhi ini. Namun, kini ia sudah mendapatkan jawabannya dari papahnya. Sangat mengerti mengapa Yunhi ingin sekali merobohkan rumah sakit itu. Hanya saja yang tidak ia ambil fikir adalah, mengapa Yunhi melibatkan Aya dalam permainan balas dendamnya.
"Rey, maafkan Papah. Semua ini kesalahan papa," ujar tuan Maher yang merasa sangat bersalah.
Rey menundukkan kepalanya.
"Pah, Rey sudah menikah dengan Yunhi," sahut Rey membuat Paman Tri dan Tuan Maher tidak percaya.
"Apa !!! Kapan, sejak kapan!!?" tanya Paman Tri terkejut.
"Setelah satu Minggu menikah dengan Aya," jawab Rey sembari menundukkan kepalanya.
PLAKK !!!! Taun Maher menampar Rey dengan sekuat tenaganya, sampai tangan Tuan Maher sendiri terasa amat sangat panas.
"Kamu ! Bagiamana bisa kamu melakukan itu kepada Aya !!!?"
"Maaf pah."
Tuan Maher terjatuh diatas kursinya yang empuk. Dia benar-benar merasa telah kehilangan seluruh otot ditubuhnya. Tubuhnya terasa lemas dan tidak tahu harus bicara apa.
"Apa.. apa yang harus aku katakan kepada sahabatku jikalau aku telah menyusul beliau," ujar Tuan Maher yang merasa begitu sangat terpukul dan sedih.
Rey melangkahkan kakinya bersipuh di kaki Papahnya.
"Pah, maafkan Rey. Semua ini terjadi begitu saja. Rey sangat mencintai Yunhi pada saat itu, bahkan semakin dalam ketika aku mendengar semua penjelasan dari papa tentang kehidupan Yunhi dimasa lalu," ujar Rey membuat Wisnu menatap tajam kearahnya.
"Dasar pria ini.. bagaimana bisa dia berkata seperti itu!? Apa dia tidak sadar dengan apa yang dia katakan. Sangat mencintai wanita yang telah hampir saja membunuh Aya. Heh, pria ini memang tidak dapat dipercaya." batin Wisnu penuh dengan kekesalan. Disana, Aya sedang menahan segala kesulitannya, dan disini suaminya telah menyatakan cintanya untuk wanita yang telah hampir saja membunuh keluarganya.
Tuan Maher yang mendengar anaknya semakin mencintai wanita gila langsung mendorongnya dengan sekuat tenaga.
"Jangan sentuh aku..! Apa kamu sadar apa yang telah kamu ucapkan!?"
Rey berdiri dan menatap tajam kearah Tuan Maher.
__ADS_1
"Pah, andai saja pada saat itu kalian memperlakukan orang miskin dengan baik. Maka tidak mungkin Yunhi datang dengan membawa dendam bersamanya. Aku akan meminta penjelasan kepada Yunhi saat ini juga. Dia adalah korban dari keserakahan kalian."
"Rey !!!" bentak Tuan Maher yang tidak percaya jika anaknya akan mengatakan hal seperti itu.
"Rey, papah'mu tidaklah seperti itu. Mereka masih hidup, semua itu karena campur tangan dari papah'mu. Papahmu yang sudah menolong mereka," jelas Paman Tri mencoba memberikan pemahaman kepada Rey.
Namun karena rasa yang tidak dapat Rey artikan dan Rey kendalikan. Dia memutuskan untuk meninggalkan ruang kerja papahnya. Wisnu juga langsung menyusul Rey dari belakang.
"Rey tunggu!!" Panggil Wisnu menghentikan langkah Rey yang ingin membuka pintu mobil.
"Ada apa !?" tanya Rey sepertinya sangat malas untuk bicara dengan Wisnu.
"Bagiamana dengan Aya?" tanya Wisnu memastikan.
"Masalah Aya akan aku pikiran nanti. Sekarang aku ingin menemui istriku terlebih dahulu," jawab Rey yang langsung masuk mobil dan meninggalkan Wisnu.
Wisnu menggenggam tangannya dengan sangat kuat, dia benar-benar sudah tidak dapat menerima prilaku Rey terhadap Aya yang semena-mena. Aya, dia sudah rela berkorban demi keluarganya tapi ini balasan dari Rey. Hanya baru mendengar cerita yang menyedihkan masa lalu Yunhi, Rey melupakan tujuan mereka untuk membersihkan nama baik Aya.
..
"Kak !! Kakak, kak kamu kenapa!?"
"Tri, jantungku terasa sangat sakit. Ahhkk" pekik Tuan Maher.
Singkat cerita, kini Tuan Maher dilarikan kerumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Mama Salamah yang mendengar suaminya masuk rumah sakit langsung bergegas kerumah sakit. Ia awalnya sedang belanja di supermarket untuk membelikan segala kebutuhan Yunhi.
"Pah, papah kenapa?" tanya mama Salamah yang melihat suaminya terbaring tidak berdaya.
"Kak ipar, kak Maher mengalami serangan jantung," ujar Paman Tri.
"Apa! Bagaimana bisa? Selama ini suamiku tidak memiliki riwayat penyakit apapun," tukas mama Salamah tidak percaya.
Paman Tri mencoba untuk mendudukkan mama Salamah dan menceritakan semua masa lalu yang pernah terjadi antara Tuan Maher dan juga keluarga Yunhi.
__ADS_1
Tuan Maher bisa yakin jika semua yang terjadi adalah kelakuan Yunhi karena dia memiliki kembaran.
"Kami tahu dia memiliki kembaran dari Aya. Aya yang mengatakan jika Yunhi memiliki kembaran yang bernama Kiana," ujar paman Tri.
Mama Salamah yang mendengar berita sungguh tidak percaya. Dia tidak tahu harus berada dipihak siapa. Mama Salamah sudah memuji Yunhi yang ternyata adalah musuh dibalik selimut dan menjelek-jelekkan Aya, menantu yang ternyata sangat baik. Kini, rasa menyesal sedang menyelimuti hati Mama Salamah.
"Oh ya tuhan, apa yang sudah aku lakukan. Apakah semua ini benar, Tri? Mengapa masalah ini menjadi semakin rumit ini!!?" ujar Mama Salamah yang masih tidak mengerti situasinya.
"Kami juga sedang mencoba untuk menyelidiki semua ini. Tapi sudah apa yang seperti yang kami duga, kini Rey malah menghancurkan rencana kita untuk menyelidiki tentang Yunhi. Kami juga tidak percaya, ternyata Rey sudah menikahi wanita itu. Aku berharap Rey dapat memilih keputusan yang tepat."
"Pilihan yang tepat bagaimana Tri?"
"Apakah Rey mau menangkap Yunhi dan memasukkannya kedalam penjara untuk menyelamatkan Aya. Dia mengancam kami untuk tidak menyentuh Yunhi terlebih dahulu," ujar paman Tri merasa putus asa.
Mama Salamah mencangking tasnya dan menatap tajam ke paman Tri.
"Tri, aku yang akan menjebloskan wanita itu. Aku yang akan menyelamatkan Aya," ujar Mama Salamah dengan rasa kesal yang sudah memuncak.
"Kak, jangan gegabah kak. Kaaak,!!" teriak Tri mencoba berbicara kepada mama Salamah yang sudah berjalan pergi.
Paman Tri hanya bisa mengusap mukanya dengan kasar. Dia juga tidak percaya jika masalah ini akan menjadi serumit ini. Semua karena Rey mencintai penjahat yang seharusnya mereka tangkap.
...
Mobil memasuki kompleks dengan grusu. Rey turun dari mobil dan berlari untuk menemui istrinya. Rey memasuki kamarnya dan melihat istrinya yang sedang tertidur.
Yunhi masih tertidur karena sebelum pergi Rey sudah memberikan obat tidur didalam susu Yunhi.
Bukan karena alasan, tapi itu sudah salah satu rencananya.
Rey mengelus rambut istrinya dan menatapnya dengan iba kerahnya. Rey tidak dapat membayangkan betapa menderitanya masa lalu yang sudah Yunhi alami.
Rey merasa tidak sabar menunggu Yunhi siuaman, dia ingin sekali mendengar segalanya dari bibir istri yang sangat ia cintai tetapi penuh misteri.
"Bangun sayang, aku ingin berbicara denganmu," bisik Rey dengan lembut.
__ADS_1