IkhlasKu TetanggaKu MaduKu

IkhlasKu TetanggaKu MaduKu
Musibah ..l


__ADS_3

Sebuah mata saling menatap dengan penuh ke artian yang tak dapat tersiratkan.


Rey benar-benar dibuat khawatir dengan semua yang telah terjadi.


Dalam matanya, Aya menjawab untuk menyakinkan Rey jika ia kuat dan pasti bisa.


Dua mata saling berbicara. Tidak ada suara, namun Rey dan Aya dapat saling mengerti satu sama lain. Hal ini, sungguh membuat Rey merasakan kekuatan batin yang cukup baik terhadap, Aya.


Sampai akhirnya, kedua penciuman indra Rey dan mencium bau gosong yang sangat menyengat.


Kedua mata kini saling membelalak menatap


Telor gosong yang sudah hampir hangus.


Aya yang terkejut langsung mematikan kompor. Setelah kompor mati, entah apa yang membuat mereka tiba-tiba tertawa terbahak-bahak.


"Hahaha,,, hahahaha,!!!" Tawa Rey dan Aya.


"Aya, apakah ini yang akan kita makan malam?" tanya Rey bergurau.


"Emm, maaf Ak,?" jawab Aya yang masih mencoba menahan tawa.


"Hemm, maaf ya. Aku sudah menganggu kamu masak. Sampai gosong gini lagi telurnya," ucap Rey merasa dirinya sangat konyol.


"Tidak papa, Ak. Aku akan buatkan yang baru. Oya, bagaimana hasilnya?" tanya Aya sembari membersihkan wajan yang gosong.


"Ini akan menjadi lebih rumit, Aya. Oya iya, apa kamu tahu. Ternyata, wanita dari anak yang terbunuh itu adalah bernama Yunhi. Yunhi Kia, namanya hampir sama dengan Yunhi kita," ucap Rey menjelaskan.


Mendengar sesuatu bersangkutan dengan Yunhi, entah mengapa lagi-lagi Aya memiliki firasat yang tidak baik.


"Em, Ak. Apa boleh aku bertanya?"


"Apa?"


"Apakah A'ak tahu silsilah keluarga Yunhi?" tanya Aya ragu-ragu.


"Emm, Yunhi anak sebatang kara. Dia hanya hidup dengan Pamannya. Katanya sih Pamannya ini sangat sibuk. Selain sibuk, hubungan antara Yunhi dan pamannya tidak cukup baik."


"Ak, apa boleh tahu. Apa alasan kalian tidak ingin memberi tahu soal hubungan kalian di keluarga kita?"


"Aku sempat menyelidiki, pamannya Yunhi ini adalah pemilik sebuah bar di Singapura dan juga mempunyai pabrik minuman terlarang. Kamu tahu sendiri bagaimana keluargaku. Mereka tidak mementingkan besan kaya. Tapi mereka menginginkan seseorang seperti kamu. Walaupun Yunhi tidak ada sangkut pautnya dengan Pamannya, tapi tetap saja nama baik Yunhi pasti akan tercemar dengan perkejaan pamannya. Aku juga bersyukur karena Yunhi ternyata belum ingin memperkenalkan dirinya secara terbuka. Dia masih sangat muda, dan aku mengerti itu," jelas Rey.


"Apakah A'ak pernah bertemu dengan Pamannya, yunhi?"


"Belum pernah, paman Yunhi sangat sulit untuk ditemui. Bahkan Yunhi sendiri katanya sudah hampir satu tahun tidak bertemu dengan Pamannya. Makanya aku senang ketika kamu mengatakan jika paman Yunhi datang berkunjung."

__ADS_1


Aya hanya mengangguk mengerti. Semua makanan telah matang dan siap disajikan. Waktu menunjukan sholat magrib. Aya dan Rey memutuskan untuk sholat terlebih dahulu dan baru akan makan malam.


Setelah sholat bersama, kini akhirnya Aya dan Rey dapat makan dengan tenang tanpa gangguan dari Yunhi.


Namu sebenarnya, ternyata telpon Rey tertinggal didalam mobil, dan terlihat jika sudah ada 50 panggilan tidak terjawab dari Yunhi.


Yunhi hanya bisa tersenyum jahat sebelum akhirnya berubah menjadi sosok yang sangat mengerikan. Yunhi mengamuk dan banting apapun yang ada disekitarnya.


Bibik Gia yang mendengar amukan Yunhi, hanya bisa tersenyum santai sembari menikmati kopi hangat dan duduk santai diatas kursi pijat.


Sedangkan Aya dan Rey. Tanpa gangguan dari Yunhi benar-benar dapat menikmati malam kebersamaan mereka.


Malam ini, adalah malam sejarah bagi kedua insan yang saling ingin mencoba mengenal satu sama lain.


Dan,,, terjadilah yang seharusnya terjadi...


3 hari telah berlalu. Ini adalah puncak hari perayaan memperingati 20tahun berdirinya rumah sakit yang telah dibangun oleh kakek Rey Maher.


"Aya, aku berangkat duluan ya. Nanti kamu menyusul dengan Yunhi." Suara Rey terdengar dari telpon.


"Baik, Ak."


Flashback ...


Setelah melakukan ritual suami istri. Tengah malam Rey mendengar handphone Aya berdering.


Pada malam itu, Rey langsung menuju kerumah utama karena tuan Maher tidak ingin dibawa kerumah sakit.


Rey meninggalkan Aya yang telah tertidur pulas.


Setelah malam itu. Rey tidak pulang kerumah karena harus mengurus persiapan perayaan dan juga mengurus kantornya. Karena jarak kompleks dan kantornya cukup jauh, jadi Rey memutuskan untuk tetap dirumah utama.


Rey juga sengaja tidak mengabari Aya jika tuan Maher sedang saat pada saat itu. Karena pagi harinya, ternyata tuan Maher telah membaik.


Sedangkan Aya. Untuk mencari kesibukan. Dia menemani Yunhi untuk mendaftar kuliah disalah satu universitas swasta milik keluarga Tuan Maherndra.


Selama 2 hari berlalu setelah kejadian itu. Yunhi juga sedikit berubah, ia tidak selalu menuntut Rey untuk menemaninya.


Alhasil, Yunhi dan Aya semakin dekat dan kompak.


Comeback ...


....


Aya sudah selesai bercermin. Karena dia adalah istri dari seorang Rey Maher, untuk menghargai suaminya Aya sengaja menggunakan baju syar'i bagus tanpa cadar. Ia juga sedikit memoleskan bedak dan lipstik tipis-tipis saja.

__ADS_1


Didepan gerbang, Yunhi sudah siap menunggu Aya.


"Assalamualaikum, Yunhi."


"Walaikum salam mbk Aya. Loh, mbk Aya gak pakai cadar?" tanya Yunhi.


"Emm, sebenarnya aku sedikit malu Yunhi. Tetapi demi A'ak Rey tidak papa," jawab Aya dengan senyum canggungnya.


"Ow begitu. Oya, mbak Aya yang nyetir ya? Semalaman aku gak tidur karena ada banyak tugas yang harus aku selesaikan," ujar Yunhi sedikit memohon.


"Tapi Yunhi ...?"


"Sudah tidak papa. Aku percaya kok sama mbk Aya. Kita pelan pelan," ujar Yunhi menyakinkan Aya.


Dengan berat hati akhirnya Aya mau menyetir mobil Yunhi. Sebenarnya, Yunhi sudah mengajarinya beberapa kali ketika mereka bersama. Tapi entah mengapa, Aya masih saja kurang percaya diri.


Aya menyetir dengan sangat hati-hati, dan Yunhi baru jalan sudah tertidur karena ia memang sangat mengantuk. Katanya.


Awalnya Aya biasa saja sampai akhirnya Aya merasakan jika rem mobil Yunhi blong.


"Yunhi !! Bagiamana ini,, mobilnya blong!!" teriak Aya panik. Namun Yunhi masih setia dengan tidurnya.


Sampai akhirnya, disebuah tikungan ada sebuah motor ugal-ugalan membuat Aya yang panik harus segera membanting setir.


BRAAAAKKK !!!!


kecelakaan pun tidak dapat di hindarkan, mobil Aya terpental menabrak pembatas dan sampai berakhirnya menabrak tiang listrik.


Aya yang menggunakan sabuk pengaman, hanya mengalami beberapa luka saja di bagian kepalanya.


Namun Yunhi, yang sedang tertidur dari awal dan tidak menggunakan sabuk pengaman terpental-pental dan berakhir sangat menyedihkan.


Aya ternganga tidak percaya. Aya ingin keluar untuk meminta bantuan, namun ini adalah jalan sepi, tidak ada rumah.


Aya sangat cemas dan khawatir melihat Yunhi yang terus mengeluarkan darah dari mulutnya.


Aya melihat ada mobil hitam yang akan melintas kearahnya. Dengan cepat Aya mencoba untuk meminta tolong pada mobil itu.


Namun tanpa diduga, orang berkulit hitam dan kekar keluar dari mobil menyekap Aya sampai Aya pingsan.


Mobil itu dengan cepat membawa Aya pergi sebelum akhirnya ada beberapa kendaraan lain lewat dan melihat kecelakaan itu.


Orang yang melintas, langsung memanggil ambulans dan polisi.


Singkat ceritanya. Kini Yunhi telah dibawa kerumah sakit.

__ADS_1


Dan Aya dibawa kesebuah vila bagus yang berada dibalik hutan.


Sepertinya itu kawasan hutan pribadi, karena hutan itu dipagari oleh pagar kawat dan juga ada sebuah gerbang untuk memasukinya.


__ADS_2