IkhlasKu TetanggaKu MaduKu

IkhlasKu TetanggaKu MaduKu
Garis dua


__ADS_3

2 Minggu berlalu, kini Aya disibukan untuk mengisi acara sebuah pengajian ibu-ibu yang selama ini mama Salamah ikuti.


Alunan merdu suara Aya melafalkan ayat suci Al-Qur'an mampu membuat para jamaah terhanyut kedalamnya.


Aya membaca beberapa surah Ar-rahman dan begitupun dengan artinya.. Untuk menyadarkan manusia dari sifat rakus dan juga kekufuran.


Semua teman-teman mama Salamah kini dapat menerima kehadiran Aya karena berita sudah disebarkan jika Aya memanglah tidak bersalah.


"Emm, Jeng saya dan yang lain minta maaf karena sempat menghujat menantu jeng salama.. Dia ternyata memang wanita baik dan Solehah," ujar salah teman.


"Iya jeng tidak papa. Saya juga sebelumnya sudah salah faham terhadapnya. Kini, saya sudah menganggap ia seperti putriku sendiri," jawab Mama Salamah.


Mereka masih terus menyimak dan mendengarkan Aya mengaji.


...


Disisi lain, Rey tidak bisa fokus dalam bekerja. Dia terus mengulang kesalahan dalam bekerja. Semua karena ia terus-menerus terfikirkan oleh Aya. Rey, entah mengapa ia ingin sekali menjemput dan membawa Aya bersamanya. Namun, Rey tidak bisa harus memilih diantara Kiana dan Aya.


"Aaaahhhkkk!!! Kenapa bisa seperti ini sih !!? Tidak, aku tidak boleh menyerah!! Aya adalah istriku, papah tidak berhak ikut campur dalam masalah rumah tanggaku. Bukankah itu hak aku, memiliki dua istri..!?" umpat Rey uring-uringan sendiri.


Rey mengambil kunci mobil dan beranjak dari kursinya untuk menjemput paksa Aya.


TING ....


Satu pesan masuk.


Rey melihat isi pesan dan sangat terkejut ..


"Surprise ....." Kiana mengirimkan hasil tekspek dengan gambar dua baris.


Senyum tampan Rey curahkan, ia tidak percaya jika dirinya akan segera menjadi seorang ayah.


Dengan cepat Rey melajukan mobilnya untuk pergi menemui istrinya, Kiana.

__ADS_1


..


Setelah sampai, Rey dengan buru-buru masuk kerumahnya untuk mencari sosok yang sangat ingin ia lihat.


"Hay !!" sapa Rey memeluk istrinya dari belakang.


Kiana yang tidak tahu jika suaminya telah sangat terkejut.


" Kamu sudah pulang.. kenapa tidak bilang!?"


"Aku tidak sabar, ayo kita pergi kerumah sakit? Aku ingin melihat dia tumbuh dalam perutmu," ujar Rey.


Sebutan kata sayang telah hilang dari bibir mereka. Setelah mengetahui kebenarannya dan mengalami hal sulit, membuat Rey dan Kiana sama-sama saling sungkan. Apalagi kini Rey tahu jika Kiana ternyata seumuran dengannya.


Sifat manis dan manja yang Rey sukai dari Kiana kini sudah hilang.


Begitu pun dengan Kiana. Dia sangat sungkan untuk menunjukan sifat riangnya didepan Rey. Kiana sudah tidak lagi berani untuk bermanja-manja dan bertingkah seperti bocah didepan Rey.


"Justru itu, aku ingin melihat dia dari kecil sampai dia tumbuh besar diperutmu. Cepat ganti bajumu, aku akan tunggu diluar. Oya iya, gunakan dress atau daster ya? Aku tidak ingin anakku kecepit karena celanamu," gurau Rey.


Kiana tersenyum dan berkata," Baiklah."


Ketika Rey keluar, Kiana memandang sayu kearah pintu.


Kiana sangat sedih, karena ia merasakan jika rumah tangganya sudah tidak seharmonis dahulu.


..


Di rumah sakit, wajah Rey berseri-seri ketika melihat sebuah kecebong yang akan tumbuh menjadi anak didalam perut istrinya.


"Dok, anakku masih kecil sekali. Aku tidak sabar untuk menunggunya menjadi besar."


"Iya ,,, selamat ya pak.. janin ini masih sangat kecil, mohon untuk tidak membuat ibunya stres atau tertekan, itu dapat berpengaruh buruk kepada janin yang sedang dikandung oleh ibunya."

__ADS_1


"Oh iya dok, saya akan menjaga istri saya dengan sebaik mungkin," ujar Rey bersemangat.


..


Didalam mobil, Rey meletakan foto USG anaknya yang masih berbentuk kecebong didepan kemudi supaya dia terus dapat melihatnya.


"Rey ..?" Kiana sangat senang dengan respon baik dari suaminya.


"Aku janji akan menjaga kamu dan calon anak kita. Mulai sekarang, lupakan segalanya dan kita akan memulai hidup baru."


Kiana sungguh sangat senang dan langsung memeluk suaminya.


"Terimakasih banyak Rey.. aku janji akan melahirkan anak ini dengan selamat. Aku akan menjaganya dengan nyawaku sendiri supaya dia dapat lahir kedunia."


Rey mengelus rambut Kiana dan berkata," kita akan pergi kerumah utama. Kita harus memberi tahu papah supaya dia dapat berubah pikiran."


Sekilas senyum Kiana memudar sampai akhirnya dia benar-benar mengambangkan senyum manisnya.


"Baiklah, semoga papah dapat menerima anak yang sedang ku kandung ini dan dapat menyerahkan Aya ke kita. Mau bagaimana pun dia adalah istri pertamamu." Kiana benar-benar memasang wajah sebaik mungkin.


Rey dengan perasaan senang melajukan mobil dengan perlahan menuju rumah utama. Didalam hati, Rey dengan percaya diri akan berhasil membawa kembali bersamanya.


"Aya, tunggulah, aku datang menjemputmu .."


..


..


..


..


Jangan lupa Like komen dan Hadiahnya 🌹💓💓🙏

__ADS_1


__ADS_2