
Akhirnya, hari resepsi pun tiba. Semua tamu undangan dengan antusias mendatangi kediaman Tuan Maherndra dengan tampilan mereka yang mengesankan.
Seorang mempelai wanita sedang berada diruang make up. Tukang rias hanya perlu memoles-moles sedikit make up supaya kealamian wajah Aya tidak teralihkan.
Dikamar terpisah, Rey dengan bingung sendiri menghadapi Yunhi yang selalu mendiamkannya. Alasan Yunhi diam karena ia cemburu dengan wanita yang tiba-tiba memeluk Rey pada waktu itu. Namun sejujurnya, Yunhi cemburu karena Aya akan merasakan bahagia tampil dimuka umum dengan menyandang status istri dari Rey Maher.
Rey mencoba untuk menelvon Yunhi yang tiba-tiba menghilang.
"Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif" begitu suara operator memberi tahu Rey jika nomor Yunhi tidak aktif.
Rey mencoba untuk mengambil nafas dalam-dalam. Rey mencoba mengerti perasaan Yunhi. Namum sikap Yunhi yang tiba-tiba, membuat Rey tidak mengerti.
"Hmm, apakah sebegitunya jika dia cemburu. Semua ini gara-gara wanita itu. Lagi pula kenapa aku harus bertemu dengan wanita itu lagi. ****!!" umpat Rey uring-uringan sendiri.
Tok.... Tok ...
"Siapa?" tanya Rey.
"Ini gua, bro!" terima Wisnu dari balik pintu. Berkat Rey, Wisnu mendapatkan izin untuk cuti dari pelatihan.
Rey perlahan membuka pintu dan mempersilahkan Wisnu masuk.
"Waw, tampan kali muka kau. Tapi mengapa wajah kau ditekuk macam panci penyot," ejek Wisnu menggunakan logat Melayu.
"Ngomong apaan sih, Lo.. gua lagi pusing nih," jawab Rey terlihat gusar.
"Kenapa bro. Ada apa?" tanya Wisnu yang tiba-tiba ikut serius.
"Yunhi bro. Dia menghilang tidak tau kemana. Dia katanya cemburu karena aku berpelukan dengan Mora," jawab Rey.
"Apa !!! Mora!? Mora teman SMP!?"
"Heemmm..."
"Lagian ngapain sih elu peluk peluk cewe lain. Baj*ngan emang elu ya!?" pekik Wisnu terlihat sangat marah. Jelas, karena Wisnu terpikirkan oleh Aya.
Mendengar teriakan sahabatnya. Rey menjadi teringat tentang hubungan Aya dan Wisnu.
Rey mengambil nafas dalam-dalam mencoba untuk menahan segalanya. Rey menceritakan kejadian yang sesungguhnya.
Dari ia terkejut ketika melihat wajah Aya dan sampai menabrak mobil yang ada didepannya yang bukan lain adalah mobil Mora.
Wisnu mengerutkan keningnya.
"Bro, apa kamu baru melihat wajah Aya kemarin? Apakah selama kalian menikah, kamu belum pernah melihat wajah Aya?" tanya Wisnu penuh dengan ketidak percayaan.
Rey menatap Wisnu dengan perasaan yang begitu sangat bersalah.
"Bro, maafkan aku telah terlambat menyadari segalanya. Bro, jika kamu memang menginginkan Aya, aku akan menalak dia saat ini juga, dan kalian bisa menikah di acara ini. Aku akan memanggil pak penghulu untuk kalian," ucap Rey dengan yakin.
Namun, mendengar tuturan Rey, bukanya senang, Wisnu malah semakin mengepalkan tangannya dengan sangat kuat.
__ADS_1
Sampai ...
BUUUGK !!! Wisnu menghantam dinding dengan sangat kuat.
Rey yang melihat respon tidak baik dari sahabatnya malah terlihat bingung dan terkejut.
"Bro !! Apa yang kamu lakukan. Maafkan aku Brio. Aku sama sekali tidak mengetahui jika Aya adalah wanita Lo inginkan selama ini. Kamu tenang saja, aku selama belum pernah menyentuh dia," ucap Rey mencoba untuk menjelaskan pada Wisnu.
Namun Wisnu malah semakin mempererat genggamannya. Mata Wisnu memerah karena menahan amarah yang benar-benar ia rasakan.
"Mengapa !? Mengapa kamu tidak pernah menyentuh dia. Apakah dia wanita yang menjijikkan bagimu,!!?" tanya Wisnu penuh dengan penekanan.
Mendengar ucapan Wisnu, membuat Rey tidak percaya.
"Apakah kamu menginginkan aku menyentuh dia?" tanya Rey memastikan.
"Apakah, kamu rela jika aku menikahi dan menyetubuhinya!?"
"Apakah, kamu ikhlas jika aku ....."
"Aku apa, Hah !!!? Kamu pikir siapa aku, dia adalah istri elo, bro !! Kamu lebih berhak dari pada gua. Lu pikir, gua diam selama ini untuk apa. Itu supaya hubungan elu, dan Aya baik-baik saja !!! Apakah elo tidak dapat melihat keikhlasannya menjadi istri pria bejat seperti loe!!! Cih, aku benar-benar tidak dapat percaya ini.!!"
"Wisnu, maafkan aku, bro. Tapi bukankah kamu tahu ceritanya bagaimana aku bisa menikahi dia. Aku sedang dalam dilema besar. Atau begini saja. Kita tanyakan pada Aya, siapa pria yang dia inginkan," ucap Rey mencoba untuk mencari solusi.
Wisnu menatap tajam kearah Rey dengan tidak percaya. Sejauh dia mengecoh, sepertinya Rey tidak dapat mengerti maksudnya.
"Tidak perlu bro. Gua yakin dia akan memilih elo. Gua pamit, gak seharusnya gua ada disini saat ini," ucap Wisnu yang benar-benar tidak ingin berdebat dengan pria bodoh seperti Rey.
"Buka mata Lo lebar-lebar. Jangan karena cintamu pada Yunhi, kamu sampai menutup hati untuk Aya," ucap Wisnu yang langsung keluar dari kamar Rey dan meninggalkan Rey yang sedang termenung memikirkan ucapan Wisnu.
"Apakah, apakah Aya mencintai aku,?" batin Rey tidak percaya.
"Bagaimana mungkin. Kami tidak saling kenal, dan aku juga telah berbuat tidak adil padanya. Bagaimana dia bisa mencintai aku," batin Rey kembali.
Disaat sedang termenung, tiba-tiba pintu terbuka, dan itu ternyata Wisnu.
"Bro, ini buka tentang cinta. Tapi tentang pedomannya dan kebaktiannya. Di wanita yang mendahulukan kewajiban sebagai istri dari pada cintanya. Jadi jelas, dia akan memilih kamu meski dia mencintai aku," ucap Wisnu lalu kembali pergi dan menutup pintu.
Lagi dan lagi, Rey termenung. Dia mencoba mencerna semua perkataan sahabatnya.
....
Acara akhirnya tiba. Sepasang suami istri kini berjalan menuju pelaminan yang telah disediakan.
Semua mata memandang takjub dengan kedua mempelai begitu sangat serasi.
(cuplikan,.kurang lebih inilah pasangan Rey dan Aya. sumber google.com)
(Baju pertama)
__ADS_1
(sumber, google.com)
(Baju kedua)
Dan ini adalah hasil salah satu foto dengan arahan sang ibu mertua.
..
Ketika acara berlangsung. Tidak lupa tuan Maher memperkenalkan adiknya yang telah sukses dalam meraih karirnya sebagai tentara. Dari usia 20 tahun sampai saat ini usianya menginjak 35 tahun, Tentara Tri telah mendedikasikan dirinya untuk negara selama -+15 tahun.
Tuan Maherndra juga menunjukan beberapa cuplikan video dimana kerja keras yang telah adiknya lalui tidaklah mudah.
Segala rintangan Tentara Tri lalui dengan gigih tanpa gentar dan terus maju.
Semua orang bertepuk tangan takjub dengan keberhasilan adik seorang pengusaha besar Maherndra.
Sampai akhirnya, ada sebuah cuplikan muncul. Cuplikan itu tidak ada dalam daftar yang akan di pertontonkan kepada publik.
Tentara Tri mengingat, rekaman itu terjadi ketika dia baru 5 tahun menjalani tugas sebagai tentara. Usianya sekitar masih 25 tahun.
Dalam rekaman, terlihat beberapa tentara menangkap satu mobil yang sangat mencurigakan. Mobil itu akan keluar perbatasan. Terlihat jika sebenarnya pengemudi tidak tahu jika hari itu akan ada razia. Sehingga mobil memutuskan untuk putar balik.
Jelas kejadian itu membuat beberapa tentara curiga dan mengajar mobil itu. Rekaman terlihat dari kamera yang ada didalam mobil.
Sampai akhirnya, para tentara berhasil meringkus orang yang mencoba kabur.
Didalam mobil ada sepasang suami istri dan satu anak perempuan berusia 15 tahun.
Demi berjaga-jaga, tentara Tri pada saat itu menodongkan senjata kepada sepasang suami istri supaya tidak kabur, sedangkan teman-temannya mencoba menggeledah mobil.
Pasangan suami istri itu terus menangis dan meminta ampun. Sampai akhirnya suara tembakan terdengar.
Dor.. Dor ..
suara tembakan terdengar dan membunuh kedua pasangan suami istri, seketika kedua pasangan itu mati ditempat. Seorang anak remaja tercengang sampai pingsan melihat kedua orang tuanya telah di tembak sampai mati oleh tentara yang menodong senapan kearah kedua orang tuanya.
Sampai disini cuplikan Vidio itu telah dimatikan oleh tuan Maherndra.
Suasana yang tadinya meriah, kini berbalik tegang karena cuplikan yang telah disiarkan.
Untuk melarai ketegangan. Tentara Tri mencoba untuk mengklarifikasi dari cuplikan Vidio itu.
"Hadirin yang saya hormati. Disini saya ingin mencoba meluruskan apa yang sebenarnya terjadi disana. Bukan saya pelaku penembakan itu, hal itu sudah dikonfirmasi oleh pihak kami. Jika peluru yang bersarang tubuh mereka bukanlah peluru kami, melainkan peluru orang lain yang dengan sengaja menembak kedua pasangan suami istri tersebut. Hal yang kami temui adalah, pasangan suami istri itu telah membawa barang barang terlarang yang cukup besar jumlahnya. Sampai saat ini, kami belum dapat menangkap siapa sebenarnya pelaku yang telah menembak kedua pasangan tersebut." Jelas Paman Tri mencoba mengklarifikasi.
Semua orang akhirnya mengangguk mengerti. Mereka menduga jika bos dari kedua pasangan itulah yang telah menembak mereka.
..
Dari balik sembunyiannya seorang wanita tersenyum getir mendengar klarifikasi dari tentara Tri. Dia menganggap jika klarifikasi Paman Tri adalah omong kosong.
__ADS_1