IkhlasKu TetanggaKu MaduKu

IkhlasKu TetanggaKu MaduKu
Di bawa kantor polisi


__ADS_3

Sebuah mata samar-samar membuka matanya. Aya meringis kesakitan, luka tembak yang dia dapatkan berhasil membuat Aya tidak dapat berkutik.


"Aya, syukurlah kamu sudah siuman. Apakah ini sakit?" tanya Wisnu dengan cemas.


"Ak Wisnu. Emm, dimana A'ak Rey?" tanya Aya yang teringat dengan Rey melemparkan bom itu kelapangan.


"Dia ada diluar. Aya, jelaskan padaku apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Wisnu yang merasa sangat penasaran.


"Ak, semua ulah Yunhi. Dia adalah dalang dari semua ini," jawab Aya dengan yakin.


Rey yang melihat Aya telah siuman langsung masuk kedalam untuk mengintrogasi nya.


"Kamu sudah sadar rupanya. Baguslah, sekarang jelaskan padaku, siapa kamu sebenarnya,?" tanya Rey tanpa basa-basi.


Aya dan Wisnu tidak percaya dengan sikap Rey yang tiba-tiba.


"Rey, apa maksud kamu!?" tanya Wisnu yang tidak terima.


"Ak, semua ini adalah ulah Yunhi. Apa A'ak tahu, Yunhi memiliki kembaran. Yunhi istri A'ak nama aslinya adalah Kiana Yun," jawab Aya mencoba untuk meyakinkan Rey.


Namun, karena rasa amarah menyelimuti hati Rey. Rey tidak mau mendengarkan lelucon Aya begitu saja.


"Cih, dasar wanita teror*s ya teror*s saja !! Tidak perlu menyalahkan orang lain. Kamu sudah hampir membunuh Yunhi dan kini kamu mengatakan jika dia adalah pelukannya. Hah, aku tidak percaya karena telah menikahi wanita macam kamu. Cuih !!" umpat Rey terlihat sangat membara.


Mendengar hinaan yang datang untuk Aya membuat Wisnu tidak terima dan langsung melayangkan kiss manis dari kepalan tangannya.


BUGK !!! satu pukulan mendarat tepat di pipi Rey. Bahkan sudut bibir Rey sedikit pecah dan mengeluarkan darah.

__ADS_1


"Bro !! Aku harap loe bisa jaga kata-kata loe. Loe sama sekali tidak tahu kehidupan Aya yang sesungguhnya!! Gua, gua yang lebih tahu bagaimana dia. Dari orok sampai besar kami sudah tinggal bersama, kami besar di bersama di kampung!! Kehidupan yang di ceritakan orang misterius itu tidak sesuai dengan kehidupan Aya selama ini," jelas Wisnu mencoba meyakinkan Rey.


Mendengar penjelasan Wisnu, Rey sedikit tersadar. Ada benarnya juga. Kini, Rey benar-benar merasa sangat dilema. Siapa salah satunya istrinya yang berkata jujur dan siapa yang berbohong.


...


Mama Salamah yang mendengar jika Yunhi adalah menantunya merasa tidak tahu harus berkata apa. Dia sungguh sangat terkejut. Ada rasa kecewa tetapi entah mengapa dia tidak dapat marah.


Kini, mama Salamah sama sekali tidak ingin bertemu dengan Aya. Bahkan dia sudah menyuruh Rey untuk segera menceraikan Aya secepat mungkin.


"Assalamualaikum,," sapa Mama Salamah memasuki kamar Yunhi.


"Walaikum salam,,, mah. Eh Tante deng," jawab Yunhi yang akan memulai akting barunya didepan mertua Kiana.


"Ya ampun sayang.. apa yang terjadi denganmu. Ya Allah, ini semua pasti sakit," ujar Mama Salamah yang terlihat syok dengan keadaan Yunhi.


"Tidak papa Tante, aku bersyukur karena Tuhan masih mau memberi aku kesempatan," ujar Yunhi.


"Emm, maafkan kami yang telah menyembunyikan soal ini kepada mama dan papa. Sungguh, kami hanya ingin memberi tahu diwaktu yang tepat," ujar Yunhi.


"Tidak papa sayang. Pantas saja, waktu itu sebenarnya mama sudah mencurigai kalian, tetapi mama tidak berfikir jika akan sejauh ini hubungan kalian. Eemm, apakah wanita jahat itu tahu jika kalian telah menikah?"


"Wanita jahat!?"


"Itu loh si Aya .. kamu belum tahu ya beritanya. Kita nyalakan TV dulu. Berita tentang dia sudah menyebar. Mama sungguh malu harus menghadapi awak media. Wanita siluman itu benar-benar sudah membuat hancur reputasi kelurga Maher ..."ujar Mama Salamah dengan geram. Samar-samar, Yunhi hanya bisa tersenyum puas.


Semua Chanel nasional ataupun internasional sudah menyebar tentang berita teror yang terjadi dirumah sakit besar itu.

__ADS_1


Lagi-lagi, wanita bercadar telah dicap sebagai wanita yang menyeramkan dan harus diwaspadai keberadaannya. Bahkan dipandang anak-anak, wanita bercadar adalah hantu yang harus mereka hindari ketikan bertemu di jalanan.


"Ya ampun, mah...!!. Setelah ingin membunuh aku, ternyata mbk Aya ingin mencelakai keluarga aku dan semua orang. Mah, aku benar-benar takut dengan dia sekarang. Aku tidak tahu apa salahku padanya, tetapi dia tega membuat aku celaka dan meninggalkan aku didalam ke sekaratan. Aku bisa saja mati saat itu jika tidak ada orang lain yang menolongku."


"Kamu tenang saja sayang. Sebentar lagi dia akan menerima balasannya. Mama juga tidak dapat percaya semua ini !!"


Kini, hubungan Yunhi dan mama Salamah sudah kayaknya seperti menantu dan mertua. Yunhi dengan segala sandiwaranya mencoba untuk meraih simpati ibu mertuanya.


..


Beberapa tentara berjalan cepat untuk memasuki kamar Aya.


Dengan perintah. Mereka akan membawa Aya kekantor polisi untuk diintrogasi.


"Pak, ada apa ini!?" tanya Wisnu.


"Kita mendapatkan perintah untuk membawa wanita ini. Kita harus bergerak cepat untuk menemukan sindikat yang terhubung dengannya. Sebelum mereka melarikan diri semakin jauh."


"Iya pak, bawa saja dia. Masalah ini harus segera tuntas sampai ke akar-akarnya," tukas Rey.


Wisnu yang merasa tidak dapat membela Aya saat ini hanya bisa mengikuti prosedur kepolisian.


Tidak ingin Aya kenapa-napa. Wisnu menyediakan kursi roda untuk Aya.


"Pak, gunakan kursi roda. Kasihan dia," ujar Wisnu.


Para tentara tidak menolak. Demi keselamatan Aya, mereka harus menjaga ketat kemanan untuk Aya supaya selamat sampai ke polres.

__ADS_1


Mereka semua keluar dari rumah sakit dengan penjagaan yang begitu sangat ketat. Berkali-kali Aya mendapatkan lemparan dari para warga. Banyak para reporter yang ingin mengabadikan momen itu.


Aya hanya bisa menunduk sembari menahan sakit. Demi keluarganya, Aya akan membuktikan jika dirinya tidaklah bersalah.


__ADS_2