
Mobil Rey dengan gesit memasuki kawasan rumah sakit. Disana, Paman Tri dengan beberapa pasukan telah siap siaga. Telah diperiksa jika memang dirumah sakit ini terdapat beberapa bom. Tapi mereka telah mendapatkan ancaman dari suara misterius supaya tidak mengambil bom atau mereka akan meledakan sisanya.
"Apakah para pasien telah dievakuasi!?" tanya Kiana membuat Paman Tri menoleh kearahnya.
"Kamu !!"
"Paman, dia akan membantu kita," ucap Rey mencoba menjelaskan.
"Maafkan aku paman. Aku berjanji akan menyelesaikan masalah ini. Rasa cintaku kepada Rey lebih besar dari pada dendam ini," ujar Kiana terdengar sangat tulus.
Paman Tri hanya bisa menatap kearah Rey pertanda rasa tidak percaya. Namun, untuk saat ini Pama Rey tidak ingin berargumen apapun.
"Baiklah, sekarang coba kamu bujuk saudarimu. Didalam masih ada beberapa pasien yang kondisinya sangat sulit dievakuasi. Bahkan masih ada beberapa orang sedang melakukan operasi."
"Aku mengerti Paman. Aku akan mencoba untuk membujuk Yunhi," ujar Kiana yang langsung berjalan untuk memasuki rumah sakit yang sudah sepi.
Namun Rey menghentikannya dan berkata,"Kiana, hati-hati?"
Kiana hanya tersenyum dan langsung berjalan meninggalkan Rey dan paman Tri. Rey yang merasakan sesuatu yang tidak enak mencoba untuk menyusul Kiana. Namun dihalangi oleh paman Tri.
"Rey, jangan gegabah! Kita tidak tahu apa yang difikirkan mereka. Mereka adalah siluman bermuka dua," ucap Paman Tri.
"Paman !! Apa yang paman katakan? Dia adalah istrikuu. Dia memanglah bersalah, namun sekarang dia sedang berusaha untuk memperbaiki kesalahannya," tukas Rey yang tidak terima pamannya mengatai Kiana, istrinya.
"Apa kamu tahu, papah kamu sekarang bada didalam. Karena ulahmu dia kini harus memiliki riwayat penyakit jantung."
__ADS_1
"Apa !! Kapan papah dibawa kesini? Mengapa paman tidak mengabari aku!?" tanya Rey yang merasa terkejut.
"Cih, anak macam apa kamu ini. Sudahlah, aku tidak ingin berdebat denganmu. Kita lihat saja apa yang bisa dilakukan oleh istri tercintamu itu!!" ujar Paman Tri yang langsung meninggalkan Rey yang masih berdiri mematung.
..
Setelah memasuki rumah sakit, Kiana berhenti ditengah-tengah dan menatap ke sekeliling rumah sakit. Namun tidak ada satupun batang hidung yang ia temui.
"Yunhi !!!" Suara Kiana menggema.
"Yunhi Keluarlah!! Ini aku... Aku mohon keluarlah, aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu!!?" teriaknya lagi dengan penuh harapan jika saudarinya mau mendengarkan dirinya.
Ditempat persembunyiannya Yunhi tidak percaya jika saudarinya akan menggalakan rencananya.
"Yunhiii !! Aku mohon akhiri balas dendam ini... Kita telah banyak salah faham tentang keluarga Maher... Aku mohon, kamu keluarlah!?"
"Ya ampun anak itu benar-benar telah dibutakan oleh cinta. Aku tahu jika tuan Maher tidak bersalah, makanya aku tidak mempersalahkan dia mencintai Rey," gumam Yunhi dari tempat persembunyiannya.
Sebenarnya, 20 tahun yang lalu. Yunhi melihat dari jauh ketika tuan Maher menitipkan uang kepada salah satu pekerja. Selama ini, Yunhi tidak pernah menceritakan kepada siapapun tentang apa yang sudah dia lihat. Yunhi berpendapat, uang yang diberikan Tuan Maher tidak sebanding dengan nyawa neneknya yang telah tewas dibawah pembangunan rumah sakit besar itu.
..
"Yunhi !!! Jika kamu tidak keluar, maka aku akan menembakkan pistol ini di kepalaku !!" tukas Kiana mengancam Yunhi. Dia mengambil pistol dari balik bajunya dan mengarahkannya tepat di kepalanya.
Rey yang melihat tindakan Istrinya sungguh sangat terkejut dan mencoba untuk mengehentikan tindakan konyolnya.
__ADS_1
"Rey !! Jangan Rey !!" Paman Tri menahan Ponakannya.
"Paman, apa yang akan dia lakukan!!" teriak Rey memberontak.
Melihat ponakannya yang tidak dapat ditenangkan, Paman Tri menyuruh beberapa tentara untuk membawa Rey pergi menjauh.
"Tidak !! Lepaskan aku !! Lepas, pamaaaan !!!" Rey terus berusaha untuk melepaskan cengkraman para tentara yang membawa dirinya untuk menjauh.
Paman Tri hanya bisa menggelengkan kepalanya. Dia kembali untuk memantau keadaan Kiana yang mencoba untuk memancing saudari kembarnya untuk keluar.
..
Yunhi yang melihat Kiana, tidak percaya dengan tindakannya. Ia mengepal tangannya dengan sangat kuat.
"Saudariku, hanya demi dia kamu sampai melakukan ini." Yunhi harus menelan pahit takdirnya karena mendapatkan penghianatan dari saudari kembarnya sendiri.
..
..
..
..
FOLLOW AUTHOR, LIKE, KOMEN DAN VOTE 💞
__ADS_1