IkhlasKu TetanggaKu MaduKu

IkhlasKu TetanggaKu MaduKu
Happy vs Cray


__ADS_3

3 bulan telah berlalu.


Sebuah persiapan pernikahan dengan nuansa sederhana telah rampung.


Karena kesibukan Wisnu menjadi seorang polisi membuatnya sangat disibukan dengan pekerjanya.


Hari ini adalah puncaknya hari dimana dua insan akan melakukan janji suci.


Dengan menggunakan cadar, Aya terlihat sangat anggun dengan busana gaun putih yang ia gunakan.


Menggunakan ijab Kabul menggunakan bahasa Arab, dengan lancar Wisnu lantunkan dengan fasih.


"Qabiltu nikahaha wa tazwijaha alal mahril madzkur wa radhiitu bihi, wallahu waliyu taufiq.”


(Artinya: “Saya terima nikah dan kawinnya dengan mas kawin (mahar) yang telah disebutkan, dan aku rela dengan hal itu.)


"SAH !!!"


"SAAAAAAAAAHHHH!!!"


"ALHAMDULILLAH !!!"


Pak penghulu lalu melantunkan doa keselamatan dengan sangat khusuk.


Aya dituntun untuk mencium tangan suaminya. Rasa bahagia benar-benar terpancarkan dari wajah Aya dan Wisnu.


Pov Wisnu..


"Umi, insyaallah aku akan selalu menjalankan kewajiban ku sebagai suami yang baik untukmu.. insyaallah aku dapat menerimamu dan masa lalu mu. Ikhlasku membina rumah tangga denganmu, semoga Allah SWT membimbing dan menuntunku untuk selalu berada dijalan-Nya..."


Pov Aya..


"Abi, terima kasih banyak karena sudah dapat menerimaku apa adanya. Terima kasih banyak atas cinta yang selalu engkau curahkan untukku. Insyaallah, akan ku balas dengan kebaktian ku sebagai seorang istri. Ya Allah, bimbinglah hamba untuk menjadi istri yang Solehah untuk suami hamba. Bimbing hamba dan jauhkan kami dari orang orang dzolim...


...


Pernikahan yang sangat sederhana, hanya dihadiri beberapa keluarga dan teman dekat.


Keromantisan Wisnu benar-benar membuat Aya tidak kuasa menahan malunya.


Untuk mengambil sesi foto, Wisnu mencium kening Aya dengan sangat lembut dan penuh cinta.


Sungguh Aya dapat merasakan cinta Wisnu yang begitu sangat besar untuknya.


"Umi, aku sungguh sangat mencintaimu. Terima kasih karena telah sudah menerima aku untuk menjadi suami," bisik Wisnu.


Wajah putih kemerah-merahan terpancar dari wajah Aya.


"Abi, masih banyak orang. Jangan bicara seperti itu," bisik Aya membalas Wisnu.


"Kenapa?" tanya Wisnu dengan senyum manisnya.


"Ish abi ini loh. Sudah ah, kita foto-foto dulu dengan Keluarga," ucap Aya mencoba mengalihkan pembicaraan.


Wisnu hanya tersenyum melihat istrinya tersipu malu seperti itu.


..


Ketika acara sedang berjalan dengan tenang dan damai. Tiba-tiba semua orang teralihkan ketika mendengar suara bayi.


Oweeekk... Oweeeek...


Sambil menggendong bayi ditangannya, Rey dengan keadaan yang begitu sangat rapuh dan hancur memasuki rumah utama.

__ADS_1


Wajahnya terlihat tak berdaya, penampilannya terlihat tak karuan.


Mama Salamah menutup mulutnya ketika melihat putranya terlihat begitu sangat menyedihkan.


Flashback, 2 jam yang lalu..


Kiana yang habis sarapan tiba-tiba merasa perutnya sangat mulas.


"Sayaaaaang, aaah..!! Sepertinya aku akan melahirkan,, rasanya pinggulku sakit sekali!!" pekik Kiana yang terlihat seperti sangat kesakitan.


"Aduh, terus bagiamana ini !!" jawab Rey yang tiba-tiba ikut gugup sendiri.


"Aaahhkk, cepat ambil mobiiil. Bawa aku kerumah sakiiiitt!!!" teriak Kiana


"Ah ya yaa.. aku siapkan mobil. Tunggu sebentar sayang," jawab Rey langsung berlari mengambil mobil.


Dengan kecepatan tinggi Rey melajukan mobilnya.


"Aaahhkkk !!! aku sudah tidak kuaaat !!" teriak Kiana yang merasa jika bayinya sudah ada akan keluar.


"Bentar sayang, sebentar lagi.. bertahanlah.. anak papah, tunggu sebentar lagi ya sayang," ujar Rey mencoba menenangkan Kiana.


Beberapa menit akhirnya mereka sampai kerumah sakit.


Rey dengan setia menemani Kiana melahirkan.


Rey sudah tidak perduli ketika Kiana menjambak rambutnya, menarik kemejanya, menggigit tangannya, asalkan anak yang ia tunggu-tunggu segera lahir.


"Ayoo sayang, tekan yang kuaat!!" Rey terus menyemangati Kiana.


Kiana yang sudah lemas mencoba mengambil nafas terakhir dan mengerahkan semua tenaga terakhirnya.


"AAAAAAAAAAAAAKKKKHHHHHH!!!


Oweekkk... Oweeekk...


"Alhamdulillah, terima kasih banyak dok. Sayang, anak kita sudah lahir," ujar Rey yang terlihat sangat bahagia.


Kiana hanya tersenyum disela-sela nafasnya yang memburu karena lelah.


Kiana tersenyum menatap suaminya yang sedang men-adzan-kan bayi mereka.


"Maafkan aku, Rey" gumam Kiana sembari meneteskan air mata. Entah apa maksud dari gumam Kiana, tapi terlihat jika sesuatu tidak baik akan terjadi.


Ketika Rey membeli susu untuk anaknya dan juga mengurus pembayaran, tiba-tiba seorang suster datang kepadanya.


"Pak, istri anda tidak ada !! saya menemukan ini di atas tempat tidurnya," ujar suster memberikan surat dari Kiana.


Rey membelalakkan matanya tidak percaya, Rey berlari kekamar Kiana mencoba untuk memastikan. Tapi ternyata benar kata suster itu, Kiana tidak ada.


"Sayaaang, kamu dimana!!? Sayang, jangan bercanda deh, kamu masih belum sehat benar loh, yang,,,,!?" Rey masih mencoba untuk mencari Kiana kesemua sudut rumah sakit, tapi nihil, Kiana tetap tidak ditemukan.


Rey yang frustasi mencoba membuka surat dari Kiana.


"Sayang, terima kasih banyak karena kamu telah sudi mencintai aku. Aku titip hasil buah cinta kita, jaga anak kita dengan penuh kasih dan sayang. Tujuan aku datang ke bumi hanya menuntaskan apa yang harus aku tuntaskan. Jangan cari aku, karena aku pergi sangat jauh dimana kamu tidak akan dapat menggapainya. Cintaku padamu akan kubawa sampai aku mati.


I LOVE YOU..


Tanda tangan.


Kiana...


..

__ADS_1


Rey menjambak rambut dengan sangat kuat,


"AAAKKKHHH,, HAAA,,, AAA,,,AAA kenapa, kenapa kamu melakukan ini kepadaku !! Kenapaaaa!!!!??? Aku memilihmu karena aku yakin dan percaya bahwa lkita akan menua bersama, tapi kenapa kamu pergi meninggalkan aku dan anak kita !!? Hik,,hik,,,hik ..." Rey tertunduk tak kuasa menahan sakit dari penghianat yang Kiana berikan.


"Aku.. aku harus bagaimana.. apa yang harus katakan kepada anak kita... Sayang, kembalikanlah.." Rey meracau dengan sangat pedih. Jika bisa memilih, ia lebih memilih untuk mengakhiri hidupnya, apa yang harus dia katakan kepada keluarganya, semua orang akan menertawakan kebodohannya, karena telah memilih Kiana dari pada Aya pada saat itu.


Rey membenturkan kepalanya ke tembok karena tidak tahan dengan semua yang telah terjadi.


"Aaahhkk .. Bug.. Bugh..." Rasa sakit sudah tidak Rey rasakan. Hanya ada luka yang mendalam dalam hatinya.


Beberapa suster datang dengan membawa bayi ditangan mereka.


"Pak, yang sabar pak. Bapak jangan lakukan itu, lihatlah anak bapak, di saat seperti ini dia sangat butuh kasih sayang dari orang tuanya." Suster mencoba untuk menenangkan Rey.


Rey menatap anaknya yang terlihat sangat menggemaskan, hatinya luluh namun rasa pedih tak dapat ia hindari.


Dengan sesegukan, Rey menggendong anaknya.


"Sayang, papa janji. Papa akan membesarkanmu dan menjagamu selalu, papa janji sayang," ucap Rey mencium anaknya sambil berderai air mata.


Para suster sangat terharu dengan kejadian ini. Bagaimana seorang ibu pergi setelah melahirkan anaknya.


.....


Akhirnya..


Rey memutuskan untuk pergi kerumah utama bersama dengan anaknya. Rey mencoba untuk membujuk kedua orang tuanya supaya mengizinkan dia dan Aya untuk rujuk kembali. Rey sangat yakin, melihat anak yang tak berdosa, kedua orang tuanya akan luluh dan menerima dirinya untuk kembali rujuk bersama dengan Aya. Karena anak akan sangat membutuhkan ibu untuk perkembangannya.


Namun, hati Rey yang sudah hancur, kini tambah hancur berkeping-keping tak tersisa ketika melihat rumahnya ramai dengan tulisan yang terpampang " HAPPY WEDDING AYA DAN WISNU"


Rey rasanya ingin langsung menabrakkan mobilnya ke tembok supaya mati saat itu juga. Tapi ia menatap bayi tak berdosa disampingnya. Hatinya kembali luluh.


Comeback...


Kini, Rey dengan langkah gak berdaya memasuki rumah utama.


Semua orang sangat terkejut dengan penampakan Rey yang terlihat sangat menyedihkan.


Rey sungguh malu, bahkan ia tak berani untuk menaikkan wajahnya.


Wisnu dan Aya terdiam penuh dengan pertanyaan. Tidak hanya mereka, mungkin semua orang pun berfikir demikian.


Mama Salamah menyambut anaknya dengan tatapan penuh prihatin.


"Sayang, kamu kenapa nak?".tanya mama Salamah dengan lembut.


Rey sudah tak tahan memeluk ibunya dan menangis sesenggukan. Semua orang yang melihat itu ikut hanyut dalam kesedihan Rey meskipun mereka tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.


Tuan Maher yang tidak ingin menjadi pembicaraan orang-orang langsung membawa Rey dan anaknya masuk kedalam kamar.


"Para tamu undangan, silahkan lanjutkan jamuannya, ini hanya ada masalah kecil dalam keluarga saja, heheehe," ujar Tuan Maher mencoba mencairkan suasana.


Dituntun oleh ibunya, Rey dengan perlahan berjalan menjauhi kerumunan. Sekilas Rey menatap Wisnu dan Aya yang sedang menatap dirinya. Entah mengapa, Rey merasa jika Wisnu dan Aya sedang menertawakan dirinya.


Namun sebaliknya, sejujurnya Wisnu dan Aya sangat prihatin dengan keadaan Rey. Tapi meraka hanya bisa diam karena mereka belum tahu pasti apa sebenarnya yang sudah terjadi dengan Rey. Ditambah tidak Kiana disampingnya, hanya seorang bayi yang masih terlihat sangat merah.


Wisnu dan Aya hanya berharap semoga mereka baik-baik saja ...


..


..


..

__ADS_1


..


FOLLOW AUTHOR, LIKE KOMEN DAN VOTE 💞


__ADS_2