
Makan malam berasa Nikmat karena kehadiran Aya dan juga Wisnu.
"Sayang, kamu menginap disini ya?" ucap mama Salamah sedikit memohon.
"Emm.." Aya bingung.
"Aya terserah bagaimana dengan A'ak Wisnu, mah" lanjutnya.
"Wisnu,, kamu mau ya menginap,?" bujuk mama Salamah.
"Iya, Mah. Kebetulan Wisnu juga masih ada waktu cuti," jawabnya.
Ketika sedang mengobrol asyik, tiba-tiba seseorang dengan wajah lesu dan penampilan acak-acakan menghampiri mereka.
"Sayang, kamu sudah mau keluar nak? Alhamdulillah, ayok kita makan bersama-sama," sambut Mama Salamah.
Mendengar tutur kasih sayang dari wanita yang sudah membesarkannya selama ini membuat Rey terharu. Rey memeluk mama Salamah dengan sangat erat, rasa sesal menyelimuti hatinya.
"Hiks...hiks... Maafkan Rey mah, maafkan Rey.. sungguh Rey tak bermaksud melukai hati mama, Rey hanya terkejut dengan kenyataan ini," tutur Rey.
Mama Salamah sangat senang dengan perubahan Rey.
"Tidak papa sayang, mama yang salah karena tidak memberi tahu kamu soal ini sejak lama. Mama hanya takut kamu akan pergi meninggalkan mama, sungguh mama sudah menganggap kamu seperti anak mama sendiri. Mama tidak siap untuk kehilangan kamu, hiks..."
"Rey,," panggil Tuan Maher yang berdiri dan ikut berpelukan dengan anak dan istrinya.
"Kami sungguh mencintaimu seperti anak kami sendiri. Tetaplah disini bersama kami," ujar Tuan Maher.
Kini, anak, Ayah dan ibu saling berpelukan. Suasana sungguh sangat mengharukan membuat Aya dan Wisnu merasa ikut senang melihatnya.
"Iya pah, Rey tidak akan kemana-mana. Kalian adalah orang tua Rey, selamanya akan begitu," ucap Rey sambil mencium pipi ayah dan ibunya.
Rey menatap Aya dan Wisnu yang saling berpegangan tangan.
"Aya ..."
"Iya Ak, Rey?"
"Aku belum sempat mengatakan ini. Selamat untuk pernikahan kalian," ucap Rey dengan tegar.
"Iya Ak. Terima kasih banyak. Semoga a'ak Rey juga akan dapatkan jodoh yang baik kedepannya," jawab Aya mendoakan.
Rey hanya tersenyum. Namun iya bergumam,
"Jodohku adalah kamu, selamanya akan begitu. Aku tidak akan menikah dengan siapapun. Sampai ajal menjemput, akan aku tunggu jandamu."
Rey menyimpan perasaannya dengan memasang wajah ikhlas dan legowo.
"Bro.. cepat beri mama dan papa cucu dari kalian ya," ucap Rey mencoba bergurau dengan Wisnu. Walaupun sebenernya lidahnya terasa terbakar setelah mengucapkan itu.
"Hahaha, insyaallah jika sudah waktunya akan ada hari itu datang," jawab Wisnu memeluk sahabatnya dengan gaya pria.
Rey meminta izin untuk membersihkan diri terlebih dahulu.
__ADS_1
Malam makin larut, Aya memutuskan untuk tidur dengan Baby Vino bersama dengan mama Salamah. Sedangkan para pria bermain catur bersama dibawah rembulan yang terang.
Tawa mereka sangat syahdu dimalam sunyi itu. Tuan Maher sangat bersyukur, apa yang ia takutkan tidak terjadi. Anaknya masih bersedia bersanding dengannya, dan anak dari sahabatnya yang baik hati masih sudi memanggilnya papa meski dia bukan lagi mantu.
"Zaki, Sahabatku.. lihatlah anak-anak kita.. mereka ternyata memiliki takdirnya sendiri.. namun kamu jangan risau diatas sana, aku akan selalu menjaga anak-anak kita dengan baik."
****
Pagi hari, Rey sudah siap dengan koper ditangannya. Ia memutuskan untuk berliburan ke Amerika. Tidak di pungkiri jika hati Rey belumlah sepenuhnya sembuh. Ia masih merasakan luka dalam didalam dihatinya dengan segala musibah yang bertubi-tubi datang padanya.
"Mah, Rey titip vino kepada mama. Rey janji akan segera pulang secepatnya," ujar Rey.
"Iya sayang, kamu hati-hati ya. Jangan mabuk-mabukan. Walaupun di negara orang, jangan tinggalkan sholat. Apa kamu mengerti!?"
"Siap komandan,," sahut Rey.
"Iihhhss,, anak ini yaa,, dibilangin malah bercanda." Mama Salamah menjewer telinga Rey.
"Auwww.. auw.. ia mah ampun.. hehehe.."
"Rey, jaga dirimu baik-baik. Segeralah pulang, tidak baik meninggalkan pekerjaan terlalu lama," ujar tuan Maher.
"Siap pah. Ya sudah, Rey berangkat dulu ya.."
"Hati-hati bro. Awas kecantol bule yang....," gurau Wisnu.
"Apa loe mau, kalo mau entar gua bawain," sahut Rey.
"A'aaak...." Aya mulai menekan suaranya.
Rey berjalan mendekati Aya yang sedang menggendong baby vino. Vino terlihat sangat nyaman diperlukan Aya. Dapat dilihat dari nyenyaknya dia tertidur tanpa ada suara rewelan.
"Hay anak papa. Kamu lagi mimpi indah ya. Maafkan papa ya, semoga kamu menjadi anak yang baik dan Soleh. Papa pergi dulu, kamu jangan nakal bersama dengan nenek dan aunty. Oke baby.." Rey mencium kening anaknya.
Vino tersenyum membuat semua orang haru. Ini adalah pertama kalinya Rey mencium anaknya ketika setelah kejadian itu.
"Semuanya.. aku pergi berangkat dulu, nanti keburu ketinggalan pesawat. Assalamualaikum..."
"Walaikum salam ...."
...
Setelah beberapa jam perjalanan, akhirnya Rey telah sampai di negara yang ia tuju.
Amerika, California. Rey mengendarai mobil yang ia sewa untuk menuju sebuah hotel yang menyatu dengan alam pantai.
Rey memandang laut yang membentang. Mata Rey melihat sebuah pembatas yang hancur, "Apa habis ada sebuah kecelakaan" batin Rey.
Namun iya terus melajukan mobil sampai akhirnya ia telah sampai kesebuah hotel yang sudah ia boking untuk dua bulan.
Tangan bergerak untuk meletakan semua barang ia bawa. Koper, kacamata, jam tangan, lalu ia membuka kaos putih yang ia gunakan. Terlihat badan kekar yang sangat bersih. Meski seorang pria, namun ia memiliki kulit glowing ditubuhnya. Sangat pas, tidak terlalu berotot ataupun berlemak.
BYUUUUR!!! Ia menjeburkan diri ke kolam renang untuk menyegarkan dirinya.
__ADS_1
Setelah puas membasahi diri, kini ia berjalan mengambil handuk dan mengelap tubuhnya. Tangan meraih sebuah jubah handuk lalu ia gunakan.
Rey berjalan mengambil remote lalu menyalakan tv untuk melihat berita. Itu adalah kesukaannya, Rey sama sekali tidak suka melihat sebuah drama apa lagi yang lebay-lebay.
Kaki bergerak untuk membuat sebuah kopi hitam.
Kluntang..kluntang.. klutang..Rey mengaduk kopi lalu membawanya ke sofa.
Dengan kaki yang ia naikan keatas meja. Rey menyeruput kopi yang ia buat sendiri.
Sampai akhirnya ia tercengang dengan berita yang ia lihat. Berita itu sedang menyiarkan kecelakaan tunggal yang menabrak pembatas dan jatuh kelaut.
Rey tercengang.
"Ah, jangan-jangan itu kecelakaan ditempat yang aku lewati tadi," pikir Rey.
Berita memperlihatkan penyelam yang menemukan bangkai mobil yang jatuh kejurang laut. Diperkirakan ada dua jasad perempuan didalam mobil.
Rey masih terus menyimak. Entah mengapa hatinya terasa sangat iba melihat rekaman itu.
Sampai akhirnya mata Rey melihat sebuah kalung yang tak asing dimatanya. Pas sebuah rekaman mengarah ke wanita, ia melihat kalung yang pernah yang berikan kepada Yunhi yang ia kira itu adalah Kiana.
Rey menutup mulutnya tidak percaya. Wajah kedua wanita sudah tidak berupa, selain sudah membusuk juga sebagian dimakan oleh ikan-ikan.
Ketika jasad dimaksudkan dalam kantong, Rey melihat cincin perkawinannya dengan Kiana.
Rey benar-benar sangat yakin jika jasad itu adalah si kembar. Memang tidak ditemukan identitas sama sekali, namun Rey sangat yakin.
Tubuh Rey bergetar hebat. Ia tidak tau harus senang atau sedih melihat kenyataan ini.
Rey memperhatikan berita yang ternyata menyiarkan siaran ulang. Lalu Rey mengambil handphonenya untuk melihat kapan kejadian itu jejak digital.
Disimpulkan, kecelakaan itu terjadi sehari setelah Kiana pergi, dan penemuan mayat terjadi kemaren. Karena tidak ada keluarga yang merasa kehilangan, maka pemerintah yang menguburnya mengingat kondisi mayat yang sudah membusuk karena sehari semalam didalam air.
Rey berjalan untuk memandang lautan.
"Kamu benar-benar keterlaluan," batin Rey dengan perasaan yang sudah kebas.
Kini, Rey sudah merasa tidak perduli. Ia tidak akan datang untuk mengakui jika ia kenal dengan kedua wanita itu.
Rey hanya bisa tersenyum gila, karena semua yang terjadi benar-benar konyol menurutnya.
"Melupakanmu adalah pilihan yang tepat"
..
..
..
..
πJANGAN LUPA FOLLOW AUTHOR π
__ADS_1
LIKA, KOMEN DAN VOTE ππππππ