
Di meja makan, semua orang bersiap untuk menyantap sajian yang telah dimasak oleh Aya.
Ketika Yunhi dan mama Salamah sibuk memilih dekor dan persiapan resepsi pernikahan Aya dan Rey. Aya yang tidak memiliki kesempatan untuk berpendapat, milih untuk menyibukkan diri untuk memasak.
"Wah, papah.. ternyata papa tidak salah memilih menantu. Selain Solehah, Aya juga sangat pintar memasak," puji Mama Salamah.
"Iya dong mah. Papa tidak mencari menantu kaya, tetapi papah mencari menantu yang akhlak dari keluarganya sehat. Hmm, banyak sekali orang-orang kaya, tetapi pikiran mereka sangat mengerikan," ujar Tuan Maher.
"Papah benar sekali. Yah, walaupun mamah belum pernah bertemu dengan sahabat papa itu, tapi dengan melihat Aya, mama dapat melihat bagaimana ia dapat membesarkan Aya dengan cukup baik," ucap Mama Salamah sembari tersenyum hangat kearah Aya.
"Oya mah, bagaimana dengan konsep yang akan kita pakai?" tanya Rey.
"Sudah kami tentukan kak, Rey. Aku dan mama Salamah sudah memilihnya," jawab Yunhi antusias.
"Benar Rey. Pilihan nak Yunhi memang sangat bagus."
"Bagaimana dengan pendapat, Aya?" tanya Rey membuat Mama Salamah menyadari sesuatu.
"Oh, iya. Karena tadi Aya sibuk memasak, jadi mama tidak sempat untuk menanyakan apakah Aya suka atau tidak," jawab Mama Salamah merasa bersalah.
"Aya tidak papa kok, mah. Aya ikut saya," jawab Aya menundukkan matanya.
Entah mengapa, Rey dapat melihat nada sendu dari mata Aya.
"Tidak bisa gitu dong. Aya, katakan saja konsep seperti apa yang kamu inginkan?" tanya Rey dengan serius.
"Kak Rey, aku dan mamah sudah memilih konsep gold. Sangat mewah dan elegan," jawab Yunhi.
"Aya ..?" tanya Rey kepadanya Aya untuk memastikan.
"Sejujurnya, aku lebih suka yang simpel aja Ak. Aku, aku lebih suka warna yang dominan berwarna putih," jawab Aya semakin menundukkan kepalanya.
"Aah, sayang ... Maafkan mamah ya, mama juga sebenarnya suka warna putih. Tapi, pilihan Yunhi juga bagus. Mama pikir, Aya suka dengan pilihan Yunhi," jawab Mama Salamah merasa tidak enak dengan Aya.
"Jika begitu, kita akan pakai konsep pilihan Aya," ucap Rey membuat Yunhi menunjukan senyum beratnya.
"Semua, maafkan aku ya. Bukannya aku ingin ikut campur. Aku hanya-..."
"Tidak papa nak. Pilihan kamu juga bagus kok. Hanya saja, selera orang kan berbeda-beda. Kamu bisa menggunakan konsep itu nanti ketika kamu menikah," ucap Mama Salamah mencoba membuat Yunhi mengerti.
"Iya, mah," jawab Yunhi dengan senyumnya yang dapat menghipnotis setiap orang.
"Baiklah, jadi kita akan menggunakan konsep yang diinginkan Aya," ucap Rey membuat Tuan Maher melemparkan senyum padanya. Itulah yang diharapakan Rey. Rey ingin Papahnya tahu jika dia telah memperlakukan Aya dengan baik dan benar.
Aya yang mendapatkan bela'an dari suaminya merasa sangat senang. Namun, ketika ia menatap Yunhi. Rasa tidak enak langsung menyelimuti hatinya.
__ADS_1
Makan siang masih berlangsung. Terlihat jika Yunhi terus menunjukan hal-hal yang membuat Tuan Maher curiga.
Disana terlihat, jika Yunhi lebih cekatan untuk melayani Rey. Dari lauk dan minum, Yunhi yang selalu maju untuk melayani Rey.
Sejujurnya, bukan Aya tidak ingin melayani suaminya. Dia telah kalah cepat dengan Yunhi yang mencoba untuk mengambil alih tugasnya.
Mama Salamah sendiri hanya menganggap, jika Yunhi sudah di anggap adik sendiri oleh Rey dan Aya. Jadi ia tidak menaruh curiga yang mendalam Kepada Yunhi.
..
"Mah, kami pulang dulu ya," ucap Rey berpamitan.
"Tidak menginap saja," tawar mama Salamah.
"Rey masih banyak kerjaan mah. Yunhi juga katanya besok ingin mendaftar kuliah."
"Oh,, semoga sukses ya nak Yunhi. Mama doakan semoga kamu dapat menjadi anak yang sukses."
"Amiin, Terima kasih banyak mah, doanya."
"Ya sudah, kamu pamit mah."
"Assalamualaikum ..."
"Kami sedang melakukan prosesnya, mah," jawab Rey.
"Haha, bagus. Mama tunggu kabar bahagianya."
...
Didalam mobil Yunhi hanya diam saja, terlihat sangat berbeda dengan Yunhi yang Rey dan Aya kenal.
Ketika setelah sampai kompleks, Yunhi meminta turun didepan rumah.
"Kak, aku turun disini saja. Aku ingin istirahat dirumah ku," ucap Yunhi dengan suara lembutnya.
"Iya sayang.kamu istirahat dulu ya. Maaf aku belum bisa menemani kamu, soalnya setelah ini aku ada urusan penting," jawab Rey merasa tidak enak.
"Tidak papa kak. Mbk Aya, aku duluan ya."
"Iya Yunhi. Assalamualaikum."
"Walaikum salam ..."
..
__ADS_1
Yunhi memasuki rumahnya dan disambut oleh Bibik pelayan.
"Bagaimana, apakah paman memberi kabar?" tanya Yunhi dengan aura aroganya.
"Kiana ..."
"Jangan panggil dengan sebutan itu !!"bentak Yunhi.
"Nama aku adalah Yunhi, apa kamu dengar!?"
"Ah, iya Yunhi. Maafkan aku."
"Apakah paman membuat ulah lagi?" tanya Yunhi mencoba untuk mengontrol emosinya.
"Dia mengatakan, akan mengambil tindakan sendiri jika kamu tidak juga melakukan tugas kamu dengan benar."
"Cih, dasar pria tua bangka!! Bisanya hanya menyusahkan orang saja. Katakan padanya, jangan berbuat ulah, atau aku sama sekali tidak akan pernah mau berurusan dengannya. Aku memiliki caraku sendiri," ucap Yunhi sembari mengambil sebatang rokok yang disodorkan oleh Bibik pelayan.
Bibik pelayan adalah orang kepercayaan Yunhi selama ini. Ia telah berjalan bertahun-tahun untuk membantu Yunhi dalam banyak hal. Bibik pelayan yang bernama Giana adalah ibu tiri dari Yunhi. Namun, untuk selamanya Gia telah menyesali takdirnya yang telah menikah dengan pria yang menyeretnya kedalam neraka. Gia, selama bertahun tahun tidak dapat lepas dari genggaman Yunhi membuatnya harus menjilat semua omong kosong si anjing gila.
"Baiklah, Yunhi."
"Gia, aku harap kamu bisa lebih berhati-hati. Jangan sampai Rey mencurigai sesuatu. Aku tidak ingin, cintaku meninggalkanku karena kecerobohanmu!"
"Baiklah, Yunhi."
Yunhi berjalan menaiki anak tangga dengan gaya iblis berbalut bulu domba. Tatapannya begitu sangat tajam, bahkan mampu merobek kedamaian seseorang.
Bibik Gia menggertakan giginya. Dalam lubuk hati yang paling dalam, ingin sekali ia membunuh anak iblis yang sangat mengerikan itu. Namun apa daya, bermain main dengan iblis tidak hanya akan membunuh dirinya sendiri, ia juga akan kehilangan keluarga yang sangat ia cintai. Demi keluarganya, Gia rela menjadi anjing Yunhi selama bertahun-tahun di bawah perintah paman Yunhi yang sangat kejam.
..
Dikamar utama, Aya sedang menyiapkan baju yang dikenakan oleh Rey untuk berangkat kekantornya.
Ketika sedang memilihkan baju yang tepat, tiba-tiba Rey sudah ada dibelakang Aya sembari mengibakkan rambutnya yang basah. Aya yang terkena percikan air dari rambut Rey mencoba untuk membalikkan tubuhnya.
Seketika, Aya langsung kembali memutarkan tubuhnya untuk menghindari kontak mata dengan Rey.
"Apakah bajuku sudah siap?" tanya Rey membuat Aya semakin merasakan jantungnya ingin berlari dari tempatnya.
"Sudah Ak, ini," jawab Aya sembari memberikan pakaian yang ia pilih sembari menundukkan kepalanya.
Rey menatap aneh kearah Aya, namun ia tak ingin berfikir panjang. Setelah mendapatkan bajunya, tiba-tiba Aya dengan kaki seribu melangkah keluar kamar.
"Heh, dasar wanita aneh. Bagaimana dia bisa melayani suaminya!? Hanya melihat dadaku saja sudah seperti melihat hantu," desis Rey menggelengkan kepalanya.
__ADS_1