IkhlasKu TetanggaKu MaduKu

IkhlasKu TetanggaKu MaduKu
Salah faham 2


__ADS_3

Sebuah mobil yang ditunggu-tunggu akhirnya datang. Beberapa orang langsung menjaga keamanan.


Rey dan yang lain turun satu-persatu. Semua mata menatap takjub dan kagum. Mereka benar-benar pasangan yang sangat serasi. Rey dan Vino hanya menatap datar semua orang tanpa dan senyum di wajah mereka. Terlihat wajah dingin yang tak suka dengan awak media. Sedangkan Ya dan Hani selalu tersenyum menatap awak media yang ingin mengambil gambarnya.


Aya dan Rey benar-benar tidak tahu jika didepan mata semua orang. Mereka kini adalah pasangan suami istri yang sangat romantis dengan baju yang selaras.


Bahkan Vino dan Hani pun yang telah mengunggah foto-foto itu sama-sama tidak tahu dengan dampak foto yang mereka unggah.


Rey menggandeng tangan Vino dan berjalan menyusuri karpet merah. Disusul dengan Aya dan Hani di belakang mereka.


Mama Salamah dari depan langsung menyambut kedatangan Aya dan Rey. Sikap hangat Mama Salamah benar-benar meyakinkan semua orang jika Aya adalah menantu di keluarga itu. Hanya sahabat mama Salamah yang tahu apa sebenarnya yang terjadi. Tetapi mereka juga enggan untuk menjelaskan jika sebenarnya Aya memang sudah lama di anggap anak oleh Mama Salamah setelah Rey dan Aya berpisah dan kini Aya dan Rey sebenarnya tidak memiliki hubungan apapun.


Acara akhirnya berlangsung dengan meriah. Satu persatu susunan acara telah usai. Kini, semua orang sedang menikmati segala jamuan yang telah dihidangkan.


Axelin berdiri dibelakang Aya dengan tatapan tajam mengarah kepada Aya yang sedang


memilih sebuah cemilan yang ingin dia makan.


Tidak jauh dari sana, Rey juga sedang berdiri mengobrol dengan Tuan Qodir untuk membahas pekerjaan mereka.


Axelin tidak memperhatikan siapapun terkecuali Aya yang menjadi sasarannya.


Dengan tatapan licik. Axelin yang membawa segelas minuman anggur ditangannya mencoba untuk bermain-main dengan Aya.


Dia berakting terkesleo dan dengan sengaja mengarahkan air di gelasnya untuk ditumpahkan ke baju Aya.


Semua melihat dengan tatapan terkejut.


Dan...


Hap!


Rey dengan sigap merangkul Aya dari belakang supaya tubuh Aya terlindung.


Seketika. Jantung Aya berdebar sangat kuat ketika menyadari sebuah tangan merangkul tubuhnya dari belakang. Aya sangat paham betul bau tubuh ini adalah milik Rey.


Dengan aura marah dan kesal yang tak tertahan. Aya langsung menepis pelukan Rey dan memutarkan tubuhnya dan menghadap wajah Rey dengan tatapan yang tak dapat di bayangkan betapa marahnya Aya.


PLAK!


tanpa mengetahui yang sebenarnya. Aya menampar Rey dengan sangat kuat didepan semua orang.


Deru napas Aya memburu.

__ADS_1


Rey memegang pipinya yang terasa panas. Tetapi tak sepanas hatinya saat ini.


"Apa yang kamu lakukan, HAH! Kamu mencoba mau berbuat tidak senonoh dengan ku didepan semua orang! Apa yang kamu kamu pikirkan! Jangan mentang-mentang kamu adalah orang hebat, terus kamu dapat melakukan hal yang tidak pantas seperti ini!" teriak Aya terlihat sangat memburu.


Rey yang mendengar hinaan dari Aya. Tak mengatakan apapun lalu pergi meninggalkan Aya yang sudah berderai air mata.


Aya ternganga tidak percaya melihat Rey yang pergi begitu saja tanpa mau menjelaskan apapun kepada semua orang. Sampai detik ini, Aya masih belum tahu apa sebenarnya yang terjadi.


Axelin tersenyum tak percaya. Jika rencana kecilnya ternyata menimbulkan masalah yang begitu sangat besar.


Semua orang akhirnya berbisik-bisik. Mereka menduga jika Aya dan Rey bukanlah sepasang suami istri. Karena hal ini. Orang orang yang awalnya memuji keromantisan Aya dan Rey yang bercumbu di belakang anaknya. Kini, mereka semua menghujat karena mereka baru mengetahui kenyataan jika Aya bukanlah istri dari Rey.


Mama Salamah yang melihat itu pun akhirnya tidak hanya diam. Dia menghampiri Aya dan berkata," Aya! Apa yang kamu lakukan? Rey hanya mencoba untuk melindungi kamu!" ucap mama Salamah.


Aya yang mendengar itu langsung mengerutkan keningnya tak mengerti.


"Melindungi? Melindungi aku dari apa, mah! Aku baik- baik saja!" jawab Aya tak percaya jika mama Salamah mencoba untuk membela Rey yang sudah berbuat tidak senonoh kepadanya.


Axelin dengan tampang tak berdosa mencoba untuk menghampiri Aya.


"Kak, Aya! Maafkan aku. Sebenarnya aku tadi tidak sengaja terkesleo dan air di gelasku hampir saja tumpah di baju kak Aya. Beruntung kak Rey datang melindungi Kak Aya. Sehingga baju kak Aya tidak basah," jelas Axelin dengan raut wajah yang ditata sedemikian rupa supaya terlihat sangat bersalah.


Mendengar penjelasan itu. Aya seketika menutup mulutnya tidak percaya. Hati Aya merasakan rasa tak biasa. Rasa bersalah langsung menyelimuti jiwanya.


Mora yang melihat kejadian itu, hanya bisa tersenyum dan memuji akting Axelin begitu sangat baik. Meski Mora tidak tau dan tidak ikut-ikutan dengan rencana Axelin, tetapi dia sangat paham jika Axelin sebenarnya sangat sengaja melakukan itu.


****


Didalam kamar mandi. Rey melepaskan jasnya dengan gusar lalu membuangnya ketempat sampah dengan kasar.


BUGH!


BUGH!


BUGH!


Rey menuju dindingn kamar mandi dengan sangat kuat sampai beberapa kali untuk melupakan betapa marah/kesal/ dan segala perasan kecewa kepada Aya.


Rey menatap dirinya di cermin. Ia melihat matanya yang memerah dan nafasnya yang memburu.


Tiba-tiba. Bayangan Wisnu hadir dalam pikirannya.


Di cermin. Rey melihat pantulan dirinya adalah wajah Wisnu. Di cermin, nampak Wisnu yang tersenyum kepada Rey.

__ADS_1


Rey benar-benar tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Wajah Wisnu yang tersenyum, menggambar jika kesabaran adalah jalan keluarnya.


TOK


TOK


TOK


Suara pintu diketuk membuat Rey tersadar. Dia menatap kaca kembali, tetapi kini dia hanya melihat pantulan wajahnya sendiri.


"A'ak! Ini aku Aya! Maafkan aku Ak! Sungguh aku tidak tahu apa yang sebenarnya yang terjadi!" teriak Aya sambil terisak-isak. Sungguh Aya merasa sangat bersalah dan takut jika Rey akan marah padanya dan tak mau bicara dengannya.


Rey mencuci wajahnya untuk menyamarkan matanya yang memerah. Pesan yang Rey dapat dari Wisnu adalah, sabar dan tenang!


"Ada apa Aya?" tanya Rey setelah membuka pintu.


Aya menatap Rey dengan mata yang berlinang air mata. Sungguh Aya merasa sangat bersalah.


"Hiks..hiks.. maafkan aku Ak!" Sungguh aku tidak tahu jika..jika...-" ucap Aya dengan bibir dan tangan yang bergetar.


"Tidak papa Aya. Jangan di pikirkan lagi. Sungguh aku tidak papa," jawab Rey dengan nada yang sangat lembut. Sungguh, melihat air mata penyesalan Aya membuat Rey tak berdaya selain memaafkannya.


"Sungguh a'ak tidak marah?" tanya Aya meyakinkan.


"Awalnya iya. Tetapi sekarang tidak papa!" jelas Rey.


"Aaah! Aku benar-benar merasa sangat malu!" ucap Aya yang langsung menutup wajahnya.


"Malu kepada siapa?" tanya Rey.


"Ya malu sama orang-orang, Ak! Apa yang harus katakan kepada mereka!" ungkap Aya.


"Kenapa harus malu kepada mereka?" tanya Rey yang masih tak memahami apa yang Aya rasakan.


" Ya ampun ak! Semua orang tahu jika a'ak mencoba untuk menolong aku. Tetapi aku malah memarahi a'ak dengan alasan yang tidak jelas. Hmm, aku ingin pulang saja Ak!" ucap Aya yang benar-benar tidak sanggup untuk mengahadapi semua orang.


Kini Rey baru memahami sesuatu. Anak buah Rey datang membawa jas baru untuk Rey. Setelah Menggunakan jas baru, Rey menggandeng Aya untuk kembali acara itu. Terlihat jika Rey akan menjelaskan kesalah fahaman ini. Meski Rey tidak tahu harus berkata apa, tetapi dia sudah berniat untuk tetap menjaga nama baik Aya.


Sejauh ini. Rey dan Aya masih tidak sadar dengan bencana yang ada didepan mereka.


..


...

__ADS_1


jangan lupa like. favorit dan follow akun novel author.


__ADS_2