
Malam ini Aya merasakan sesuatu yang besar sedang mengganjal hati dan perasaannya.
Beberapa kali Rey mencoba untuk menelvon Aya. Namun Aya masih enggan untuk menjawabnya.
Di rumah utama. Entah mengapa perasaan Rey sangat tidak enak. Rey ingin segera menjelaskan pada Aya mengapa dirinya dan keluarganya harus melakukan senua sandiwara itu.
Tidak hanya reputasi keluarga. Melainkan demi nama baik Aya sendiri.
Sungguh Rey tidak perduli jika saham perusahaan turun dan nama baik keluarganya rusak. Tetapi, Rey tidak dapat diam jika nama baik Aya yang dipertaruhkan.
Bagaimana pendapat orang-orang kepada Aya jika mereka mengatakan jika memang mereka tidak memiliki hubungan. Tetapi, mereka telah tertangkap basah sedang timpa tindih. Walaupun sebenernya semua yang terjadi tidak seperti yang di apa yang dilihat. Tetapi tetap saja, netizen dapat melakukan apapun dengan bukti yang ada.
Merasa sangat gusar. Akhirnya Rey memutuskan untuk mendatangi apartemen Aya untuk memastikan jika Aya baik-baik saja.
...
Seperti biasa. Aya akan selalu berdiri di atas balkon ketika tengah malam. Hanya sekedar untuk menatap suaminya yang kini telah menjadi bintang. Meski didalam ajaran agama tidak ada yang namanya mati terus menjadi bintang. Setidaknya, hal inilah yang dapat menenangkan hati Aya. Dia meyakini jika memang suami kini telah menjadi bintang.
Supaya bisa saling menatap syahdu. Maka Aya akan berdiri di tengah malam untuk meresapi kehadiran sang suami.
"Abi. Mengapa kamu berkata seperti itu. Sungguh, hanya kamu pria yang aku cintai. Untuk A'ak Rey sendiri, aku hanya menganggap dia sebagai mana Abi menganggap Rey. Sungguh, tidak lebih," ucap Aya seolah-olah sedang menjawab semua tuduhan sang suami.
Ketika Aya ingin bicara lagi. Dia tertahan tersedu. Karena, jauh didalam lubuk hatinya. Ada sesuatu yang dia rasakan tetapi Aya sendiri tidak tahu apa itu.
Aya masih setia duduk termenung dan berdiam diri menatap langit yang cerah.
Aya menegarkan dirinya sendiri.
Aya mencoba untuk menjadi suaminya.
Berdiam diri dan tenang untuk menghadapi segala masalah dan kerisauan.
Aya mengingat dirinya. Dulu, dia suka kesal jika sedang bertengkar dengan Wisnu. Dia malah hanya diam, diam dan diam. Ketika Aya melupakan masalahnya, baru Wisnu akan membahasnya dan menjelaskannya.
Semua didikan Wisnu kini benar-benar sangat berarti bagi Aya sendiri.
Sabar dan tenang.
Aya berharap, semoga dia bisa melewati masalah besarnya yang sedang ia alami. Yaitu, untuk meluruskan sandiwara yang sudah terjadi diantara Aya dan Rey.
....
Mobil Rey telah sampai di apartemen Aya. Dia dengan gesit berjalan cepat dengan perasaan tidak sabar.
__ADS_1
Di sisi lain.
Axelin yang sudah dimakan api cemburu. Merencanakan sesuatu yang begitu sangat dalam.
Axelin diam-diam menutupi wajahnya. Lalu, dia berjalan menuju dapur untuk mengambil sebuah pisau.
Axelin, dia berencana untuk menikam Aya.
Rey sudah sampai didepan Pintu apartemen Aya. Langsung membukanya tanpa mengetuk ataupun menekan bel. Rey hanya ingin memastikan jika Aya baik-baik saja. Jika menekan bel, Rey takut jika Aya akan terbangun jika dia tertidur.
Ketika Rey masuk. Dia lupa untuk menutup pintu, sehingga pintu tertutup namun tidak terkunci karena kurangnya dorongan..
Disisi lain, dengan mata iblis yang tak sabaran ingin menikam mangsanya, Axelin berjalan dengan nada keberanian dan tekad.
"Jika aku tidak dapat memiliki kak Rey. Maka kamu juga tidak dapat memilikinya!" ucap Axelin dengan senyum iblisnya.
...
Rey jalan perlahan untuk masuk kedalam. Semua orang telah gelap. Sepertinya, Aya memang sengaja tidak menghidupkan lampu rumah dan itu membuat Rey tambah cemas. Rey sangat takut jika Aya telah melakukan hal-hal yang diluar dugaan.
Axelin tersenyum puas ketika melihat pintu tidak terkunci, itu mempermudahnya untuk menyelinap kedalam rumah Aya.
Rey melihat diam-diam mencoba untuk melihat kamar Aya. Tetapi kosong.
Akhirnya, Rey melihat sebuah bayangan di balkon. Rey bernafas lega.
Dia tersenyum dan tertahan melihat Aya yang bersinar dibawah cahaya rembulan.
Ketika sedang asyik menatap Aya. Tanpa Rey sadari, di dalam kegelapan terdapat iblis yang sedang bersiap-siap untuk menerkam.
Ketika Rey baru menyadari ada sesuatu dibelakangnya.
JLEEP!
Sebuah pisau berhasil menancap di pundak bagian Kanan. Meski Rey awalnya sempat menepis, tetapi Axelin berhasil untuk menikam pundak Rey.
Tetapi, sebenarnya Axelin sendiri tidak tahu jika yang dia tikam adalah Rey. Axelin mengira jika yang dia tikam adalah Aya.
Ketika Axelin sadar jika yang dia tikam adalah Rey. Axelin langsung berlari keluar karena takut.
PRANG!
Rey tidak sengaja menjatuhkan sebuah vas bunga.
__ADS_1
Aya yang mendengar sesuatu dari dalam rumahnya. Bergegas untuk melihat apa yang terjadi.
Ketika Aya menghidupkan lampu. Jantungnya berasa berhenti ketika melihat Rey yang duduk di sofa sambil berdarah-darah.
Karena Axelin mencabut kembali pisaunya. Membuat luka Rey terus mengeluarkan darah segar. Tenaga Axelin benar-benar sangat kuat, membuat Rey mengalami luka yang cukup dalam.
Aya masih terdiam karena tidak percaya dengan apa yang sedang dia lihat.
"A..Aya! A..aku tidak papa!" ucap Rey dengan lemas karena ia telah kekurangan banyak darah.
"Aaaaaahhkk!" teriak Aya, terkejut. Tetapi itu sungguh sangat terlambat. Harusnya Aya berteriak di awal. Hal itu justru membuat Rey tersenyum dibuatnya.
"Ya Allah. A'ak! Bagaimana ini bisa terjadi! Apa a'ak sedang bunuh diri di rumahku!?" ucap Aya dengan panik.
"To...tolong bawa aku kerumah sakit!" ucap Rey disela-sela kekuatannya.
Aya yang panik. Langsung mencoba untuk menggendong Rey. Tetapi Rey bukanlah anak kecil yang bisa langsung di bopong begitu saja.
"Hiks..hiks...Ak! Tunggu sebentar, aku akan cari orang! Aak berat sekali, aku gak kuat gendong Aak!" ucap Aya dengan sangat panik.
Di sisa-sisa kesadarannya. Rey malah tersenyum dan merasa terhibur dengan kepanikan Aya.
"Tolong... Tolong !" teriak Aya di koridor apartemennya.
Axelin langsung keluar dari apartemen dan menemui Aya seolah-olah dia tidak tahu apa-apa.
"Ada apa kak? tanya Axelin.
"Axelin, tolong a'ak Rey! Dia tertusuk entah apa dan kini dia terluka!" teriak Aya panik.
"Ya tuhan, aku akan panggilkan satpam dibawah ya kak!" ucap Axelin yang sebenarnya juga sangat takut Rey kenapa-kenapa.
Entah mengapa, di sela-sela kepanikannya. Axelin kini malah berfikir akan menyalahkan Aya jika sampai Rey kenapa-kenapa.
..
Singkat cerita, kini akhirnya Rey berhasil dibawa kerumah sakit.
Dokter sangat beruntung karena Rey segera dibawa kerumah sakit karena dia telah kehilangan banyak darah.
Aya tak henti-hentinya berdoa supaya Rey selamat dan biak-baik saja. Sungguh, Aya sepertinya sangat tidak rela jika harus kehilangan Rey juga.
Di saat sedang dalam keadaan sangat terpuruk karena situasi yang bahkan Aya sendiri tidak mengerti. Mengapa Rey terluka dan mengapa Rey ada di apartemennya.
__ADS_1
Tiba-tiba. Polisi datang bersama dengan Axelin yang nampak tersenyum jahat. .