IkhlasKu TetanggaKu MaduKu

IkhlasKu TetanggaKu MaduKu
AKU TAK MENGERTI


__ADS_3

BRAK !


Rey menendang sebuah meja sampai meja itu terjungkal.


Nafas memburu menatap wanita yang ada didepannya.


Axelin, dia hanya bisa menangis tersendu menyedihkan meminta ampun.


"Hiks..hiks..., Maafkan aku kak! Maafkan aku!" Suara gemetar Axelin yang sangat memilukan.


Rey masih diam menatap Axelin dengan rasa ingin segera membunuhnya. Tetapi dia tertahan dan berjongkok untuk menjajarkan tubuhnya dengan Axelin.


"Pilih. Mau masuk penjara atau menyusul kedua orang tuamu!" ucap Rey membuat Axelin tercengang.


"Apa, apa kakak tau dimana kedua orang tuaku. Hiks...hiks.. maafkan aku kak, sungguh saat itu aku sedang tidak sadar. Aku sedang dalam pengaruh cemburu. ?"


"Apapun alasan kamu. Kamu tidak ada hak untuk berniat mencelakai Aya!" ucap Rey dengan tatapan sinisnya.


"Aku tahu, kak! Aku mohon, maafkan aku? Hiks..hiks...! Aku melakukan ini karena aku sungguh sangat mencintai kamu, kak!"


"Bukankah sudah aku katakan. Aku tidak dapat menerima perasaan kamu!"


"Mengapa, kak! Mengapa tidak bisa? Apa yang kurang dariku!" teriak Axelin.


"Yang kurang darimu adalah, kamu bukan Aya!" jelas Rey menekankan suaranya.


Axelin tersenyum sinis mendengar itu.


"Bunuh aku saja jika begitu!" ujar Axelin terlihat tak main-main.


Tetapi Rey menjawabnya dengan sangat santai.


"Mati terlalu mudah! Kamu masih harus banyak belajar untuk menghargai hidupmu sendiri," ucap Rey lalu pergi meninggalkan Axelin.


Axelin masih tak percaya dengan apa yang dia dengar. Ketika akan berteriak memanggil nama Rey. Bodyguard langsung membungkam mulut Axelin menggunakan lakban.


"Kirim dia dimana kedua orang tuanya berada!" ucap Rey pada anak buahnya.


Axelin melotot meminta Rey untuk menjelaskan, apa ini! Tetapi Rey tak mengatakan apapun lalu masuk kedalam mobilnya sendiri. Sedangkan Axelin dimasukan kedalam mobil yang sudah disiapkan untuknya.


....


Ketika sedang perjalanan pulang. Rey menggelengkan kepalanya tidak percaya.


"Mengapa aku selalu dikelilingi dan cintai oleh wanita-wanita gila! Apa wajah aku ini terlalu tampan sehingga dapat membuat para wanita gila. Cih!" gumam Rey berdecak. Namun, sesaat dia tersenyum.

__ADS_1


"Apakah Aya juga akan mencintai aku dengan gila. Jika dia yang gila, maka aku akan dengan senang hati akan menerimanya kegilaannya," gumam Rey kembali dengan rasa hati yang berbunga-bunga."Tetapi, dia wanita yang berbeda," batinnya.


Ketika sedang bergumam sendiri. Mama Salamah menelfon jika Aya menghilang.


"Apa mamah sudah periksa semua rumah sakit! Apartemen! Rumah utama! Sekolah?" tanya Rey panik.


"Sudah sayang. Semua tidak ada keberadaan Aya!", jawab Mama Salamah panik.


Rey mematikan telfon dengan perasaan gusar dan panik.


Dia mencoba p menelpon Aya, tetapi tidak aktiv.


"****! Kemana Aya? Apakah ini ulah Axelin lagi?" umpat Rey. Mi ada hubungannya dengan hilangnya Aya.


Rey menepikan mobilnya untuk menenangkan dirinya sendiri.


"Huufft! Aya, dimana kamu?" Rey mencoba untuk berfikir. Akhirnya, selang beberapa menit, Rey menancapkan mobilnya untuk pergi ke suatu tempat.


Setelah sampai tempat tujuan. Rey berjalan kemakan Wisnu. Dia melihat terkejut, ternyata Aya tidak ada disana.


Rey tertunduk sambil berjalan kearah makam Wisnu.


Rey berjongkok dan menatap sayu.


.....


Disisi lain, Aya ternyata berada dirumah mantan mertuanya, yaitu orang tua almarhum Wisnu.


Aya datang kesana untuk meminta jalan keluar tentang apa yang sudah terjadi dengan dirinya dan Rey.


"Semua terjadi begitu saja, Abah, ibu. Sungguh, Aya tidak pernah bermaksud untuk menghianati a'ak Wisnu mesksi dia kini telah tiada," ucap menundukkan kepalanya.


Kedua orang tua Wisnu tersenyum. Lalu, Abah berkata," Jika Wisnu saja telah merestui kalian, lalu apa hak kami untuk menghalangi jalan hidupmu yang baru nak, Aya," ungkap Abah.


"A...apa maksud Abah?" tanya Aya belum memahami.


"Kami ingat insiden ketika dirumah sakit pada waktu itu. Bukankah Wisnu sendiri telah meminta kamu dan Rey untuk bersatu dan menjaga anak-anak bersama," jelas Abah.


Aya terdiam. Ketika itu, pikiran Aya tidak sampai kesana. Aya hanya berfikir jika, dirinya dan Rey harus menjaga anak-anak mereka dengan baik. Aya tidak terfikirkan jika sebenarnya Wisnu ingin dirinya dan Rey bersatu dalam ikatan.


"Aya, jika memang demi anak-anak, apalagi yang kamu fikirkan. Hani membutuhkan seorang ayah untuk melengkapi perkembangannya. Kami serahkan semua keputusan ditangan mu. Kamu mau menerima Rey atau tidak, itu adalah hak kamu. Tetapi, ibu ingin kamu lebih memikirkan Hani," ujar Ibu.


Aya masih terdiam. Dia memendam kebimbangannya sendirian.


Ketika Aya pulang dari rumah mertuanya, Aya pun pergi kerumah paman dan bibinya berniat untuk meminta pendapat dan jalan keluar. Tetapi sama saja, bahkan paman dan bibiknya tidak ingin ikut campur tetapi mereka juga berharap jika Aya dapat menerima Rey demi Hani.

__ADS_1


Aya masih berat hati meninggalkan kampung halamannya.


"Mengapa mereka masih mendukung aku untuk kembali rujuk dengan A'ak Rey! Mengapa?" batin Aya risau.


Meski Aya sudah mengakui jika dirinya juga mencintai Rey. Tetapi ia juga Sebenarnya masih sangat meragukan perasaannya sendiri.


Aya akhirnya memutuskan untuk pergi ke makam suaminya. Aya berniat untuk mencurahkan segala kerisauan dalam hatinya.


Ketika sampai di makan suaminya, sungguh terkejut Aya ketika melihat Rey juga ada disana.


"A'ak! A'ak ngapain disini?" tegur Aya.


"Aya! Kamu disini? Kamu kemana saja! Mengapa tidak memberi tahu kami kemana kamu akan pergi! Kamu tahu, semua orang cemas ketika kamu hilang!" hardik Rey terlihat sangat kecewa dengan Aya yang pergi tanpa memberi kabar.


Aya terdiam mendengarkan ucapan Rey yang terdengar sangat marah kepadanya.


"Maaf Ak. Aku hanya..." Aya ragu.


"Jika kamu memang tidak bisa bersamaku, jika kamu meragukan segalanya tentang aku, katakan saja. Aku tidak masalah! Aku akan menjelaskan pada publik apa sebenarnya yang terjadi,! Aku akan menjelaskan kepada mereka jika kita tidak memiliki hubungan apapun!" ucap Rey sembari membuang mukanya.


JDER!


jantung Aya tiba-tiba bergemuruh mendengar ucapan Rey. Entah mengapa, Aya sangat kecewa dengan apa yang sudah Rey ucapkan.


mata mulai berembun dan berkaca.


Tes


Tes


Tes


Satu, dua ,tiga tetesan air mulai membasahi tanah.


Rey mencoba untuk melirik Aya yang hanya diam membisu. Betapa terkejutnya Rey ketika melihat Aya yang sudah berlinang air mata.


"Aya..?" desis Rey lirih.


"Hiks...hiks...!" tanpa mengatakan apapun, Aya berlari mencoba untuk menjauhi.


Sebenarnya, Aya sendiri tidak mengerti mengapa dia bisa sesakit ini mendengar ucapan Rey. Aya sendiri tidak mengerti apa yang sebenarnya ia rasakan.


"Aya tunggu !" teriak Rey mencoba untuk mengejar Aya. Tetapi langkahnya terhenti dan Rey menatap makan sahabatnya.


"Bro, doakan gua!" ucap Rey sambil tersenyum tipis didepan makam Wisnu.

__ADS_1


__ADS_2