IkhlasKu TetanggaKu MaduKu

IkhlasKu TetanggaKu MaduKu
Milikku 3


__ADS_3

Wisnu mencoba untuk mempertahankan kesadarannya. Namun, ketika Wisnu membuka matanya, nyatanya kini Wisnu berada ditempat yang begitu sangat asing untuknya.


Wisnu menatap dirinya yang tiba-tiba berpakaian serba putih. Bahkan tubuhnya terlihat sangat fresh dan juga rambut sangat lebat di kepalanya. Wajahnya putih merah berseri-seri.


Ketika dalam kebingungan. Datang seseorang menghampiri dirinya. Dia nampak muda dan tampan, tetapi Wisnu mengenali orang itu.


"Ustadz Abah? Assalamualaikum, ustadz?" sapa Wisnu yang langsung mencium tangan Ustadz Abah Zaki.


"Walaikum salam anakku. Selamat datang, kamu kini adalah bagaian dari kita," jawab ustadz Abah.


Namun Wisnu masih nampak bingung tak percaya.


....


Di dunia nyata, kini Aya dengan histeris ikut mendorong ranjang yang Wisnu tempati.


"Ahahaaahaaa ahahaaa aaaaa.... Abiiiii bertahanlah, abiii! Hiks...jangan tinggalkan Umi dan Hanaaa aaaa aaaa!" teriak Aya histeris.


"Maaf, buk. Tunggu disini, biar sisanya kami yang menangani!" ucap Suster.


"Tapi sus!" Aya masih tidak rela.


Rey menahan Aya dan merangkulnya.


"Aya, biarkan mereka melakukan tugas mereka!" ucap Rey dengan tegas.

__ADS_1


"Haaa aaaa aaaa.. Suamikuu!!" tangis pilu Aya sangat menyayat hati.


Rey hanya bisa merangkul Aya untuk menguatkannya. Meski Rey sendiri sangat tidak menyangka jika ini akan terjadi kepada Wisnu. Sungguh Rey sangat berharap semoga Wisnu dapat sembuh dan kembali kepada mereka.


Mora dengan langkah kaki geram langsung menarik Aya yang sedang berada di pelukan Rey dengan sangat kasar.


PLAK!


Mora tiba-tiba menampar Aya dengan sangat kuat sampai tangan Mora sendiri terasa sangat panas


"Mora!" bentak Rey tidak terima.


Namun Mora masih tetap menatap Aya dengan tatapan yang sangat tajam. mata Mora memerah dan bibir bergetar. Sungguh Mora sedang menahan gejolak amarah yang ingin ia tumpahkan ke Aya.


"Mora! Apa yang kamu lakukan!?" tanya Rey.


Aya sendiri terdiam dan terkulai lemes mendengar semua tuduhan Mora. Aya sampai tersungkur karena dia menyadari jika semua ini adalah salahnya.


Semua yang terjadi pada Wisnu adalah gara-gara dirinya.


Awalnya, Wisnu celaka hanya karena ingin mengambil uang untuk pengobatan abahnya. Kedua, Wisnu celaka gara-gara dirinya yang terlalu naif. Mora benar, hanya karena dirinya merasa wanita yang paling tersakiti, Aya sampai melupakan kebaikan dan ketulusan Wisnu. Namun, semuanya kini sudah terlambat. semua penyesalan pun sia-sia.


"Haaaaaaaaaaaaaaaaa!!!" teriak Aya frustasi.


"Aya! Aya, sabar kan dirimu. Istighfar Aya! Kita berdoa supaya Wisnu baik-baik saja," ucap Rey merangkul Aya untuk menguatkannya.

__ADS_1


Mora menarik Rey dengan sangat kuat supaya Rey melepaskan pelukannya kepada Aya.


"Lepaskan wanita pembawa sial ini, Rey! Beruntung kamu dulu segara menceriakan wanita ini! Jika tidak, mungkin kamu juga akan mati," lanjut Mora mencoba menyudutkan Aya.


PLAK!


Rey dengan sangat kuat menampar Mora.


"Rey!" Mora tidak percaya.


"Pergi dari sini sebelum kesabaran ku habis. Bilang sama mama untuk mengurus anak-anak. Karena, jika masih ada waktu aku akan membawa Wisnu ke keluar negeri untuk berobat!" ucap Rey sambil menahan amarah.


Mora dengan kesal akhirnya meninggal Aya dan Wisnu sendiri.


Tanpa mereka sadari, Axelin ternyata mendengar semua ucapan Mora. Axelin kerumah sakit karena teman sekantornya ada yang sakit dan dia menemaninya untuk periksa. Axelin baru tahu kenyataan, jika Aya adalah mantan istri dari Rey. Sungguh Axelin tidak pernah menyangka hal ini. Axelin pun memutuskan untuk pergi.


Sampai akhirnya kedua orang Wisnu datang. Mobil yang dinaiki kedua orang tua Wisnu mengalami ban bocor sehingga mereka datang terlambat.


"Aya! Aya, bagaimana keadaan Wisnu nak!" tanya ibu dengan sangat cemas.


"Hiks...hiks...!" Aya hanya menggelengkan kepalanya sambil menangis.


Aya sungguh sangat tertekan dengan apa yang sudah Mora ucapkan.


"Nak Rey, bagaimana?" tanya Abah kepada Rey.

__ADS_1


"Kita belum tahu Abah. Jika masih ada kemungkinan, aku akan membawa Wisnu ke Singapura," ucap Rey.


Kedua orang Wisnu hanya bis terdiam dan tertunduk. Sungguh, hati orang siapa yang tidak sakit ketika melihat anaknya sakit separah ini. Dia orang tua adalah" Tuhan, andai bisa ditukar, biarlah aku saja yang sakit tetapi sembuhkan anakku"


__ADS_2