
Aya sesegukan dipelukan mama Salamah. Ia meratapi suaminya yang telah bersiap akan dibawa pulang ke kampung untuk pemakaman.
Aya ingin suaminya dimakamkan didekat makan kedua orang tuanya.
Aya tak pernah serapuh ini ketika kehilangan seseorang yang meninggal. Bahkan, disaat abahnya meninggal pun Aya tak serapuh ini. Bukan tanpa alasan. Semua karena Aya masih menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang menimpa Wisnu. Aya sendiri telah jatuh dalam tuduhan yang Mora berikan kepadanya. Bahwa semua yang terjadi atau yang dialami oleh Wisnu adalah karena dirinya. Aya sendiri tidak dapat melupakan bagaimana Wisnu celaka didepan matanya sendiri. Karena Mora, akhirnya kenangan lama pun terlintas dalam benak Aya dan membuatnya sangat rapuh.
Aya nampak kehilangan jati dirinya. Aya telah kehilangan jiwanya. Nampak bayang-bayang kebahagiaan yang sudah mereka lalui bersama sejak 3 tahun terakhir sebelum sampai akhirnya penyakit itu datang dan membawa duka.
2 tahun Aya menemani suaminya bertobat. Segala cara medis dan tradisional memang sudah mereka lakukan. Wajar saja jika Wisnu sudah enggan jika harus dibawa ke Singapura. Karena Wisnu sendiri tahu, dokter paling handal dan ahli sudah ada dirumah sakit milik Rey. Tetapi nyatanya, dokter itu pun angkat tangan. Wisnu berpikir, pergi ke Singapura hanya akan membuang-buang uang. Wisnu sangat memikirkan masa depan anaknya. Dari pada habis untuk berobat yang kemungkinan besar sembuh hanya 1% lebih baik di tabung untuk Hani.
Setelah sampai di kampung halaman, Aya hanya bisa diam dan pasrah melihat suaminya. Ia ikut memandikan suaminya untuk yang terakhir kali.
Yang memandikan hanya Aya, Rey dan Abahnya Wisnu saja. Aya tidak ingin jasad suaminya dipertontonkan.
__ADS_1
Aya memandikannya dengan sangat pelan dan lembut. Aya sangat hati-hati ketika memijat perut suaminya agar semua kotorannya keluar.
Setelah memandikan. Wisnu di kafani lalu disholatkan. Semua berjalan dengan sangat kusyuk dan cepat. Aya tidak ingin mengundur-ngundur waktu untuk memakamkan jasad suaminya.
Setelah ikut menyolatkan suaminya. Kini akhirnya Wisnu di angkat untuk di bawa ke pemakaman.
Aya berjalan sambil terus meneteskan air mata. Ia tak henti-henti bersholawat, tak henti-hentinya berdoa untuk sang suami.
Rey sendiri paling depan bagian kanan menjujung keranda. Bahkan dia enggan untuk digantikan oleh siapapun. Ini adalah penghormatan terakhir Rey kepada sahabatnya yang sangat ia cintai.
Kini saatnya jasad dipendam. Rey sendiri dengan sigap untuk menerima jasad Wisnu. Bahkan Rey juga yang mengadzani jasad Wisnu. Terdengar suara adzan yang sangat menyayat hati. Semua orang mendengarnya ikut hanyut dalam kesedihannya.
Setelah tanah dilempar ke liang lahat. Terdengar suara pilu Aya sangat menyayat hati.
__ADS_1
"Abiiiiiiiiiiii..... Ahaaaa..aaaaa...aaaaa!"
Semua orang pun hanya bisa ikut terisak-isak.
Rey sendiri sudah tidak perduli dengan tanah yang mengotori baju Koko putihnya. Dia tidak perduli jika tubuhnya kotor dengan tanah yang basah.
Orang-orang pun banyak yang terharu. Karena, sangat jarang ada orang kaya, muda apa lagi dari kota yang mau dan siap untuk kotor-kotoran menguburkan jenazah yang bisa dibilang tidak ada aliran darah atau pun bukan saudara.
Penghormatan Rey terhadap Wisnu tidak main-main. Ibaratkan jika keluarga bersedia menggunakan peti, maka Rey sendiri akan membelikan peti yang paling mahal dan paling bagus kualitasnya untuk sang sahabat. Tetapi keluarga menolak karena tidak ada uzur dan dapat dibilang tanah atau kuburan didesa mereka sangat layak.
Hukum menggunakan peti tanpa uzur ialah makruh ( apabila dikerjakan tidak berdosa. Jika ditinggalkan mendapatkan pahala).
Uzur yang dimaksud, apabila tanah berlumpur/sering ada bintang buas yang dapat menggali kuburan, maka sangat disarankan untuk menggunakan peti bahkan bisa diwajibkan.
__ADS_1
ketikan semua pemakaman selsesai. Hanya tinggal Aya sendiri. Aya masih enggan untuk meninggalkan makan sang suami.
"Abi, sekarang Abi dapat tidur dengan nyenyak. Abi sekarang tidak merasakan sakit lagi. Abi, salam untuk Ibu dan Abah ya. katakan pada mereka jika kita sudah memiliki anak perempuan yang sangat cantik. Abi, Abah pasti sangat senang ketika mendengar Abi adalah menantu Abah. Abi tahu, sebenarnya Umi pernah mengatakan pada Abah jika umi menyukai Abi. Tetapi itu dulu ketika Umi masih kecil, jadi Abah mengira jika Umi hanya bermain-main saja. Abi, hiks...hiks... Abi.. huuu..uuu.. uuuu... Abi yang tenang Disana ya, Abi jangan khawatirkan umi dan Hani. Umi akan menjaga Hani. Abi, Umi akan sering -sering berkunjung. hiks....hiks... Abiiii...!" terdengar keluhan Aya sangat mengharukan. Rey hanya bisa menatap dari kejauhan. Bahkan, untuk saat ini Rey tak terfikirkan untuk mengganti posisi Wisnu di hati Aya. Bahkan Rey tak akan meminta dan tak akan pernah meminta Aya untuk menerima dirinya.