
Mereka sampai di sebuah restoran mewah dan Steve langsung menggandeng tangan Alice sedangkan Vano sudah bangun..
Sebenarnya mereka akan pulang saja karena Vano yang tertidur namun tiba-tiba Vano Bangun dan langsung tersenyum Mereka pun melanjutkan rencana mereka untuk makan siang diluar..
Mereka pun duduk di kursi pojok dan memesan makanannya..
" Yank,, aku ke toilet bentar ya Ucap Steve
Alice hanya mengangguk karena masih mengurus Vano..
Tiba-tiba seseorang laki-laki mendatangi Alice..
" Alice,, ucap laki-laki itu
" Eh Ka Bimo,, Ucap Alice
" Kamu sama siapa Lis,,
" Sama Steve ka,
Ka Bimo sama siapa,
" Oh Aku,, aku sendiri Lis..
Steve yang baru keluar kamar mandi melihat Alice sedang bicara dengan seseorang langsung menghampirinya..
" Udah Yank,, Ucap Alice
Steve hanya mengangguk dan tersenyum..
" Yank,, kamu masih ingat sama Ka Bimo kan,,
" Oya,, Halo,, Ucap Steve mengulurkan tangannya..
" Oya Apa Kabar,,
" Baik,,
" Em,, Ya udah kalian nikmati makannya aku ke sana dulu,,
" Iya Ka,,
Steve duduk di depan Steve sambil menatap Alice..
" Jangan bilang kamu cemburu lagi ya Yank,, Ucap Alice yang menyadari Steve terus menatapnya
Steve hanya terdiam dan malah memilih bermain dengan Vano..
" Sayang,, aku bicara sama kamu,, Ucap Alice memegang tangan Steve
" Ya Aku denger,,
" Yank,, liat, Aku,,
Cuma kamu yang ada di hati aku, cuma kamu yang aku cinta, Kamu Satu Selamanya buat aku,, buat Vano,, Ucap Alice..
Steve menatap wajah Alice,
Dia baru mendengar Alice mengatakan seperti itu, dia benar-benar merasa Bahagia..
Steve pun tersenyum dan menggenggam tangan Alice..
" Kamu Juga Satu Selamanya Yank,, Ucap Steve..
Tanpa mereka sadari Bimo terus menatapnya, dia merasa iri dengan laki-laki itu yang berhasil mendapatkan hati Alice..
Bimo sudah lama menyukai Alice, namun Alice selalu menganggapnya Kakak..
Bimo sudah lama mengenal Alice dari saat orang tua Alice masih hidup sampai mereka meninggal dan Bimo lah yang selalu membantu Alice juga memberikan pekerjaan untuknya,,
__ADS_1
Walaupun begitu, Bimo merasa bahagia karena sekarang Alice sudah hidup bahagia dan mempunya suami yang sepertinya sangat mencintainya juga mereka telah dikarunia jagoan yang sangat menggemaskan..
***************
Setelah menidurkan Vano,
Alice pun berjalan masuk kamar mandi untuk membersihkan badannya namun tiba-tiba kepalanya sangat pusing dan pandangannya kabur..
Alice pun langsung memegang kursi dan duduk di sana..
Steve yang sedari tadi sedang membuka leptopnya langsung berlari menghampiri Alice karena melihatnya..
" Astaga Yank,, Kamu kenapa..
Muka kamu juga pucat
Alice hanya menggeleng dan memegang tangan Steve
" Kita ke dokter,,
" Engga Yank,, aku Gapapa..
Bantu aku ke ranjang aja Ya,,
Steve pun langsung menggendong Alice dan merebahkannya diatas ranjang..
Alice memejamkan matanya karena merasa sangat pusing..
" Kamu tunggu sebentar Ucap Steve
Steve berjalan keluar menuju dapur dan membuatkan teh hangat untuknya..
Setelah kembali dengan membawa secangkir teh hangat, Steve membantu Alice untuk meminumnya..
" Kamu istirahat aja Ya,, Ucap Steve
" Kamu temani aku, aku gag mau ditinggal Ucap Alice
" Aku akan disini temani kamu Yank,,
Kamu istirahat ya..
Alice pun menenggelamkan wajahnya di dada Steve dan memejamkan matanya..
-
Steve terus mengusap kepala Alice yang sudah terlelap namun saat tangannya menyentuh kening Alice,
Steve langsung kaget karena Alice demam dan badannya pun malah menggigil..
" Astaga Yank,,
Kamu demam Ucap Steve langsung mengambil air hangat dan mengompresnya..
Cukup lama Steve terus mengompresnya namun demamnya tidak kunjung turun Dan badan Alice masih terus menggigil..
Steve pun langsung memanggil salah satu pelayan..
" Mba,,
Tolong kamu jaga Vano malam ini, Alice lagi demam Ucap Steve
" Baik Tuan,,
Biar Den Vano tidur bersama Saya,, Apa Nyonya mau saya buatkan teh hangat..
" Tidak,
Alice sudah tertidur
__ADS_1
Steve pun memberikan Vano kepada pelayan dirumahnya, dia sebenarnya merasa kasihan dengan Vano namun dia gag ada pilihan karena Alice demam dan dia tidak mau mengganggu Alice istirahat juga takut Vano malah tertular..
Alice membuka matanya saat merasakan ada sesuatu dikeningnya..
" Yank,, Ucap Alice lemah
" Sayang,, Kita ke Rumah Sakit ya..
Kamu demam tinggi
" Engga,, Kasihan Vano..
" Tapi Yank,,
" Sayang pleas,,
Steve pun mengangguk pasrah dan memberikan obat penurun panas kepadanya dan terus mengompresnya..
-
Steve merasa sedikit lega karena demam Alice sudah turun, dan sudah tidak menggigil semalaman Steve sama sekali tidak tidur dia terus menjaga Alice..
Alice terbangun dan melihat Steve hany masih terpejam disampingnya..
" Yank,, Kamu gag tidur Ucap Alice
" Aku gag bisa tidur Yank,, Aku takut kamu kenapa-kenapa
" Aku udah Mendingan,, kamu tidur ya, Vano dimana
" Vano sama pelayan,
Kamu istirahat dulu ya, biar Vano sama mereka..
Alice langsung memeluk Steve, dan tanpa terasa air matanya menetes..
Dia sangat sangat beruntung mempunyai suami yang sangat mencintainya.. .
" Sayang, kenapa kamu menangis apa ada yang sakit, kepala kamu sakit, badan kamu panas lagi,, kita ke Rumah Sakit ya..
Alice menggeleng dan malah kembali memeluk Steve
" Sayang,, kenapa,,
" Makasih Yank,,
" Makasih buat apa zi Yank,
" Aku bahagia mempunyai suami seperti kamu, Maafin aku yang selalu membuat kamu khawatir, merepotkan kamu dan aku belum bisa menjadi istri yang baik untuk kamu..
" Ssttt,, kamu bicara apa zi Yank,,
Kamu Satu Selamanya dan Aku sangat mencintai kamu, mencintai Vano..
" Aku juga cinta kamu Yank,,
Steve mengusap air mata Alice dan mengecup keningnya..
Alice pun kembali memeluk Alice dan kembali memejamkan matanya karena memang kepalanya masih berasa pusing..
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Vote Kencengin Yuk Reader Kesayangan,,
Semangat kumpulin Poin..
Like juga komen kalian jangan lupa ya..
Love you all
__ADS_1
😘😘😘