
Setelah kejadian di Butik, Alice sudah sama sekali tidak pergi ke sana..
Dia lebih memilih mencari baju di Butik lainnya, dia pun sebenarnya penasaran dengan kejadian itu namun dia juga tidak mau memaksakan Cila untuk menceritakannya..
Alice juga belum bisa cerita dengan Steve atau Vano..
Cila sendiri semenjak kejadian itu dia belum kembali bertemu dengan Alice,,
Dia hanya berangkat ke kantor dan langsung pulang sorenya..
-
Seperti saat ini,,
Cila sedang membereskan mejanya karena memang sudah waktunya pulang dan dia ingin segera pulang ke rumah karena badannya sedikit tidak enak..
Ceklek,,
Pintu terbuka, Vano berjalan masuk dan menghampiri Cila yang masih sibuk beberes..
" Sayang,, Kamu mau langsung pulang..
" Iya Van,, aku mau langsung pulang, badan aku gak enak..
" Yaah padahal aku mau ajak kamu makan dulu, aku lagi Pengin makan bareng kamu,, kan kita udah lama gak keluar..
Cila menatap wajah Vano, dia pun tidak tega untuk menolaknya..
Dia pun tersenyum dan mengangguk..
" Ya udah aku temani kamu makan ya, tapi cuma makan saja..
" Beneran,,
" Iya Sayang,,
Vano tersenyum dan langsung menggandeng tangan Cila keluar ruangan..
Saat berjalan mereka bertemu dengan Doni yang juga akan pulang..
" Lo mau pulang juga Don,,
" Iya lah memangnya mau kemana lagi Van..
" Nginep aja,, lagian Lo pulang mau ngapain kan Lo jomblo..
" Astaga Lo bener-bener ya Van kalo ngomong,,
Vano hanya mengangkat bahunya dan kembali menggandeng Cila..
" Kamu tuh ya kalo Bicara,, kasihan Doni Van,,
" Biarin sayang,, kan memang bener..
Cila menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Vano..
Mereka sampai di depan kantornya, Vano membuka pintu mobilnya..
Mereka menuju restoran tempat dimana mereka akan makan malam..
__ADS_1
-
Vano dan Cila berjalan masuk restoran yang terlihat ramai pengunjung dengan terus bergandengan tangannya..
Mereka pun duduk di salah satu kursi yang masih kosong..
Pelayan langsung menghampiri dan memberikan buku menu kepada mereka..
" Silahkan Tuan, Nona ada bisa saya bantu,,
" Kamu mau pesan Apa Yank,, Ucap Vano menatap buku..
" Terserah kamu aja Van,,
" Saya minta Iga bakar, Udang saos padang, capcay sea food, terus es jeruk dua..
" Baik ditunggu..
Vano memberikan kembali buku menunya..
Mereka pun menunggu pesanannya..
Cila menatap sekeliling, ini baru pertama kalinya Vano mengajaknya ke sini..
" Kamu sering makan di sini Van,,
" Engga juga,, Cuma baru beberapa kali aja.. Kenapa hem,,
" Gak papa,, cuma ramai banget di sini..
" Kamu gak suka,, kita bisa pindah Yank,,
" Memangnya kalo sudah pesan Kenapa, tinggal bayar terus kita cari tempat lain..
" Kamu tuh ya,, gak usah kita makan disini saja
Tidak lama pun pesanan mereka datang,,
Vano dan Cila menikmatinya,,
-
Setelah membayar semua makanannya, Vano dan Cila berjalan keluar restoran namun saat mereka menuju mobilnya tiba-tiba dia bertemu dengan Sintya..
" Eh kita ketemu lagi,, dunia memang sempit ya.. Ucap Sintya..
Vano menatap Sintya, dia tidak mengenalinya..
Alice hanya terdiam dan mengajak Vano menuju mobilnya..
" Oh,, jadi setelah bosan dengan Irvan sekarang cari mangsa lagi..
Benar-benar wanita murahan..
Cila menghentikan langkahnya, dia benar-benar sudah tidak tahan dengan Ucapan Sintya..
Dia pun langsung berjalan menghampirinya..
Plak,,
__ADS_1
Satu tamparan mendarat di pipi Sintya..
Vano pun langsung mengejar Cila, dia bingun siapa Wanita itu dan kenapa dia menghina Cila..
" Nona Sintya jaga mulut Anda,,
Saya sudah diem mendengar hinaan dari kalian, namun kesabaran saya juga ada batasnya..
" Kamu berani sekali menampar Saya, kamu gak tau siapa Saya hah,,
" Maaf Nona,, Memangnya siapa Anda..
Sudah sepantasnya Cila menampar Anda bahkan itu saja belum cukup untuk menutup mulut Anda..
Vano langsung menarik Cila masuk ke dalam mobilnya dan mereka meninggalkan retoran dengan Sintya yang masih terus memegangi pipinya yang terlihat memerah..
-
Vano melirik ke arah Cila yang masih terus meneteskan air matanya..
Dia pun langsung menghentikan mobilnya..
" Sayang,, Siapa dia..
Kenapa dia bisa bicara seperti itu,, dia juga menyebut naman Irvan..
" Aku mau pulang Van,, anterin aku pulang sekarang..
" Tapi sayang,,
" Aku mau pulang,,
Akhirnya Vano kembali melajukan mobilnya, dia terus menggenggam tangan Cila, dia benar-benar emosi dengan wanita itu..
Namun dia masih harus menenangkan Cila yang terus menangis..
Setelah sampai di depan rumah Cila,
Vano menatap wajah Cila, matanya terlihat sembab..
Vano pun menarik Cila agar Cila menatapnya..
" Sayang,, kamu
" Aku gak papa kok,, aku masuk dulu ya..
Aku capek Vano..
" Ya sudah kamu istirahat ya,,
Vano mengecup kening Cila, dan Cila langsung keluar mobilnya dan masuk ke dalam rumahnya..
Vano langsung menelpon Doni..
" Halo Don,, Cari tau siapa itu Sintya dan apa hubungannya dengan Irvan.. Ucap Vano
Setelah Vano menutup telponnya dia melajukan mobilnya untuk kembali ke rumah..
Dia benar-benar tidak terima melihat Cila diperlakukan seperti tadi, dia akan membuat perhitungan dengan Sintya..
__ADS_1