
" Alicia,,
Kamu apa kabar, kamu kemana saja selama ini ucap Bimo
" Aku Baik-baik aja Ka,,
Ka bimo apa kabar,, ucap Alice dengan tersenyum..
" Aku juga Baik Lis, ini anak siapa Lis,, Ucap Bimo melihat Vano
" Oh ini anak,,,
Ucapan Alice terputus karena Steve yang datang dan langsung memeluk pinggangnya..
" Sayang,, Ucap Steve
" Yank,, kenalin ini Ka Bimo
Ka Bimo kenalin ini suami Aku Steve dan ini anakku Kivano
Steve menjulurkan tangannya dan di balas Bimo..
" Steve,, suami Alice
" Bimo,,
" Yuk Sayang,, kita pulang kasihan Vano sampai tidur Ucap Steve
" Aku pulang dulu Ka,, Ucap Alice
" Oke Hati-hati..
Steve pun menggenggam tangan Alice yang menggendong Vano yang sudah tertidur..
-
Steve terus diam dan tidak berbicara apa pun, di mobil pun dia hanya menatap lurus dan sama sekali tidak menoleh atau mengajak Alice bicara..
Alice bingung dengan sikap Steve yang jadi diem seperti ini..
" Yank,, Ucap Alice
" Hem,, Ucap Steve tanpa menoleh
" Yank,, kamu kenapa zi
" Gapapa,, ucap Steve singkat..
Alice pun hanya menghela napasnya, dia pun kembali terdiam dan akan menanyakannya lagi dirumah karena tidak mungkin mereka bicara dan Steve sendiri sedang menyetir..
Mobil mereka berhenti di depan rumah,
Steve langsung turun dan mengambil tas juga belanjaan Alice,,
Alice menatap Steve, tidak biasanya dia seperti ini, Steve pasti akan menggandengnya posesif..
Alice pun berjalan dan mengikuti Steve masuk ke dalam kamarnya..
Steve meletakan paper bag juga tas Alice diatas meja dan berjalan masuk ke dalam kamar mandi, sedangkan Alice membaringkan Kivano yang tertidur lelap di Boxnya..
Setelah selesai Alice duduk di tepi ranjang untuk menunggu Steve yang sepertinya sedang mandi..
-
Pintu terbuka dan terlihat Steve berjalan keluar dan menuju lemari untuk mengambil kaos..
Steve memakainya dan masih terus terdiam,,
Alice terus menatapnya,
Dan saat Steve berjalan menuju Box Kivano Alice memanggilnya..
" Yank,,
" Hem,, ucap Steve terus memandang Vano yang tertidur..
__ADS_1
Alice sedikit kesal dia pun berjalan mendekat..
" Kamu kenapa jadi diem gini,,
" Gapapa,,
" Steve,, aku sedang bicara,,
Steve pun membalikan badannya dan menatap malas Alice
" Kenapa,,
" Kamu kenapa zi, aneh banget jadi diem gini
" Siapa Bimo Yank,, Ucap Steve
" Astaga Yank,, jangan bilang kamu sedang cemburu sama Ka Bimo..
" Aku memang cemburu, lagian siapa coba yang gag cemburu liat istrinya ngobrol dan bercanda dengan laki-laki lain..
Alice menangkup wajah Steve dengan kedua tangannya..
" Sayang Hei,, Kak Bimo itu Bos aku saat aku bekerja di Cafe dulu
Steve menggenggam tangan Alice dan mengajaknya duduk di sofa..
" Tapi kenapa kalian sangat akrab, seorang Bos dengan karyawannya,,
" Karena kita sudah lama kenal, dan Kak Bimo dulu sering membantu aku Yank,,
Aku menganggap dia seperti Kakak aku,,
" Tapi Yank,, tadi kalian tu..
" Aku udah punya kamu juga Vano sekarang dan aku hanya mencintai kamu suami aku..
Steve tersenyum mendengar ucapan Alice, Alice menjadi lebih dewasa setelah ada Vano diantara mereka..
Steve pun langsung memeluk Alice..
Alice mengangguk dan membalas pelukan Steve,,
Baginya Steve dan Vano adalah hidupnya,, mereka selalu ada didalam hatinya..
Karena mereka lah Alice selalu merasa bahagia dan tersenyum..
Alice mendongakkan kepalanya dan menatap wajah Steve..
" Jadi,, sekarang udah gag cemburu lagi kan
" Aku bakal selalu cemburu kalo liat kamu dekat dengan laki-laki lain Yank,,
" Berarti kamu juga bakal cemburu saat aku dekat dengan Vano Yank,,,
" Em,,, Bisa juga,,
Alice melepaskan pelukannya dan menyilangkan kedua tangannya didada..
" Astaga Yank,, Vano anak kita Lo anak kamu masa kamu juga mau cemburu zi
" Hahaha,, Gag lah Yank,, mana mungkin aku cemburu dengan anak sendiri
Alice pun tersenyum,
Namun saat Alice akan beranjak, Steve langsung menariknya dan Alice pun terjatuh dipangkuannya..
Steve mengecup singkat bibir Alice..
Alice menatap wajah Steve yang juga menatapnya..
Steve mendekatkan wajahnya dan membisikan ucapan ditelinga Alice..
" Sepertinya Vano sudah bisa mempunyai adik Yank,,
Alice membulatkan matanya..
__ADS_1
" Eh Engga,, Engga,,, Vano masih kecil belum juga satu tahun ucap Alice..
Alice berusaha untuk berdiri, namun dia kalah kuat dengan tenaga Steve..
Steve pun langsung membopong tubuh Alice dan membaringkannya diatas ranjang..
Steve kembali mencium bibir Alice, Alice pun membalas ciumannya..
Mereka terus melakukan ciuman panas mereka,
Steve pun menciumi leher Alice sampai meninggalkan bekas disana..
Saat mereka sudah memuncak dan Steve akan membuka baju Alice tiba-tiba terdengar suara tangisan Vano...
Mereka pun mengehentikan kegiatannya..
" Anak kamu bangun, Ucap Alice tersenyum
Alice pun membenarkan bajunya dan langsung berjalan mendekati Vano,
Alice menggendong Vano dan menimangnya..
Sedangkan Steve hanya memandang dengan wajah yang terlihat kesal..
Alice pun berjalan mendekati Steve juga membawa Vano yang digendongnya..
Dan kini Vano malah terbangun dengan mata yang lebar..
" Astaga Sayang,, kamu ganggu Papa aja deh, Ucap Steve mencium pipi gembul Vano
Seperti mengerti akan ucapan Papanya Vano malah tertawa dan tangannya menarik ingin digendong Steve..
Steve pun langsung mengambil alih Vano dan menggendongnya..
" Kamu ya,, gaga mau liat Papa senang deh, Papa mau kasih kamu adik lagi sayang,, Ucap Steve mengajak ngobrol Vano dan Vano terus tertawa menampilkan lesung pipinya..
Alice yang melihatnya pun hanya menggelengkan kepala dan tersenyum..
Dia pun keluar kamar dan berjalan menuju dapur untuk membuatkan susu Vano..
-
Alice kembali dengan membawa botol berisi susu untuk Vano, dia memberikannya kepada Steve..
" Yank,, kamu jaga Vano dulu ya,, aku mau masak Ucap Alice dan dibalasi anggukan oleh Steve..
" Kamu sama Papa dulu ya sayang,, Mommy mau masak dulu,, ucap Alice sambil mengecup pipi gembul Vano
" Cuma Vano aja ya dicium, Papanya engga ni Ucap Steve
Alice yang mendengar pun membalikan badan..
CUP,,,,
Alice mengecup pipi Steve dan kembali berjalan keluar kamarnya..
Sebenarnya Steve melarang Alice untuk memasak karena harus mengurus Vano dan Steve gag mau Alice terlalu lelah,
Namun Alice memaksanya,,
Bagi Alice mengurus Steve juga Vano sudah menjadi kewajibannya,,
Dan Steve pun hanya bisa menurut..
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Gaes,, Gaes,, Gaes..
Sore,, Masih pada setia kan menunggu kelanjutan Ceritanya..
Like, Vote juga Komen kalian dong,,,
Love you all
💋💋💋
__ADS_1