
Alice terbangun dan langsung berjalan menuju kamar mandi, karena dia akan pergi ke Rumah Sakit untuk memeriksakan kehamilannya..
Kehamilan Alice sudah memasuki usia 6 bulan dan perutnya pun sudah terlihat membesar,
Alice pun sudah sedikit susah berjalan dengan perutnya yang besar, dia pun sudah sering merasa lelah saat beraktifitas..
Alice keluar kamar mandi dan berjalan menghampiri Steve yang masih tertidur dia pun langsung membangunkannya..
" Yank,, bangun dong,,
" Hem,, bentar lagi Yank,, ucap Steve dengan masih terpejam
" Kan kita janjian sama Dokter Nia Yank
Steve membuka matanya dan mengucek dia melihat kearah Jam dinding yang sudah menunjukan pukul 7 pagi..
" Kamu udah mandi Yank,,
" Udah,, kamu buruan mandi Yank
" Iya Sayang,,
Steve pun berjalan masuk ke dalam kamar mandi..
Sedangkan Alice langsung membereskan tempat tidurnya..
Alice berdiri didepan Kaca, dia menatap badannya yang terlihat lebih berisi dan perutnya yang besar..
Steve yang berjalan keluar pun menghampiri Alice, memeluknya dari belakang..
" Kenapa,, ucap Steve
" Badan aku gendutan Yank ,,
" Terus,,
" Ya Gapapa,, aku jadi gag sabar aja Yank nunggu anak kita lahir..
" Aku juga gag Sabar Yank,,
" Ya udah kamu siap-siap, nanti keburu siang
Steve pun mencium pipi Alice dan berjalan menuju lemari mengambil baju dan langsung memakainya..
Setelah mereka bersiap, Steve pun membantu Alice berjalan,,
Dia tidak tega melihat Alice yang berjalan sedikit susah dengan perutnya yang besar..
Merekapun duduk di meja makan, namun Steve langsung mencegah Alice saat akan mengambilkannya sarapan..
" Kamu duduk aja Yank,, biar aku ambil sendiri Oke..
Alice pun tersenyum,
Steve mengambilkan sarapan di piring Alice dan juga dipiringnya..
Mereka pun menikmati sarapannya..
***********
Alice dan Steve terlihat memasuki Rumah Sakit dengan kedua bodyguardnya yang menunggu mereka di mobil..
Steve selau setia membantu Alice berjalan..
Mereka langsung duduk diruang Tunggu karena sebelumnya Steve sudah membuat janji dengan Dokter Nia..
Cukup lama mereka menunggu dan pada akhirnya seorang suster memanggilnya..
" Nyonya Steve,, ucap Suster
Steve dan Alice pun berjalan masuk ke dalam ruangan..
" Silahkan,, ucap suster
" Terimakasih Sus,,
__ADS_1
Merekapun masuk, Dokter Nia yang memang sudah menunggunya pun tersenyum..
" Halo Tuan Steve, Non Alice gimana kabarnya,,
" Halo dok,, Baik
" Gimana, apa masih merasa mual atau ada keluhan apa,,
" Sepertnya gag ada Dok, saya juga sudah mulai tidak mual dan sudah mulai enak pas makan
" Yuk,, kita periksa..
Alice pun langsung berbaring diatas ranjang dan Steve berdiri disampingnya..
Dokter Nia terlihat mengoleskan gel diperut Alice dan menggeser-gesernya alat diatasnya..
" Anak kalian sangat aktif, dia selalu merespon saat diajak ngobrol,,
Steve tersenyum saat mendengar detak jantung anaknya, dia tidak percaya jika sebentar lagi dia akan mempunya anak..
Steve pun menggenggam tangan Alice..
Mereka tersenyum melihat gerakan anak mereka dan penjelasan dari Doker Nia..
" Jadi Dok, apa anak kami sehat-sehat saja ucap Steve
" Anak kalian sangat sehat, dia juga sangat aktif.. Kalian juga harus sering mengajaknya ngobrol.. Walaupun dia berada di dalam kandungan namun dia akan meresponnya..
" Sebentar saya buatkan resep Vitamin dulu
Steve pun membantu Alice turun dan mereka menghampiri Dokter Nia yang masih mencatat resep vitamin..
" Ini Resepnya diminum sesuai aturan Ya..
" Baik Dokter terimakasih..
Merekapun berjalan keluar dan menuju Apotik untuk menebusnya..
" Yank,, aku seneng banget pas tadi liat anak kita aktif.. Ucap Alice
" Tapi kenapa dia selalu menutup ketika akan diperiksa jenis kelaminnya Yank,,,
" Apa saja Yank,, yang penting dia sehat, mommy nya juga sehat..
" Papanya juga sehat dong, biar jagain kita
" Pasti dong Yank, aku akan jaga kalian..
Sayang,, papa jadi gag sabar ingin ketemu kamu,, ucap Steve mendekatkan wajahnya di perut Alice.
Alice mengusap lembut kepala Steve, dia senang Steve selalu mengajak anak di perutnya ngobrol,,
Di balik mereka yang sedang merasakan bahagia ada seorang perempuan yang hatinya sangat panas Melihat kebahagiaan mereka..
Dia adalah Tania, dia tidak sengaja melihat mereka berada di Rumah Sakit karena dia pun sedang berada disana untuk menjenguk temannya..
"Bersenang-senanglah dulu kalian, dan setelah itu aku akan membuat kalian menangis merasakan apa yang aku rasakan sekarang, aku gag akan biarkan kalian hidup bahagia,, " batin Tania
Tania pun terlihat mengambil ponsel di tasnya dan menghubungi seseorang..
-
Setelah Mereka selesai menebus Obat Steve langsung menggandeng Alice berjalan keluar Rumah Sakit,
Semenjak Alice hamil Steve selalu bersikap protektif kepadanya namun itu juga untuk kebaikan Alice dan Alice pun mengerti itu semua..
" Yank,, aku pengin makan bakso deh ucap Alice
" No Sayang,, gag sehat,, mending yang lainnya aja Oke
" Ya udah mie ayam,,
" Engga engga,, apa lagi mie ayam,, lainnya aja Sayang..
" Es Krim vanila coklat deh,, ucap Alice pasrah
__ADS_1
" Kalo Es Krim boleh sayang,, tapi juga gag boleh banyak-banyak
" Terserah deh.. Ucap Alice kesal
" Sayang,, Ini buat kebaikan anak kita jangan ngambek ya..
" Hem,,
Steve pun menggeleng, dan membantu Keyla berjalan menuju mobilnya..
Namun saat Steve membuka pintu mobilnya entah bagaiman tiba-tiba ada sebuah motor yang melaju kenjang dan langsung menarik Tas yang dibawa Alice..
Alice pun langsung akan terjatuh namun untungnya Steve langsung menangkapnya sehingga Alice tidak jatuh..
Joni yang melihatnya pun langsung berlari menghampiri mereka sedangkan Jono langsung mengejar motor itu..
" Sayang,, kamu gapapa ucap Steve
Alice hanya menggeleng dan wajahnya sedikit pusat, dia merasa sedikit syok..
" Maaf Tuan,, kami terlambat..
" Dimana Jono,,
" Dia mengejar motor itu Tuan..
" Baiklah,, sekarang kita pulang ke rumah..
Joni langsung membukakan pintu mobilnya dan Steve membantu Alice masuk..
Alice terus memeluk tubu Steve, jantungnya berdetak kencang, wajahnya sangat pucat..
" Sayang,, tenang ya kamu gapapa,, anak kita juga gapapa.. Ucap Steve dengan mengecup kening Alice
" Mereka siapa Yank,, ucap Alice gemetar
" Kamu gag udah pikirin mereka ya..
Alice mengangguk dan memejamkan matanya, kepalanya sedikit pusing..
" Kepalaku pusing Yank,,
" Kamu tidur aja Yank, kita langsung kembali ke rumah..
Alice pun memejamkan matanya namun dia tidak bisa tidur, dia masih tidak menyangka jika tadi dia sampai terjatuh..
Bagaimana dengan anak di dalam perutnya nanti..
Air matanya pun tanpa terasa menetes membayangkannya..
-
Disisi lain,,
Steve merasa sangat emosi, lagi-lagi ada orang yang akan mencelakai Alice dia pun tidak akan membiarkan orang itu hidup tenang..
Dia akan membalas perbuatan siapa saja yang berani mengganggu Istri Kecilnya juga keluarganya..
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Aduh,, siapa lagi yang akan mencelakai Alice.. 😱😱
Ceritanya udah mulai tegang Gaes,,,
Author sedikit kasih bocoran deh,, mulai disini Steve akan membalas satu persatu yang sudah menyakiti Alice Istri Kecilnya.. 😖
Terus ikuti kelanjutannya Ceritanya..
Like, Vote juga komen kalian mana dong..
Bikin author semangat,,
Love you all
💋💋💋
__ADS_1