Istri Kecilku

Istri Kecilku
Season2 ANCAMAN


__ADS_3

Cila kembali ke kamarnya untuk Beristirahat.. Kepalanya benar-benar masih terasa pusing tubuhnya pun sangat lemas..


Dia memejamkan matanya, namun terdengar suara dering ponselnya..


Dia pun mengambilnya dari atas nakas dan langsung mengangkatnya..


" Halo,, Ucap Cila


" Sayang,, kamu kenapa kok suara kamu lemas gitu.. Ucap seseorang diseberang


Cila langsung membuka matanya saat dia mendengar suara Vano diseberang..


" Vano,, Ucap Cila kaget..


" Sayang, kamu belum jawab pertanyaan aku,, kamu kenapa, kamu sakit,,,


" Aku,, Aku,, aku gak papa Van,


" Kamu gak bisa bohong sama aku ya..


Sekarang kamu dimana,,


" Aku cuma sedikit pusing Van,,


Aku di rumah, hari ini Ibu yang ke Butik..


" Oke.. Kamu tunggu di rumah..


Aku ke sana sekarang,,


" Tapi Van,,


Tut,, tut,, tut,,


Cila menghela napasnya,,


Vano selalu saja bersikap seperti itu jika tau Cila sakit..


Sebenarnya Cila tidak mau Vano merasa khawatir, tapi dia juga tidak bisa berbohong didepannya, dan Vano selalu bisa tau jika Cila sedang berbohong..


Cila kembali membaringkan tubuhnya dan memejamkan matanya..


-


Vano langsung keluar kamarnya,


Dia hanya minum susu buatan Alice dan tidak ikut sarapan bersama Steve dan Alice..


" Pa,, Mom,, Kakak ke rumah Cila dulu ya..


" Lo Kak,, kakak gak sarapan dulu..


" Engga Mom,,


" Memangnya Cila kenapa Kak,, Ucap Steve

__ADS_1


" Cila Sakit Pa, dia di rumah sendirian.. Bu Nita sudah ke Butik..


" Astaga,, Ya udah kamu temani Cila..


Ajak Cila ke Dokter ya Kak..


" Iya Mom,,


Kakak pergi dulu Pa Mom,,


" Iya,, Kakak hati-hati ya..


Vano mengangguk dan langsung berjalan keluar..


Alice memandang Steve yang sedang menikmati sarapannya..


Sedangkan Steve yang merasa Alice terus menatapnya menoleh..


" Kenapa Yank,, kok liatinnya gitu..


" Jadi inget kamu Yank,, selalu saja panik saat tau aku sakit..


" Itu Karena Aku sayang sama kamu,, sama seperti Kaka yang juga sangat menyayangi Cila.. Tapi aku bangga Yank sama Kaka dia benar-benar tumbuh menjadi laki-laki yang dewasa juga tanggung jawab..


Alice tersenyum dan mengusap pipi Steve..


" Aku bangga sama kamu, sama Kaka..


Kalian benar-benar laki-laki yang selalu bertanggung jawab..


" Ya sudah kamu lanjut sarapan dulu..


********


Vano yang sudah berada di jalan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang karena jalanan memang sedikit padat..


Dia pun berencana membelikan Cila sesuatu..


-


Di rumah Cila memejamkan matanya,,


Namu dia mendengar jika pintu rumahnya diketuk dari luar..


Dia pun beranjak dengan Hati-hati,


" Mungkin itu Vano, Kau buka dulu deh"


Cila berjalan untuk membukakan pintu rumahnya..


Ceklek,,


Pintu terbuka, Mata Cila membulat saat melihat seseorang di depannya tersenyum dan menatapnya,,


Bukan Vano yang di sana,,, laki-laki yang sangat membuatnya kesal..

__ADS_1


Apalagi jika mengingat kejadian semalam..


" Pagi Cila,,, Ucap Irvan..


" Mau apa lagi Kak Irvan ke sini,, Ucap Cila kesal..


Flashback


Pagi-pagi Irvan sudah berada di depan rumah Cila seperti biasanya, dia terus mengawasi Cila setiap harinya..


Dan pagi ini dia mempunyai kesempatan bertemu dengan Cila saat melihat hanya Bu Niat yang pergi dan Cila berada di rumahnya sendirian..


FlashOn


" Apa Kakak gak di persilahkan masuk,,


" Maaf Ka, di rumah sepi..


Gak enak sama tetangga,,


Cila terus memegangi kepalanya yang bertambah pusing, pandangannya juga mulai kabur..


Brug,,,


Cila terjatuh ke lantai,


Irvan bingung kenapa Cila tiba-tiba jatuh pingsan..


" Astaga,, Cila.. Kamu kenapa Cila..


Irvan terus menguncang bahu Cila yang tak kunjung bangun..


Irvan melihat sekeliling yang sepi, dia pun langsung membopong tubuh Cila masuk ke dalam rumahnya dan menutup serta menguncinya..


Irvan membaringkan tubuh Cila diatas ranjang,,


Dia terus menatap inten semua bagian tubuh Cila yang terbaring..


Niatan buruk Irvan pun langsung muncul,


Dia tersenyum dan berjalan mendekatinya..


Dilihatnya Wajah Cila yang sangat cantik, tubuhnya yang begitu menggoda..


Dia menelan air liurnya saat melihat bagian dada Cila..


Irvan duduk di tepi ranjang, tangannya mengusap wajah mulus Cila..


" Sayang,, sekarang kamu milik aku..


Aku gak akan membiarkan laki-laki lain memiliki kamu,, ". gumam Irvan


Vano langsung mendekatkan wajahnya ke wajah Cila, namun tiba-tiba..


BUG,,,!!!

__ADS_1


__ADS_2