
Tania terlihat sangat marah ketika semua orang yang disuruhnya gagal untuk mencelakai Alice..
" Bod** kalian,, cuma ngadepin dua orang saja kalian gagal..
" Maaf Nona, mereka sangat lihai dalam berkelahi,,
" Kalian lima orang kalah hanya dengan dua orang hah,,
Semua hanya menunduk melihat kemarahan Tania,,
" Keluar kalian,,
Merekapun keluar, sedangkan Tania langsung membanting benda disampingnya..
Aldi yang baru pulang pun melihat Beberapa orang yang babak belur keluar dari rumah mereka,,
Aldi pun langsung masuk dan melihat Tania sedang duduk di sofa dengan wajah yang sangat emosi..
" Mereka suruhan kaka untuk mencelakai Alice
" Ya,, tapi lagi-lagi mereka gagal,,
" Ka,, Al minta kaka jangan celakai Alice lagi
" Maksud kamu,, ucap Tania menatap Aldi
" Ka,, kaka ingat wanita yang Al ceritakan sama kaka,, dia adalah Alice.. Al sangat mencintai Alice sama seperti kaka yang mencintai Steve..
" Apa kamu bilang Al,,
" Ka,, Al janji sama kaka untuk memisahkan mereka tapi Al mohon sama kaka jangan sakiti Alice ka,, Al akan membuat Steve kembali bersama kaka
" Tapi Al,, giman caranya..
" Al akan membawa Alice pergi, dan kaka bisa leluasa mendekati bahkan bisa kembali bersama Steve,,
Tania tersenyum licik,,
" Ok,, kamu bawa pergi Alice dan hidup bersamanya sedangkan kaka bisa hidup bersama Steve.. Kamu memang pintar,, ucap Tania..
Merekapun terlihat tertawa bersama dan membayangkannya..
**********
Steve langsung membawa Alice ke dalam kamarnya,,
__ADS_1
Alice masih terus terdiam, dia bahkan tidak berkata apa pun,,
Steve yang melihatnya khawatir, dia langsung mengambilkan air..
" Sayang, kamu minum dulu ucap Steve dengan membantu Alice meminum segelas air..
" Kamu tenang ya,, kita sudah dirumah lanjut Steve
Alice pun menatap wajah Steve dan memeluknya..
" Aku takut Yank, aku lelah seperti ini ucap Alice
" Sssttt,, kamu jangan bicara seperti itu,, aku gag akan biarkan mereka,, kamu percaya sama aku ya..
Alice hanya mengangguk,
" Kamu istirahat ya, aku temani kamu,,
Alice mengangguk dan langsung memeluknya..
Steve terus mengecup keningnya dan memeluk Alice,,
Merekapun terlelap..
Aldi terus berpikir untuk menculik dan membawa Alice pergi, dia khawatir Kakaknya akan semakin nekat dan akan melukai Alice wanita yang dia cintai..
Dia pun langsung menghubungi seseorang untuk membantunya,,
" Halo Ger,, ini gue Al
" Gue butuh bantuan Lo,, Lo dimana sekarang
" Oke gue ke sana sekarang..
Aldi pun langsung keluar untuk bertemu dengan seseorang,,
Andri dan kedua bodyguard terlihat sibuk menatap layar Leptopnya, dia terus mencari tau siapa dalang semua ini namun mereka cupu sulit karena mereka tidak ada bukti untuk menyalahkan Tania seperti dugaan mereka, dan lagi-lagi plat mobil yang mereka pakai pun itu hanya mainan..
" Sial,, kita gag ada bukti buat nyalahin Tania gumam Andri
Tidak lama Steve menelponnya dengan segera Andri langsung mengangkatnya..
" Halo Tuan,,
" Baik Tuan, kita segera ke sana
__ADS_1
Andri langsung menutup telponnya..
" Kita ke rumah Tuan Steve sekarang, dia tidak bisa meninggalkan istrinya..
Andri langsung membawa sebuah kota kecil yang memang sudah disiapkanya..
Dan mereka langsung bergegas menuju rumah Steve..
Steve menatap wajah Alice sebelum meninggalkannya,,
" Aku tinggal sebentar sayang,, ucap Steve mengecup kening Alice
Steve pun keluar dan menuju ruang kerjanya untuk menunggu Andri..
Tidak lama pun mereka sampai didepan rumah Steve,
Mereka langsung disuruh masuk karena Steve sebelumnya sudah memberitahu Hendra..
" Tuan,, sapa Andri
" Kalian,, duduk lah,,
Merekapun duduk di sofa dan terlihat mereka saling berbicara serius, entah apa saja yang mereka bicarakan karena Steve terlihat sangat emosi..
" Licik Tania,, aku gag akan biarkan dia menyentuh Alice..
" Maaf Tuan, ini benda yang yang anda minta sebelumnya.. Ucap Andri dengan memberikan sebuah kotak kecil yang dibawanya..
Steve langsung menerima dan membukanya..
Terlihat sebuah kalung yang memang sengaja didesain khusus dengan diletakkannya GPS di dalamnya..
Steve sengaja menyuruh Andri untuk membuatkannya karena ini hanya untuk jaga-jaga..
" Apa ini sesuai yang saya minta
" Iya Tuan, di dalam liontin itu sudah dipasang alat pendeteksi keberadaan siapa saja yang memakainya..
" Oke Baiklah,, kamu bisa pulang dan beristirahat,, dan kalian berdua bisa tidur disini ucap Steve
Mereka pun meninggalkan ruangan,
Steve terus menatap kalung yang dipegannya dia akan memakaikannya pada Alice untuk berjaga-jaga..
Dia pun berjalan menuju kamarnya dan melihat Alice yang masih tertidur, dia pun langsung berbaring disebelahnya dan tertidur dengan memeluknya..
__ADS_1
Steve pun merasa sangat lelah dengan aktifitasnya, dia harus mengurus perusahaan dan juga menjaga Alice ditambah masalah yang Tania terus perbuat kepada mereka..