
Cila membuka matanya setelah semalam dia sama sekali susah untuk memejamkan matanya,, entah jam berapa dia baru bisa terpejam..
Dia menoleh jam di dinding yang menunjukan pukul 6 pagi, dia pun menuju kamar mandi untuk mencuci wajahnya..
Di dapur Bu Nita sedang memasak makanan untuk sarapan mereka..
" Pagi Bu,, Ucap Cila berjalan dan mengambil air untuk diminumnya..
" Pagi sayang,, tumben kamu udah bangun,, kan ini hari libur Nak,,
" Cila gag bisa tidur Bu,,
" Lah kenapa,, apa ada yang kamu pikirkan..
Cila hanya menggelengkan kepalanya..
Dia berjalan duduk di meja makan dan menyangga wajahnya dengan kedua tangannya..
Bu Nita menata makanan dimeja sambil menatap wajah anak gadisnya yang terlihat muram..
" Cila,, Kamu pasti ada sesuatu kan..
Kamu gag bisa bohong sama Ibu Nak..
" Entah lah Bu,, Cila bingung
" Kamu mau cerita sama Ibu Nak..
Cila menghela napasnya, dia pun mulai menceritakan kegelisahannya..
" Jadi,, kamu menyukai Vano..
Cila hanya diam, dia sendiri pun tidak tau dengan perasaannya terhadap Vano..
" Yang tau cuma kamu sayang,, karena hati kamu yang merasakan..
" Iya Bu,, Cila tau..
" Ya Udah sekarang sarapan dulu ya..
Mereka mulai menikmati sarapannya..
-
Di tempat lain Yaitu di Jerman,,
Vano dan Gea baru saja sampai di rumah keluarganya..
" Mommy,, Ade kangen,, Ucap Gea dengan langsung memeluk Alice
" Sayang,, Mommy juga kangen Ade..
Steve yang baru saja keluar kamar pun langsung mendapatkan pelukan dari anak gadisnya..
" Papa,,
" Hey,, anak Papa..
" Mommy,, Vano kangen Mommy..
" Mommy juga Ka,,
" Kalian ke kamar dulu, bersih-bersih dan istirahat lah,,
" Ya Pa,,
Vano dan Gea langsung menuju kamarnya,,
Sedangkan Alice dan Steve pun menuju kamarnya karena memang disana masih malam..
-
Vano membaringkan badannya diatas ranjang, dia merasa sangat lelah namun matanya susah untuk terpejam..
Wajah Cila terus saja membayanginya..
Baru saja sehari tidak bertemu dengannya sudah merasakan rindu..
" Astaga,, kenapa wajah Cila terus saja membayang.. Kira-kira dia sedang apa di sana.. Bagaimana keadaan dia " gumam Vano
Vano mengambil ponselnya diatas nakas dan akan mengirimkan pesan,
__ADS_1
Namun dia kembali menghapus pesannya karena dia takut menganggu Cila..
Dia pun berusaha untuk kembali memejamkan matanya walaupun susah namun akhirnya setelah lama dia pun terlelap..
*******
Cila terus memandang Ponselnya,
Dia berharap Vano memberikan kabar untuknya, namun sampai saat ini pun Vano tidak sama sekali mengirimkannya pesan..
" Cila,, ada Irvan Nak.. Ucap Bu Nita
" Ah ya Bu,,
Cila keluar dan meninggalkan ponselnya di kamar..
" Eh Ka,, tumben ke rumah..
" Iya,, tadi Kaka habis nganter Mama ke butik sekalian mampir deh..
" Oya,, kita keluar yuk,,
" Kemana Ka..
" Em,, jalan-jalan aja..
Cila terdiam, sebenarnya dia malas keluar tapi dia juga bosan dirumah..
" Ya udah yuk,,
Setelah berpamitan dengan Bu Nita, Irvan pun mengajak Cila jalan-jalan..
Mereka menuju sebuah taman, banyak bunga-bunga di sana, karena masih siang jadi belum terlalu rame..
Mereka duduk di sebuah kursi yang memandang ke arah danau, bener-bener pemandangan yang sangat indah..
-
Vano membuka matanya karena sinar matahari mulai memasuki celah-celah dari jendela kamarnya..
Dia duduk dan kepadanya bersender di tepi ranjang dengan membuka ponselnya..
Tut,, Tut,, tut,,
Terdengar suara panggilan, namun tidak ada jawaban..
Dia pun terus menghubunginya namun tetap saja tidak ada jawaban..
Tiba-tiba pintu kamarnya terbuka, Gea langsung berjalan masuk..
" Astaga,, kaka baru bangun..
" Hem,, kaka semalem gag bisa tidur De..
" Buruan mandi,, ditungga Papa sama Mommy di bawah..
" Iya,, Kaka langsung mandi..
Gea berjalan keluar, dan Vano masuk ke dalam kamar mandi..
" Sedang apa Cila sekarang, kenapa dia tidak menjawab telponku,, ini kan hari libur..
Atau mungkin dia sedang istirahat ". gumam Vano
-
Cila dan Irvan asik menikmati pemandangan di sana,,
Tanpa mereka sadari ternyata hari semakin sore dan taman pun mulai ramai dikunjungi banyak orang,,
" Kamu laper gag Cil,, Ucap Irvan
" Laper zi Ka..
" Kita coba bakso di sana yuk,, banyak yang bilang bakso di sana enak..
" Oke, , Yuk ka..
Mereka berjalan menuju kedai bakso yang terlihat sangat ramai pengunjung,,
Untung saja mereka masih mendapatkan Kursi kosong..
__ADS_1
" Pa,, Bakso dua ya.. ucap Irvan
" Silahkan Den,,
Tidak lama menunggu akhirnya sampai juga baksonya..
" Gimana,, enak??
" Enak ka,, bener kata Kaka baksonya enak banget..
" Kamu habisin ya..
Irvan tersenyum melihat Cila yang malan dengan lahap, sebenarnya dia sudah lama menyukai Cila namun dia tidak berani mengungkapkan perasaannya, dia takut jika Cila tidak menyukainya..
-
" Kaka langsung pulang ya,, Mama udah minta dijemput, tolong bilangin juga sama Tante Nita ya Cil,,
" Iya,, makasih ya Ka.. Hati-hati
Cila masuk kedalam rumahnya setelah mobil Irvan sudah tidak kelihatan..
" Ibu dimana, kok rumah sepi ya "
" Bu,, Ibu,, Ibu dimana..
" Ibu di dapur Nak,,
" Ibu ngapain di dapur,,
" Ooh,, ini Ibu lagi bikin teh hangat Nak,,
" Ibu kenapa,, Ibu sakit
" engga,, cuma Ibu lagi pengin minum teh aja..
" Beneran Ibu gapapa..
" Iya Cila,, apa kamu mau sekalian Ibu buatkan
" Gag usah Bu,, Cila mau mandi dulu ya..
Bu Nita mengangguk..
-
Cila langsung masuk ke dalam kamar mandi..
Setalah sekitar 20menit, Cila keluar dengan masih memegang handuk kecil untuk mengeringkan rambutnya..
Dia berjalan dan duduk di tepi ranjang sambil membuka ponsenya..
Cila membulatkan matanya melihat ada 10 panggilan dari Kivano..
Dia pun segera menghubunginya balik..
Namun juga tidak ada jawaban dari Vano..
" Astaga,, Angkat dong Van,, "
Cila terus berusaha menghubungi Vano dan masih sama tidak dijawab..
" Kenapa gag diangkat ya.. Apa dia sedang sibuk di sana, Sudah lah "
Cila kembali meletakan ponselnya diatas nakas..
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Siang Kesayangan..
Author Up lagi nie buat kalian..
Semangat Kumpulin poin..
Vote,, Vote,, Vote..
Like juga Komen kalian..
Love you all
🤗🤗🤗
__ADS_1