
Setelah mengantarkan Alice pulang ke rumah Karena Alice juga harus Beristirahat Steve kembali menuju markasnya..
Dia akan mengurus para pelaku Teror yang membuat Bu Nita meninggal..
Vano sendiri masih terus menemani Cila di Rumah sakit karena keadaan Tubuhnya yang masih sangat lemah,,
" Apa kamu akan kembali ke Markas Pa,, Ucap Alice yang melihat Steve berganti pakaian..
Steve menoleh dan tersenyum..
" Kamu gak papa kan aku tinggal,,
" Apa kamu gak istirahat dulu, dari kemarin kamu terus pergi..
" Sayang,, apa kamu kangen denganku hem,,
Goda Steve..
" Dih,, Kepedean ya kamu,, aku cuma khawatir dengan badan kamu..
" Kamu gak usah khawatir Oke,, aku hanya sebentar dan bakal menemani kamu tidur..
Alice langsung mencubit pinggang Steve yang terus menggodanya..
" Udah sana, katanya mau pergi,, nanti keburu malam..
" Ya Sudah aku pergi dulu,, kamu Baik-baik dir umah ya.. Istirahat lah.. Ucap Steve mengecup kening Alice..
" Hati-hati Pa,, Teriak Alice saat Steve sudah berada di luar kamarnya..
Steve tersenyum dan mengangguk,,
Setelah Steve keluar Alice menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya..
-
Sedari pulang dari pemakaman, Cila terus terdiam pandangan terus ke luar jendela,,
Vano tetap setia berada disampingnya tanpa sedetik pun meninggalkannya..
" Sayang,, Ucap Vano karena Cila terus terdiam..
Cila menoleh dan menatap wajah Vano,,
Matanya sangat sembab, wajahnya pucat..
Hati Vano seperti teriris melihat gadisnya..
__ADS_1
" Kamu mau sesuatu,, biar aku belikan..
" Engga,, aku gak pengin apa-apa..
" Sayang,, kamu jangan sedih ya..
Masih ada aku yang bakal jaga kamu Yank,,
" Makasih Van,,
" Yank,, kalo kamu seperti ini kasihan Ibu di sana, dia pun akan sedih melihatnya..
Cila langsung meneteskan air matanya dia teringat dengan Bu Nita..
" Aku kangen Ibu Van,, kita ke Makam sekarang..
" Sayang,, ini sudah malam.. Besok ya kita ke sana..
" Aku kangen Ibu,,
Cila kembali menangis, Vano terus memeluknya dan menciumi kepala Cila..
***********
Di Markas,,
" Bagaimana,, Apa mereka sudah mengaku..
" Belum Tuan,, mereka benar-benar menutup mulutnya..
" KURANG AJAR MEREKA,, BERANINYA BERMAIN DENGANKU..
Steve terlihat sangat emosi dan masuk ke dalam ruangan dimana pelaku di sekap..
" Hahahah,, Liat kalian sekarang..
Apa kalian masih terus menyembunyikan Bos kalian Hah,,
" Cih,, memangnya kamu bakal memberi kami apa jika kami memberitahu kalian..
BUG,,
Steve memukul salah satu dari mereka yang berbicara..
" APA YANG KALIAN MAU BAKAL KALIAN DAPATKAN, BAHKAN LEBIH DARI YANG BOS KALIAN BERIKAN,,, Teriak Steve
" Kalo Kami minta semua harta anda, apa anda akan memberikannya..
__ADS_1
BUG,, BUG,, BUG,,
Steve benar-benar emosi mendengar ucapa mereka yang berani bermain dengannya..
" KURANG AJAR KALIAN,,
BUG,, BUG,,
Steve memukul mereka hingga mereka pingsan..
-
Steve duduk di kursinya dengan memijat keningnya yang sedikit pusing..
Teror ini benar-benar menguras tenaga juga pikirannya..
Ini benar-benar sangat teka teki, siapa sebenarnya dalang dari semua ini..
Dan meraka pun sangat setia dengan Bosnya sampai tidak membuka mulutnya..
" Maaf Tuan,, Ucap Andri..
" Ya,, Kenapa Ndri..
" Tuan Lihat ini,,
Andri menunjukan sebuah rekapan CCTV dimana sebelum kejadian kebakaran berlangsung..
Terlihat di sana seseorang perempuan dalam mobil yang menatap rumah,
Dan tidak berapa lama dia kembali melajukan mobilnya..
Setelah beberapa menit kebakaran pun terjadi..
" Ndri,, kamu lacak No mobil tadi..
" Sudah Tuan,, Nomor Mobil itu berasal dari luar Kota..
" Terus Lacak dan Celat temukan PELAKUnya..
" Baik Tuan..
" Kalo begitu saya pulang, kamu jaga mereka..
" Siap Tuan...
Steve berjalan keluar Markas untuk kembali ke rumahnya karena tubuhnya pun butuh istirahat setelah dua hari dia terus mengurus masalah ini..
__ADS_1
Dia pun sudah berjanji dengan Alice untuk pulang dan Menemaninya tidur malam ini..