Istri Kecilku

Istri Kecilku
Part 110 Berusaha tegar demi Vano


__ADS_3

Alice masih terus terdiam dan sama sekali tidak bicara, dia terus menatap keluar jendela pandangannya kosong,, sesekali dia terlihat menyeka air matanya..


Steve tidak kalah sedih, namun dia lebih sedih saat melihat Alice yang seperti ini,,


Dia tidak tega untuk meninggalkannya walaupun cuma ke toilet..


Sedangkan Vano, dia titipkan di Bu lila dan untungnya Vano tidak rewel karena hampir setiap saat Steve menelpon rumah..


-


Steve manatap jam diatas dinding yang sudah menunjukan pukul 12 siang berarti waktunya Alice makan juga minum obat...


" Yank,, Makan ya terus minum obat..


" Aku gag laper,,


" Tapi kamu harus makan juga minum obat Yank,,


" Aku gag pengin laper Yank,,


Alice kembali meneteskan air matanya..


Steve melihatnya pun langsung berkaca-kaca matanya, dia langsung memeluk Alice dan membiarkan dia menangis di pelukannya..


" Kenapa harus terjadi Yank,, aku Mommy yang jahat, gag bisa jaga anak kita


" Sstt,, kamu jangan bicara seperti itu..


Kita masih punya Vano sayang,, dan kita pun masih bisa memberikannya adik..


Alice mengusap air matanya..


Dia baru kepikiran dengan Vano,,,


" Vano,, Yank,, gimana Vano,, apa dia rewel.,, aku mau pulang Yank,, dia pasti cari aku..


" Sayang,, Sayang,, Vano tidak rewel dan di rumah banyak orang yang menjaganya..


" Tapi Yank,, aku kangen Vano..


" Ya Udah kita Vidio Call sama Vano ya..

__ADS_1


Alice hanya mengangguk,


Dan membiarkan Steve menelpon Bu lila..


Tut,, Tut,, tut,,,


Tidak lama telponnya diangkat dan terlihat di layar ponsel wajah Vano yang tersenyum melihatkan lesung pipinya..


" Ma-Ma,,, Uyang,, Ucap Vano


" Vano,, Sayang,, Mommy kangen..


Kamu lagi apa Nak..


" Mama,, No angen Ma,, Uyang,,


" Mommy juga Kangen Vano, mommy janji nanti Mommy pulang dan main lagi sama Vano ya.. Vano sama Bu Lila dulu ya sayang jangan nakal,,


" Iya Ma-ma,, dadaah,,,


" Dah Sayang,,


Steve menutup Ponselnya dan kembali menyimpannya..


Alice terdiam, dia merasa sedikit lega karena Vano tidak rewel..


" Sekarang kamu makan ya,, biar pulih dan bisa kembali main dengan Vano


Alice pun mengangguk dan membiarkan Steve menyuapinya..


***********


Di tempat lain,,


Hendra dan Andri terus melacak pemilik mobil yang menabrak Alice..


Dan sesuai dengan rekaman CCTV di depan gerbang rumah jika mobil itu memang beberapa hari sudah sering mondar-mandir di depan rumah, dan terlihat sebelum kejadian mobil itu sudah berada di sana..


" Ndri,, sepertinya dia memang sudah merencanakan semua ini Ucap Hendra


" Ya,, beberapa hari juga dia seperti memantau rumah..

__ADS_1


" Kita lacak dari Plat Nomornya..


" Sebentar,, sepertinya aku pernah liat mobil itu dan mengenali nomor itu, Ucap Andri


Hendra hanya memandang Andri yang seperti memikirkan sesuatu..


" Astaga,, Maya,, Ya benar itu mobil Maya


" Maya,, siapa itu Maya Ndri..


" Dia mantan Sekretaris Tuan, dia sepertinya menyukai Tuan dan tidak menyukai Nyonya..


" Oke,, sekarang kita lapor ke Tuan Steve..


" Tunggu,, Kita Cari tau kebenarannya dulu dan jangan bilang ke Tuan karena Tuan pasti sedang mengurus Nyonya yang masih terpukul dengan musibah ini..


" Baik lah,, kita sekarang menuju Apartemen Maya..


Sementara di Apartemen,


Maya duduk di ruang tengah dengan memegang minuman..


" Sial,, kenapa gag sekalian mati saja itu perempuan,, kenapa cuma keguguran saja.. " gumam Maya


Andri dan Hendra sudah berada di depan Apartemen Maya..


Namun tidak terlihat mobil Maya terparkir di sana, mereka pun terus memantau di sana untuk memastikan keberadaan Maya..


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Reader Kesayanganku,,,


Terus ikuti kelanjutan Ceritnya ya..


Semangatin Author dengan Vote kalian dong..


Semangat juga kumpulin poin..


Like juga komen kalian ya..


Love you all

__ADS_1


💋💋💋


__ADS_2