
Steve terus memikirkan ucapan Alice yang sudah ingin mempunyai anak, dia pun juga sama sudah sangat menginginkannya..
Dia pun menyuruh Andri atau pun Hendra untuk mencarikan Dokter Kandungan terbaik untuk dia konsultasi dan sepertinya dia bahkan melupakan masalahnya dengan Tania atau Aldi..
" Maaf Tuan,, Saya sudah membuat janji dengan Dokter Kandungan terbaik dan Anda bisa segera menemuinya..
" Oke,, kamu hubungi jika besok Saya juga Alice akan menemuinya..
" Baik Tuan,,
Andri pun keluar dia menggelengkan kepalanya..
Memang cinta bisa mengubah segalanya,, sikapnya berubah total setelah bertemu Non Alice, benar-benar Non Alice merubah sikapnya,, batin Andri
*******
Alice sendiri pun mulai membaca artikel promil di ponselnya, dia memang sudah merasa ingin mempunya anak,,
Mungkin dengan mempunyai anak dia akan mempunyai teman saat Steve sedang bekerja, mungkin setelah mempunyai anak kebahagiaannya bis bertambah,,
Alice pun berusaha merubah pola makannya sesuai yang sudah dibacanya,,
Saat dirinya sedang asik membaca tiba-tiba seseorang memeluknya dari belakang,,
Dan Alice sendiri langsung tau jika itu Steve yang memeluknya karena dia mencium bau parfum juga bau napas mintnya..
" Kamu udah pulang,, ucap Alice
" Hem,, kamu lagi baca apa Yank,,
" Ini,, ucap Alice sambil melihatkan artikelnya..
" Oya Yank,, besok kita ketemu Dokter kandungan ya,,
Alice menutup ponselnya dan berbalik menatap Steve..
" Maksud kamu Yank,,
" Ya,, aku sudah mencari dokter Kandungan terbaik dan sudah membuat janji dengannya..
" Iya aku mau,, ucap Alice senang
Steve merasa bahagia melihat Alice seperti ini, dia selalu akan membuat Alice seperti ini dan dia akan berusaha untuk terus mewujudkan keinginan Istri Kecilnya yang sangat dicintainya..
-
Alice terlihat bersender di dada Steve sambil mereka asik menonton acara di televisi..
" Yank,, aku boleh tanya sesuatu.. Ucap Steve
" mau tanya apa zi Yank,,
" Apa kamu serius ingin mempunyai anak, sedangkan kamu masih muda masih kuliah juga Yank,,
" Emang kamu gag ingin punya anak Yank,, ucap Alice
" Aku sangat ingin Yank,, tapi aku juga gag mau maksa,, aku terserah kamu saja,, aku gag mau mengganggu masa muda kamu, kuliah kamu,,
" Yank,, aku serius,, setiap orang menikah pasti menginginkan mempunya seorang anak bukan,,
" Iya benar Yank,, tapi kuliah kamu gimana kalo kamu hamil,,
" Aku bisa berhenti kuliah Yank,,
" Bukannya lulus kuliah itu cita-cita kamu,,
" Ya memang,, tapi cita-cita aku berubah sekarang,,
Steve mengangkat alisnya mendengar ucapan Alice..
Apa ada ya,, cita-cita langsung ganti dengan begitu saja,,?? Batin Steve
" Berubah,,
" Ya,, sekarang cita-cita aku mempunyai anak kamu Yank,,
__ADS_1
" Dih,, sejak kapan istri aku jadi bisa gombal gini hem,, ucap Steve gemas
" Emmm,, kan kamu yang ajari aku Yank
" Kapan,, aku gombali kamu zi Yank
" Lagian ya Yank,, aku lulus kuliah atau berhenti kuliah juga sama aja deh..
" maksudnya,,
" Kan suami aku tajir tu, dia bisa memberikanku apa pun,,
" Kamu tu ya,, sejak kapan punya pikiran seperti itu hem,, ucap Steve dengan menggelitiki badan Alice..
" Geli Yank,, udah ah,,
Steve terus menggoda Alice yang membuat Alice terus tertawa..
Dia langsung menarik Alice dan memeluknya,,
" Love You My little Wife,, ucap Steve
" Love You Too My Husband
Steve melepaskan pelukannya dan mata mereka saling pandang,
Steve mendekatkan wajahnya dan kine wajah mereka sudah tidak ada lagi jarak,,
Alice memejamkan matanya saat merasakan bibirnya tersentuh,,
Steve terus ******* bibir Alice dengan nafsunya, tidak hanya ciuman,, Steve pun terus menuntaskan hasratnya dan karena semangat untuk bisa mempunyai anak..
Dan merekapun melakukan olah raga malam
********
Steve sudah bersiap untuk mengajak Alice bertemu dengan Dokter,,
" Yank,, belum ucap Steve
Alice keluar dan menatap Steve,,
" Kenapa,,
" Aku takut kenapa-kenapa
" Kamu tenang ya,,
Alice mengangguk dan merekapun berjalan menuju mobilnya,
Dan hari ini Steve tidak menyetir dia menyuruh kedua bodyguard nya untuk menemani mereka..
Wajah Alice terlihat cemas, dia takut kalo ternyata dia malah mempunyai penyakit dan tidak bisa hamil..
Steve yang tau kegelisahan Alice pun langsung menggenggam tangan Alice..
-
Ketakutan, Kecemasan, kegelisahan Alice semakin menjadi saat mereka sudah sampai di Rumah Sakit,,
" Yank,, aku gugup deh,, ucap Alice
" Gugup kenapa zi Yank,,
" Kalo ternyata aku punya penyakit dan gag bisa hamil gimana
" Ssttt,, kamu ngomong apa zi,,
" Kalo iya gimana Yank
" Aku bakal nyari Dokter terbaik buat sembuhin kamu..
Tiba-tiba suster memanggilnya..
" Nonya Alice,, silahkan
__ADS_1
Steve pun langsung berdiri dengan menggandeng tangan Alice yang terasa dingin..
Mereka masuk ke dalam ruangan dan terlihat seorang Dokter Wanita yang tersenyum kepadanya..
" Halo,, Nonya atau Nona ini,, ucap Dokter Nia ramah karena melihat Alice yang masih sangat muda
" Alice aja Dok,, ucap Alice
" Oke Nona Alice juga Tuan Steve,, apa yang bisa saya bantu
" Jadi kami sudah menikah 6bulan tapi kamu belum juga mempunyai anak,, ucap Steve
" Baik,, silahkan Nona Alice berbaring di sana
Alice pun mengikuti Dokter, dan dia berbaring dengan dibantu seorang suster sedangkan Steve masih setia disampingnya..
Dokter Nia terlihat memberikan cairan diatas perut Alice dan menempelkan alat juga menggeser -geserkannya..
Dokter Nia terlihat terus menjelaskan, sedangkan Steve dan Alice mendengarkannya dengan serius..
" Maaf kalo saya boleh tau umur Nona Alice berapa
" 19tahun Dok
" Masih sangat mudah, kondisi rahim Non Alice juga bagus, kesehatan kalian juga bagus, saya kasih vitamin buat Non Alice..
Dokter Nia terlihat menulis resep dan memberikannya..
" Terimakasih Dok,, ucap Alice
Mereka pun kembali masuk kedalam mobilnya setelah menebus vitamin yang diberikan Dokter Nia..
" Yank,, kamu langsung ke kantor ya ucap Alice
" Aku anter kamu pulang dulu Yank,, kenapa
" Aku ikut kamu ke kantor aja Yank,, dirumah bosan
" Serius,, di kantor nanti kamu malah tambah bosan nunggu aku kerja Yank
" Ga lah,, kan kalo bosan aku gangguin kamu aja Yank,, ucap Alice cengengesan
" Kamu tuh Ya,, ucap Steve
Merekapun tidak kembali ke rumah namun langsung menuju kantor..
-
Alice terlihat memeluk lengan Steve dan berjalan menuju ruangan Steve, semua karyawan membungkukan badannya dan tersenyum kearahnya..
Alice pun membalas senyuman mereka namun tidak dengan Steve yang terlihat dingin seperti biasa..
" Ya Udah kamu duduk di sana ya,, aku mau cek berkas ini dulu ucap Steve saat mereka sudah berada di ruangan..
Alice berjalan menuju sofa dan duduk di sana dnegan bermain ponselnya..
Steve sesekali melirik Istrinya dan kembali menatap leptopnya..
" Yank,, kalo ngantuk kamu istirahat aja di sebelah ucap Steve
" Haah,, kok di ada kamarnya Yank,,
" Kan buat istirahat Yank, kalo aku lembur aku tidur di sana..
" Kamu tidur sendiri atau,, ucap Alice terputus saat tiba-tiba tubuhnya dipeluk dari belakang..
" Sendiri Yank,, emang tidur dengan siap hem,,
Alice hanya mengangkat bahunya,,
Steve melepaskan pelukannya
" Kamu istirahat disini dulu ya, aku ada meeting sebentar dengan Andri
" Iya,,
__ADS_1
" Kalo pengin apa-apa langsung telpon aku Yank ucap Steve mengecup bibir Alice dan berjalan meninggalkannya..
Alice pun langsung merebahkan badannya, dia memang merasa ngantuk dan tidak butuh waktu lama akhirnya diapun terlelap..