
Setelah seharian mereka bersama dengan Steve yang selalu menuruti keinginan Alice yang moodnya terus berubah namun tidak membuat Steve marah bahkan Steve semakin mencintai juga menyayanginya..
Alice terlihat sedang menyisir rambut panjangnya di depan meja rias, dan Steve membuka ponselnya..
Dia pun teringat jika besok adalah Valentine Day, dia pun berencana membuat kejutan untuk Alice istrinya..
Steve pun mengirimkan pesan kepada Andri untuk besok menyiapkan kejutan..
Alice yang melihat Steve dari cermin pun menoleh, dia penasaran apa yang sedang dilakukan Steve..
Akhirnya Alice pun berjalan dan naik ke atas ranjang..
" Yank,, kamu lagi liat apa zi kok serius gitu ucap Alice
" Oh gag kok Yank,, cuma Andri tanya besok aku ke kantor apa engga..
" Terus..
" Terserah kamu dong Yank,, kan kamu Bosnya.. Kamu minta aku temani kamu aku bakal nurut, kamu minta aku ke kantor aku juga nurut..
" Hahahahaa,, kamu tuh aneh deh Yank,, ucap Alice tertawa
" Sayang,, kenapa kamu malah ketawa heem
" Lagian kamu tuh lucu, masa terserah aku
" Kan kamu sendiri yang minta aku terus temani kamu sayang..
"Oh Ya aku lupa,, em,, besok kamu boleh deh ke kantor..
" Serius,, kamu gg mau aku Temani lagi besok..
" Engga,, kamu kan harus kerja buat menghidupi aku juga anak kita..
" astaga Yank,, harta aku sampe tujuh turunan juga gag bakal habis.. Ucap Steve sombong
" Sombongnya Yank,
" Hahaha,, baiklah.. Besok aku ke kantor aku akan kerja keras untuk kamu juga anak kita..
Alice pun mengangkat jempol tangannya dan tersenyum ..
" Udah malem, kita istirahat ya..
Alice pun membaringkan tubuhnya, Steve mengecup kening Alice dan pandangannya turun melihat perut Alice..
" Kesayangan Papa,, kamu istirahat ya Mommy juga papa juga mau istirahat..
Steve pun mengecup perut Alice..
Alice terus menatap Steve, dia pun mengusap rambut Steve yang sedang mencium perutnya..
Steve langsung memeluk tubuh Alice dan mereka pun terlelap..
**********
Keesokan Harinya..
Steve sedang mandi dan Alice terlihat menyiapkan pakaian kerja Steve dan meletakan diatas ranjang..
" Sayang,, mana bajunya ucap Steve berjalan keluar dengan hanya memakai handuk dipinggangnya..
Alice pun mengambilnya dan memberikannya..
Steve berjalan ke ruang ganti untuk memakainya..
Setelah rapi, merekapun berjalan turun menuju meja makan dengan Alice yang memeluk lengan Steve..
" Sayang, kamu beneran gapapa kan aku ke kantor ucap Steve di sela makannya..
" Hem,, ucap Alice dengan mulut yang berisi makanan..
-
Alice pun mengantar Steve menuju mobilnya, dia merapikan dasi Steve..
" Kamu hati-hati dirumah, jangan kelelahan, istirahat juga minum susunya ucap Steve menangkup wajah Alice yang sedikit berisi
" Iya,, kamu juga hati-hati.. Pulangnya jangan malem-malem ya..
" Siap,, ya udah aku berangkat ya.. Ucap Steve dengan mengecup kening Alice
" Daah sayang Hati-hati jangan ngebut..
__ADS_1
Steve tersenyum dan melambaikan tangannya kearah Alice..
Alice pun berjalan masuk setelah mobil sudah tidak terlihat..
Namun tanpa mereka sadari ada satu pasang mata yang terus menatap mereka dengan tatapan tajam,,
Dia pun langsung menjalankan mobilnya meninggalkan rumah Steve..
*******
Di Perusahaan Steve disibukkan dengan berkas-berkas yang harus di cek juga di tanda tanganinya setelah sehari kemarin dia tidak ke kantor dan sama sekali tidak melihat email masuk..
" Maaf Tuan, ini Proposal dari Perusahaan J mereka mengajak kita kerja sama dengannya.. Ucap Andri dengan menyerahkan sebuah Map..
" Letakkan saja di situ Ndri,,
" Oya Tuan, Untuk permintaan Tuan semalem sudah semua siap ..
" Oke makasih Ndri,,
" Baik Tuan, saya permisi..
Andri pun berjalan keluar, dan Steve kembali membaca proposal yang dimaksud Andri..
-
Di rumah Alice duduk di kursi taman dengan membaca buku tentang kehamilan,,
Tiba-tiba ponselnya berdering dan menampilkan nomor baru yang tidak dikenal..
Alice pun membiarkannya dan tidak mengangkat dia pun kembali membaca..
Namun lagi-lagi ponselnya berdering dengan nomor yang tadi menelpon..
Alice pun kembali membiarkannya dia tidak sama sekali penasaran dan ingin mengangkatnya..
-
Setelah cukup lama dan badannya sudah sedikit pegal Alice pun berjalan masuk dan menuju kamarnya..
" Nona,, apa membutuhkan sesuatu ucap Salah satu pelayan
" Tidak mb, saya mau istirahat di kamar,, oya dimana Pak Hendra kok tumben dia tidak kelihatan
" Gag usah Mba,, ya udah saya ke atas dulu
Alice pun berjalan menuju kamarnya..
Setelah sampai dikamar, Alice pun merebahkan badannya,, dia pun sedikit memijat pinggangnya..
Lagi-lagi ponselnya berdering namun ini berasal dari Steve yang menelponnya..
Alice tersenyum dan langsung mengangkatnya..
" Halo Yank, ucap Alice
" Sayang,, kamu sedang apa ucap Steve diseberang
" Lagi dikamar Yank, kamu lagi apa
" Lagi mikirin kamu Yank,,
" Dih,, gag usah lebai ah
" Hahaha,, Oya Yank,, nanti sore aku jemput kamu dan kita makan malam diluar ya..
" Kok,, memangnya ada acara Yank
" Gag kok, aku pengin aja makan malam sama kamu diluar..
" Oh Oke,,
" Ya udah nanti kamu dandan yang cantik ya..
" Iya Iya,,
Alice pun menutup panggilannya dia Kembali meletakan ponselnya diatas nakas..
-
Alice duduk didepan meja rias dengan memoles sedikit wajahnya..
Dia teringat ucapan Steve yang memintanya untuk berdandan, walaupun dia sendiri tidak pandai merias wajahnya namun dia berusaha untuk tidak mengecewakan Steve suaminya..
__ADS_1
Alice tersenyum menatap wajahnya di depan cermin, dia pum berjalan turun dan akan menunggu Steve di bawah..
" Non Alice,, anda cantik sekali ucap Pelayan
" Makasih mba..
Alice terlihat sangat cantik dengan dress berwarna hijau tanpa lengan dengan rambut yang di curly dan dibiarkan terurai, wajahnya pun sedikit dipolesnya,
Perut buncitnya pun semakin menambah kecantikan juga membuat Alice semakin terlihat sexi..
Alice pun menoleh saat mendengar Pintu terbuka, senyumannya mengembang saat dilihatnya seorang laki-laki tampang yang berjalan kearahnya dengan senyuman di Wajahnya..
" Sayang,, kamu cantik banget ucap Steve mengecup kening Alice
" Kan kamu yang bilang aku harus dandan cantik..
" Hahaa,, ya udah yu
Alice mengangguk dan langsung memeluk lengan Steve..
Merekapun berjalan menuju mobil..
Alice terus bertanya mereka akan pergi kemana, namun Steve tidak menjawabnya dan hanya tersenyum..
Akhirnya Alice hanya diam dan menurut saja Steve akan membawanya kan dia juga suaminya..
Mobil mereka pun berhenti di sebuah restoran besar dan terlihat mewah di sana..
Steve pun membukakan pintu mobilnya dan mengulurkan tangannya..
Alice tersenyum dan menyambutnya, mereka berjalan masuk ke dalam restoran itu..
Steve membawa Alice duduk di kursi yang sepertinya sudah disiapkan..
Alice menatap bingung, karena di sana hanya ada mereka berdua bahkan mereka pun dibuat istimewa disana..
" Yank,, ini semua..
" Ya,, semua aku siapin untuk kamu Yank untuk kita..
" Maksud kamu..
" Happy Valentine Day Sayang,, ucap Steve dengan berlutut dan memberikan bungan mawar, cokelat juga sebuah cincin berlian.
Alice menutup mulutnya, dia tidak menyangka Steve akan melakukan semua ini bahkan dia tidak pernah tau apa itu hari Valentine..
" Sayang,, kamu,, ucap Alice dengan mata berkaca-kaca
" Semua aku Siapin buat kamu Yank,,
Steve pun langsung memakaikan cincin berlian itu di jari manis Alice..
Alice langsung memeluk Steve, dia merasa sangat bahagia karena Steve selalu menganggapnya spesial dan selalu membuat kejutan untuknya..
" Kita nikmati malam ini Ya,, ucap Steve melepaskan pelukannya dan mengecup bibir Alice..
Alice mengangguk..
Mereka pun menikmati malam Valentine dengan perasaan bahagia..
Senyuman terus terlihat di wajah Alice juga Steve..
Dan lagi-lagi tanpa mereka sadari sepasang mata memperhatikan mereka,
Dia adalah Aldi, dia terus mematai Steve juga Alice,,
Dia pun mengikuti mereka saat keluar dari rumah dan sampai di Restoran..
" Demi Ka Tania, aku akan balas dendam dengan kalian,, kalian tunggu saja kapan kalian akan berpisah dan tidak akan lagi bertemu". Ucap Aldi tersenyum licik.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Author usahain Up 2x demi kalian semua Kesayangan..
Selamat membaca.. 😍😍
Kasih semangat terus buat Author ya..
Like, Vote juga komen kalian
Love you all
💋💋💋💋
__ADS_1