
Steve benar-benar dibuat bingung, harus bagaimanakah dia sekarang, apa yang harus dilakukannya sekarang,,
" Steve, aku kohon Selamatkan anak kita,, jaga dia jika nanti aku tidak lagi bersama kalian"
Itu lah ucapan Alice yang terus membayangi pikiran Steve, namun Steve sendiri belum siap untuk kehilangan satu diantara mereka tetapi semua keputusan sekarang berada ditangannya..
Dan disinilah Steve,
Diruangan Dokter Nia, dia menatap surat persetujuan Operasi Alice..
Alice langsung dibawa ke Rumah Sakit Kota karena rumah sakit sebelumnya tidak mempunyai alat yang komplit..
" Bagaimana Tuan,, apa sudah Anda putuskan ucap Dokter Nia
Steve terlihat sangat bingung, dia hanya terus menatap kertas itu..
" Maaf Tuan,, waktu kita tidak banyak..
Operasi harus segera dilakukan..
Steve pun langsung mengambil pena dan lagi-lagi dia enggan untuk menandatanganinya..
Beberapa kali Steve meletakan kembali pena diatas meja dan mengusap wajahnya..
Namun Dokter Nia terus menguatinya dan memberikan semangat untuk Steve..
Setelah beberapa saat dan dengan napas yang sangat berat, akhirnya dia pun menyetujui dan menandatangani dan langsung menyerahkan kembali kepada Dokter Nia..
" Saya akan berusaha sebisa mungkin, ucap Dokter Nia
" Lakukan yang terbaik untuk Istri juga anak saya Dok,,
" Saya minta Anda terus berdoa untuk keselamatan mereka Tuan, Saya permisi untuk segera melakukan Operasi
Steve mengangguk, dia pun ikut keluar..
-
Steve terus menunggu di depan ruang Operasi..
Perasaannya sangat campur aduk, dia berusaha tenang walaupun sangat susah..
Dia terus berdoa untuk keselamatan istri juga anaknya..
Sementara Andri, dia sama sekali tidak meninggalkan Steve,,
Dia tau bagaimana perasaan Steve sekarang..
" Tuan,, Apa anda menginginkan sesuatu ucap Andri
" Tidak Ndri,, saya tidak ingin sesuatu,,
" Tapi Tuan, anda dari kemarin sama sekali tidak makan apa pun,, apa perlu saya membelikan sesuatu untuk Anda..
" Saya tidak lapar, kamu saja yang makan
" Tuan,, saya yakin Nona Alice juga anak anda akan baik-baik saja, mereka pasti kuat
" Terimakasih Ndri,, saya minta kamu terus mendoakan untuk mereka..
" Pasti Tuan..
Andri pun terus memberi kekuatan untuk Steve,,
**********
Sementara di Rumah Sakit lain..
__ADS_1
Hendra mengurus Aldi yang mengalami cedera di kepalanya dan sampai sekarang dia belum sadar dan masih dalam keadaan kritis..
Hendra memang diperintah untuk mengurus Aldi di sana..
Tiba-tiba semua Suster juga Dokter berlarian masuk ke dalam ruangan dimana Aldi dirawat,
Hendra pun terkejut, dia langsung berdiri dan bertanya kepada salah satu suster..
" Suster, Maaf apa yang terjadi dengan Aldi ucap Hendra
" Keadaanya semakin kritis Tuan, saya permisi ucap Suster
Hendra pun berdiri di depan pintu sambil terus menunggu Dokter,,
Setelah cukup lama Dokter pun keluar,,
" Bagaimana keadaanya Dok,,
" Maaf Tuan,, Pasien tidak bisa diselamatkan karena mengalami cedera berat di bagian kepalanya akibat benturan yang sangat keras..
" Apa Dok,,
" Ya Tuan, pasien meninggal dunia..
" Baik Dok, terima kasih
Dokter pun berjalan meninggalkan Hendra, dan Hendra langsung menghubungi Steve..
-
Steve masih terus menutup wajahnya dengan kedua tangannya, dia sangat frustasi sekarang, dia hanya terus berdoa dan berdoa untuk keselamatan Alice dan anaknya..
Tiba-tiba ponselnya berdering,,
Steve mengambil ponsel di saku celananya dan langsung mengangkatnya..
" Halo,, kenapa Hen..
" Alice sedang dioperasi sekarang,,
" Mudah-mudahan Nona juga Anak anda baik-baik saja..
" Terimakasih Hen,, Oya gimana dengan Aldi
" Aldi meninggal Tuan,, dia mengalami pendarahan di kepala dan nyawanya tidak tertolong..
" Apa,, terus bagaimana dengan lokasi kejadian, Apa ada masalah di sana
" Semua sudah selesai Tuan..
" Baiklah,, kamu urus jenasah juga pemakamannya,,
" Baik Tuan,,
Steve langsung menutup ponselnya dan kembali menyimpannya..
Andri yang membeli air pun kembali duduk dan menyerahkan Mineral Water kepada Steve..
" Ini Tuan,, Anda sama sekali tidak makan atau minum
" Terimakasih Ndri,, ucap Steve menerima dan segera meneguknya..
" Aldi meninggal Ndri,, ucap Steve
" Apa,, meninggal,,
" Ya,, dia mengalami pendarahan dikepalanya dan tidak tertolong..
__ADS_1
Andri hanya manggut-manggut, dia bingung akan berbicara apa lagi..
" Terus bagaiman dengan lokasi kecelakaan di sana Tuan, apa saya perlu menyuruh orang untuk membantu Hendra di sana..
" Tidak perlu, Hendra sudah mengurusnya juga mengurus pemakaman Aldi..
" Sebenarnya dia anak baik Ndri, hanya saja karena hasutan Tania dia menjadi seperti ini
" Benar Tuan,,
" Dia juga mencintai Alice, dia tidak akan menyakiti Alice, bahkan dia sempat memasangkan sealbelt Alice..
" Kasihan,, hanya karena dendam Kakaknya dia yang menjadi korban..
" Semoga dia tenang di sana Ndri..
" Amin..
Steve pun sebenarnya tidak membenci Aldi karena dia melakukan itu hanya karena Tania yang terus menghasutnya..
Dan Tania lah yang menyuruh Aldi menculik Alice dan membawanya pergi...
Entahlah,,
Sekarang pikirannya hanya kepada Alice juga anaknya..
" Sayang,, bertahanlah,, aku yakin kalian pasti kuat,, " batin Steve..
Setelah sekitar 3jam Operasinya selesai dan Dokter Nia pun keluar dengan wajah yang berbeda..
Steve melihat Dokter Nia keluar pun langsung menghampirinya..
" Dokter,, bagaimana dengan istri juga anak saya.. Mereka baik-baik saja kan, ucap Steve
Dokter Nia menghela napas panjang, dia bingung akan menjawab apa dengan pertanyaan Steve ini..
" Dokter Nia..
Tolong jawab Saya,, Mereka baik-baik saja Kan Dok,, Mereka semua selamat kan,,
Steve mulai emosi karena Dokter Nia hanya terdiam tidak menjawab Steve..
" Tuan,, Anda harus tenang Tuan, , Ucap Andri menenangkan Steve yang membentak Dokter Nia..
" Dokter,, Apa yang terjadi kenapa anda hanya diam.. Katakan mereka baik-baik saja Kan...
" Tuan.. Saya minta Maaf..
Saya sudah berusaha sebisa mungkin..
Nona Alice mengalami pendarahan dan anak Anda...
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
😢😢😢
Apa yang terjadi selanjutnya??? 🤔🤔🤔
Terus ikuti kelanjutan ceritanya Readers Kesayangan..
Semangat kumpulin Poin ni..
Like,
Vote
Komen kalian pasti author tunggu lo..
__ADS_1
Love you all
💋💋💋💋