
Melinda keluar ruangan Vano dengan menangis, Doni yang kebetulan akan masuk ke dalam pun bingung melihatnya..
" Vano,, Lo apain itu Melinda sampai Nangis begitu..
Vano hanya mengangkat bahunya dan pandangannya terus menatap ke layar leptop..
" Astaga Van,, itu anak orang inget Lo..
" Lo ke sini cuma mau bahas dia,, Gue gak ada waktu sibuk.. Mending Lo keluar deh..
" Ealah,, Ya gak lah.. Lagian buat apa Juga gue bahas dia..
" Terus,, Lo kenapa
" Ini gue cuma mau kasih berkas, Lo buruan tanda tangan..
Vano membuka Mapnya dan membacanya dengan sangat teliti dan langsung menandatanganinya..
" Van,, Gue boleh tanya sesuatu gak
" Hem,,
" Melinda ngapain balik lagi,,
" Tau,, Lo tanya sendiri aja
" Terus apa dia tau kalo udah nikah..
" Udah,, kemarin ketemu sama Cila juga..
" Apa,, terus terus gimana
" Lo Kepo banget Don,, Lo gak ada kerjaan hah..
" Huh,, pelit banget Lo Van..
Doni membawa berkasnya dan kembali keluar..
-
Di Butik Cila terlihat sedikit sibuk,,
Dia mengecek semua stok gaun yang ada di sana juga meminta Mela untuk mengganti semua gaun yang berada di patung..
" Mel,, mending yang itu kamu ganti aja deh em.. Bentar...
" Ganti ini aja Mel,, Ucap Cila memberikan gaun berwarna Biru tanpa lengan..
Walaupun Cila adalah pemilik Butik tapi dia tetap ikut membersihkan bahkan mengangkat barang dari gudang..
Seperti sekarang,,
Cila hanya memakai sandal jepit berjalan masuk ke dalam untuk mengambil beberapa stok baju yang berada di sana dan langsung memajangnya di Butik..
" Bu Cila,, biar saya saja bu.. Ibu istirahat saja..
" Ah gak papa Mel, itu seperti ada pelanggan masuk deh..
Cila kembali merapikan pakaiannya, Namun saat dia akan memajang diatas tangannya tidak sampai karena terlalu tinggi..
Tiba-tiba seseorang di belakangnya langsung membantunya..
" Terimakasih,, Ucap Cila menoleh..
Namun wajahnya tersenyum saat melihat ternyata Vano lah yang membantunya..
__ADS_1
" Mas Vano,,
" Sayang,, Kamu ngapain naik-naik gitu si kalo jatuh gimana
" Gak Mas,, kan cuma masang ini aja..
" Tapi bahaya sayang,,
" Mas ngapain di sini,, bukannya ini masih siang ya..
" Memangnya gak boleh Mas ke sini hem,,
" Astaga,, Boleh dong.. aku malah seneng kamu ke sini..
Vano mengusap wajah Cila yang berkeringat dengan sapu tangannya..
" Kita ke ruangan aja yuk Mas..
Cila menggandeng tangan Vano menuju ruangannya..
-
Di dalam ruangan Vano menunggu Cila yang sedang membersihkan tangannya..
" Sayang,, Ada yang mau Mas bicarakan.. Kamu sini sebentar..
Cila berjalan dan duduk di samping suaminya menatap wajahnya yang terlihat sedikit serius..
Vano menarik napasnya dan mencoba berbicara kepada istrinya..
" Tadi Melinda ke kantor nemuin Mas..
" Ke kantor,, Ngapain..
" Terus Mas gimana..
" Sayang,, dengerin Mas,, Mas udah gak ada perasaan apa pun sama dia, Dia hanya masa lalu Mas dan sekarang hanya kamu yang ada di hati Mas untuk sekarang juga Selamanya..
Cila hanya terdiam tanpa menjawab, sebenarnya dia sedikit takut jika Vano akan kembali Bersama dan akan meninggalkannya ..
" Sayang,, Mas Minta maaf.. Mas janji gak akan lagi mau menemui dia..
Cila menoleh dan menatap Wajah Vano yang seperti memohon..
" Apa Mas serius sudah sama sekali tidak mempunyai rasa dengannya..
Vano menggelengkan kepalanya menatap wajah Cila..
" Aku percaya sama Mas,, Dia masa lalu Mas.. Tapi aku paling gak suka jika ada kebohongan..
" Sayang Mas janji sama Kamu,,
Vano menarik Cila dan memeluknya, Vano memang sudah tidak ada rasa dengan Melinda dan hanya Cila lah masa depannya sekarang..
Tiba-tiba Cila merasakan tubuhnya sedikit tidak enak, perutnya merasa sangat mual..
Dia segera berlari ke dalam kamar mandi..
" Uwek.. Uwek,,, Cila memuntahkan semua cairan di dalam tubuhnya..
Vano merasa khawatir dan langsung mengikutinya..
" Astaga Sayang,, kamu kenapa..
Vano memijat lengkuk Cila..
__ADS_1
" Uwek,, Uwek,,, Cila terus memuntahkan semua isi perutnya..
Tubuhnya langsung lemas dan bersender pada tubuh Vano..
" Sayang,, wajah kamu pucat..
Kita ke Rumah sakit sekarang..
" Engga Mas,, aku gak papa..
" Tapi muka kamu Pucat sayang, Kamu udah makan belum tadi..
Cila menggelengkan kepalanya, dia memang belum makan siang..
Karena dia terus mengurus Butiknya dia jadi melupakan makan siang..
Vano mengangkat tubuh Cila dan menurunkannya di sofa, dia segera meminta Mela untuk membuatkan teh hangat untuk Cila..
" Mel,, Tolong buatkan teh hangat
" Baik Tuan,,
Vano duduk di samping Cila dan memijat pelipisnya dengan lembut,,
Tok,, tok,, tok,,
" Maaf Tuan ini teh hangatnya..
Astaga Bu Cila Kenapa..
" Mel, saya bisa minta tolong lagi..
" Iya Tuan bisa,,
" Kamu bisa tolong belikan makanan di seberang,, Cila belum makan siang kan dari tadi..
Vano mengeluarkan beberapa lembar uang seratus ribuan dan memberikannya kepada Mela..
" Kamu sekalian beli juga untuk Semua..
" Baik Tuan..
Vano mengambil teh hangatnya dan membantu Cila untuk meminumnya..
" Udah Mas,,
Aku gak papa paling asam lambung aku naik Mas..
" Pokoknya setelah makan kita ke Rumah sakit.. Mas gak mau ya terjadi sesuatu sama kamu..
Cila hanya mengangguk pasrah dengan ucapan suaminya, dia pun terus bersender di dada Vano dan memejamkan matanya karena merasa sedikit pusing..
******
Hai,, kesayangan author..
Terimakasih kalian masih setia mengikuti kelanjutan ceritanya..
Semoga kalian gak bosen ya sama mereka author berusaha membuat cerita agar kalian gak bosen membacanya..
Vote like komen semangat dong..
Love you all
😘😘😘
__ADS_1