
" Aku duluan ya guys,, ucap Alice kepada Nana juga Nasya sambil masuk ke dalam mobilnya dan langsung diikuti Bodyguardnya
Setelah dari kantin mereka langsung pulang,
Tapi beda dengan Alice yang harus membeli buku untuk mengejar pelajaran yang tertinggal..
Dia pun segera menelpon Steve untuk meminta ijin dulu,,
Tut,, Tut,, Tut,,
Suara Nada terhubung dan tiba-tiba terdengar suara diseberang..
" Halo Yank,, kamu udah pulang kuliah
" Udah ini lagi dijalan,, Yank, aku mau ke toko buku dulu ya,, ucap Alice
" Toko buku,, buat apa Yank
" Aku harus nyari buku Yank,, buat kuliah lah Yank,,
" Ya boleh, tapi kalo udah ketemu langsung pulang dan suruh mereka tetap ikut kamu
(Maksudnya kedua bodyguard ya.. 😁)
" Iya Sayang,,
" Kamu hati-hati,, kalo udah sampe rumah langsung kabari aku
" Siap Sayang,, makasih daah,,
Alice menutup Ponselnya..
" Bang Jon, kita mampir ke toko buku dulu ya
" Baik Non,,
Mereka pun langsung menuju toko buku yang diminta Alice..
**********
Di dalam Kantor Steve menggelengkan kepala dengan tingkah istri kecilnya yang selalu membuatnya gemas,,
"Dasar istri kecilku, benar-benar sangat menggemaskan,, " gumam Steve
" Tuan,, anda baik-baik saja,, ucap Andri yang memang berada di depan Steve..
" Ah Ya,, kenapa Ndri,,
" Apa Tuan baik-baik saja
" Saya baik-baik saja Ndri,,
" Lantas kenapa dari tadi saya liat anda terus tersenyum
" Hahaha,, Ya,, istriku benar-benar membuat hidupku lebih berwarna Ndri,, saya tidak menyesal menikah dengannya..
Andri hanya tersenyum, karena dia memang belum pernah merasakan jatuh cinta ataupun dicintai,, dalam hidupnya hanya ada kerja dan mengabdi kepada Steve untuk membalas kebaikan orang tua Steve..
" Ndri,, makanya kamu cepat dong menikah.. Goda Steve
" Gimana mau menikah punya pacar aja belum,, gumam Andri
" Resiko jomblo Ndri, ucap Steve sambil tertawa
-
Alice sampai di sebuah Mall dan langsung berjalan masuk ke sebuah toko buku,,
Dia sibuk mencari buku, kedua bodyguardnya menunggu diluar toko..
Setelah beberapa lama akhirnya dia menemukan buku yang dicarinya dan langsung menuju kasir untuk membayarnya namun dia tertabrak seseorang yang juga akan menuju kasir..
" Aduh,, rintih Alice dan memegang perutnya
" Eh,, Sori,, Sori,, ucap Seorang wanita berpakaian mini itu,,
Alice melotot melihat wanita itu yang ternyata adalah Tania,,
" Kamu,, ucap Tania dengan wajah kesalnya
Alice hanya diam dan kembali berjalan namun lengannya ditahan Tania..
__ADS_1
" Kenapa Mba,, ucap Alice sopan
" Kita bisa bicara,,
" Maaf saya sibuk Mba,
" Sebentar saja.. Ada yang mau saya bicarakan denganmu..
Alice terlihat berfikir dan setelahnya mengangguk..
" Bang Jon, tunggu di mobil aja sama tolong bawakan ini ya,, ucap Alice
" Tapi Non,,
" Gapapa Bang, saya cuma sebentar..
Alice pun berjalan membuntuti Tania, mereka berjalan masuk ke sebuah Cafe dan mereka langsung duduk di salah satu kursi yang kosong..
" Mba mau bicara apa dengan saya,, ucap Alice
" Sejak kapan kalian menikah,,
" 7bulan
" 7bulan,, saya sudah pacaran dengannya selama 2tahun,, dan kamu pasti tau kan apa saja yang kita lakukan selama 2tahun itu
" Mba, itu masa lalu kalian dan saya tidak akan mempermasalahkannya,,
" Tapi kamu gag tau kan kalo kami sudah sering tidur bersama, dan Steve selalu terpesona setiap melihat tubuhku..
Alice hanya tersenyum walaupun hatinya merasa sangat emosi dengan ucapannya tapi sebisa mungkin dia menutupi dari Tania..
" Terus,, Mba ngajak saya bicara hanya akan menceritakan masa lalu kalian,,
" Saya minta kamu tinggalin Steve,, saya akan memberi kamu berapa pun asal kamu pergi jauh dan tidak akan kembali lagi
" Maksud kamu,,
" Hahaha,, kamu gag usah munafik Alicia saya tau kamu sengaja mendekati Steve dan membuatmu hamil hanya karena ingin mendapatkan kehidupan yang lebih baik kan,,
" Tolong mulut Mba dijaga, Saya tidak pernah berfikiran sampai sejauh itu, saya menikah dengan Steve karena kita saling mencintai..
Ucap Alice dengan meneteskan air matanya..
" Alah.. Munafik banget kamu jadi wanita.. Saya tau bagaimana keluarga kamu, dan kehidupan kamu sebelum bertemu dengan Steve..
" Mba udah selesai bicaranya,, kalo memang sudah saya permisi..
Alice pun langsung berjalan meninggalkan Tania yang terus berteriak memakinya,
Alice hanya terus berjalan menuju mobilnya dan langsung masuk..
" Kita pulang Bang,, ucap Alice menyeka air matanya..
" Maaf Non,, Non Alice baik-baik saja..
" Saya gapapa Bang, kita pulang
Bang Jono pun tidak berani bertanya lagi dan hanya menuruti Alice yang memintanya segera pulang..
Selama dalam perjalanan Alice terlihat terus menyeka air matanya dan Bang Jon melihatnya dari kaca spion..
-
Alice langsung masuk ke dalam kamarnya dan tidak keluar sama sekali, dia terus menangis mengingat semua perkataan Tania yang sangat membuat hatinya sakit..
Steve terus menatap ponselnya menunggu kabar dari Alice namun tidak kunjung ada kabar, dia pun langsung menghubunginya namun panggilannya sama sekali tidak di jawab..
Steve pun langsung menelpon Jon untuk menanyakannya..
" Jon, kalian dimana sekarang ucap Steve
" Iya Tuan, Saya sudah dirumah Tuan
" Dimana Alice, kenapa Saya telpon gag diangkat
" Em,, Maaf Tuan,, tadi Non Alice bertemu seorang wanita dan mereka sempat ngobrol tapi,, Non Alice terlihat menangis saat kembali..
Steve langsung menutup panggilannya dan berjalan keluar,,
Dia akan langsung pulang kerumahnya, dia khawatir akan terjadi sesuatu dengan Alice..
__ADS_1
Steve pun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi berharap secepatnya sampai dirumah..
Setelah sampai di rumahnya,
Steve langsung masuk dan berjalan menuju kamarnya..
Ceklek,,
Pintu terbuka,,
Terlihat Alice sedang duduk di sisi ranjang dan masih menangis..
Steve pun langsung menghampirinya..
" Sayang,, ucap Steve..
Alice yang mendengarnya pun langsung menoleh dan langsung berhambur ke dalam pelukannya..
" Ssssttt,, kamu kenapa nangis,, ada apa cerita ya,, ucap Steve dengan mengusap rambut panjang Alice
" Aku ketemu Tania Steve..
Steve langsung melepaskan pelukannya, seperti dugaannya pasti Alice bertemu dengannya..
" Apa yang dia katakan..
" Dia suruh aku ninggalin kamu..
Tapi aku jawab gag akan pernah ninggalin kamu,,
" Anak pintar,, terus kenapa kamu malah nangis hem..
" Dia bilang kalo selama kalian pacaran kalian sering tidur bareng dan kamu selalu terpesona dengan tubuhnya
" Hahahahaa,,, astaga sayang,, terus kamu percaya dengan ucapan dia,,
Dengerin kan aku udah pernah bilang sama kamu Yank,, No Sex Before Married..
Lagian hanya tubuh kamu yang buat aku terpesona juga ketagihan Yank..
" Terus kenapa dia bilang kayak gitu sama aku
" Aku bakal urus semua, kamu tenang ya.. Ucap Steve mengusap air mata di pipinya..
" Kamu kenapa udah pulang Yank,,
" Hei,, emang kenapa,, kantor juga kantor aku, lagian suami kamu tajir sayang gag kerja pun gag akan jatuh miksin,, ucap Steve sombong..
" Sombong banget zi..
" Hahaha.. Iya Maaf Sayang..
Lagian gimana aku gag langsung pulang coba saat denger istri kecilku gag ada kabar dan tiba-tiba menangis.. Ucap Steve mencubit hidup mancung Alice..
" Aw,, Sakit...
" Maaf.. Maaf,, aku gemes Kalo liat kamu
" Kalo gemes tu cium bukan cubit,, ucap Alice lirih namun masih bisa didengar Steve
" Oh jadi maunya di cium..
Cup
Cup
Cup
Steve pun terus menciumi wajah Alice karena rasa gemasnya..
" Yank,, udah ah ciumnya,, ucap Alice mendorong wajah Steve yang terus menciuminya..
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hai.. Hai.. Hai...
Readers Kesayangan aku,,
Lagi pada apa nie,, nunggu cerita lanjutnya..
Like,, vote juga komen kalian mana dong.. Kasih author semangat dong..
__ADS_1
Love you all
💋💋💋💋