
Setelah melakukan penyelidikan, Steve dan Vano beserta anak buahnya akan melakukan penjebakan kepada pelaku teror..
Walaupun mereka belum tau pasti siapa dalangnya namun mereka sudah mengira-ngira..
" Tapi apa itu tidak malah membayakan Cila dan Bu Nita.. Ucap Steve..
" Engga,, Kalian jangan macem-macem..
Kalo terjadi sesuatu dengan mereka bagaimana..
" Maaf Tuan, Tuan Muda..
Karena mereka mengincar Nona Cila dan Bu Nita, jadi hanya mereka yang bisa kita gunakan untuk menjebaknya..
" Yang dikatakan Om Andri benar Om, Van,,
Kita juga tidak akan membiarkan Cila juga Bu Nita celaka, dan kita akan menempatkan beberapa orang juga untuk terus menjaga mereka..
Steve dan Vano hanya terdiam, mereka tidak mau mengambil resiko besar dalam penjebakan ini,, namun yang dikatakan Andri juga Doni ada benarnya..
" Bagaimana Ka,, apa Kamu setuju dengan mereka.. Ucap Steve sambil memandang Vano..
" Entah lah Pa,, Vano takut terjadi sesuatu dengan mereka.. Ini terlalu bahaya buat mereka..
" Baiklah,, kita pikirkan ide lain untuk penjebakan nya.. Ucap Steve..
Mereka terus berdiskusi untuk penjebakan..
Dan Vano hanya terdiam dan terus mendengarkan semua orang berbicara, dia tetap dalam pikirannya sendiri, dia takut terjadi sesuatu dengan Cila apalagi mereka akan melangsungkan pernikahan..
********
Steve dan Vano sudah berada di rumah,,
Vano langsung berjalan masuk ke dalam kamarnya sedangkan Steve berjalan mendekati Alice yang sedang menyiram bunga-bunga di taman belakang..
" Ehem,, Lagi apa Mom,,,
Alice langsung menoleh ke sumber suara, wajahnya tersenyum saat melihat Suami yang sudah menemaninya selama 24tahun..
" Kamu udah pulang,, Ucap Alice kembali menyirami bunganya..
" Hem,, Kamu udah mandi Yank,,
" Kenapa memang,,
" Badan kamu wangi..
Alice menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Steve,,
" Gimana,, apa kalian sudah menemukan pelakunya..
" Kamu gak usah mikirin semua itu ya.. Ini tugas aku Sayang..
" Baiklah,, aku percaya sama kamu..
__ADS_1
" Masuk yuk,, temani aku mandi Goda Steve..
" Aku,,
Alice belum menyelesaikan omongannya Steve malah langsung menggandeng tangannya masuk ke dalam rumahnya..
******
Vano membaringkan tubuhnya, dia masih terus memikirkan cara lain untuk menjebak mereka, dia tidak mungkin membiarkan Cila untuk menjadi umpan mereka..
" SIAL,,,, Mereka benar-benar kurang ajar..
Emosi Vano benar-benar sudah memuncak,
Ingin rasanya dia segera menemukan pelakunya dan langsung menghabisinya..
-
Di Apartemen,,. Cila terus menghubungi Vano yang tak kunjung memberinya kabar..
Vano langsung pergi begitu saja saat Papa Steve menelponnya..
" Kemana si dia,, apa yang terjadi.. Gumam Cila..
" Nak,, kamu makan dulu ya.. Dari siang kamu belum makan..
" Ah iya Bu,,
Akhirnya Cila dan Bu Nita pun menuju meja makan dan menikmati makannya, namun Cila hanya memainkan nasinya dengan sendok tanpa memakannya..
" Cila,, kenapa gak di makan Nak..
" Cila,, Sayang,,, Ucap Bu Nita saat tidak mendapat jawaban dari Cila..
" Iya Bu,, kenapa..
" Kamu kenapa Nak,, ada yang kamu pikirkan..
" Tidak Bu,, Cila gak Papa..
" Kalian Baik-baik saja kan,,
" Maksud Ibu..
" Tadi siang kenapa Vano pulang buru-buru, apa kalian sedang ada masalah..
" Engga Bu,, Papa Steve telpon dan menyuruh Vano untuk pulang secepatnya..
Dan sampai sekarang Vano gak hubungin Cila, Cila coba hubungin dia tapi Nomornya gak aktif..
" Oh, mungkin mereka sibuk Nak..
Nanti pasti Vano menghubungi kamu..
Cila hanya diam dan menompang dagunya dengan kedua tangannya..
__ADS_1
-
Setelah membersihkan badannya,
Kini Vano berdiri di balkon kamarnya sambil menikmati udara malam hari yang sangat sejuk begitupun dengan langit yang terlihat banyak bintang di sana..
Begitu sangat indah dengan cahaya Bulan yang juga menemani bintang-bintang..
Vano membuka ponselnya yang sedari siang memang di matikan,,
Matanya membulat saat melihat banyak pesan juga panggilan dari Cila..
" Astaga,, Cila terus menghubungi,, dia pasti sangat khawatir..
Vano segera menghubungi balik Cila dan tanpa menunggu lama terdengar suara yang selalu membuatnya kangen..
" Astaga Vano,, kamu dari mana si, kenapa ponsel kamu susah di hubungi, kamu Baik-baik aja Kan..
Vano menarik mulut nya saat mendengar ucapan Cila yang terlihat khawatir namun dia merasa sangat bahagia mendengarnya..
" Sayang Maaf,, Tadi aku sama Papa sedang ada kerjaan jadi ponselnya sengaja aku matikan..
" Syukurlah,, aku khawatir terjadi sesuatu sama kamu Van,,,
" Kamu khawatir sama aku,, aku bener-bener sangat bahagia mendengarnya..
" Kamu ya,, aku lagi khawatir sama kamu tapi kamu malah becanda gini,,
" Hahaha,, Maaf sayang,, oya kamu lagi apa sekarang, apa sudah makan hem..
" Aku lagi di kamar, barusan aku makan sama Ibu,, kamu sendiri sedang apa..
" Aku sedang kangen dengan bidadari..
" Bidadari, siapa bidadari itu
" Bidadarinya sedang telponan sama aku,,
" Kamu tuh ya,, sejak kapan kamu bisa ngegombal hah..
" Siapa bilang aku gombal, kan yang aku bilang memang benar.. Kamu lah bidadari aku Sayang,,
Mereka terus telponan untuk menghilangkan rasa kangen mereka..
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Malam Kesayangan..
Sambil menikmati malam kamu,, author temanin dengan kelanjutan ceritanya..
Tapi,, Bantu Vote author dong..
Author kangen sama Vote juga Poin kalian..
Love you all.
__ADS_1
😘😘😘