
Pernikahan Vano dan Cila sudah berjalan sekitar sebulan dan kehidupan mereka sangat harmonis, Vano yang selalu menyayangi juga memanjakan Istrinya menjadikan Cila merasa menjadi wanita istimewa..
Bukan hanya Vano suaminya yang menyayangi bahkan kedua mertuanya pun tak kalah baik kepadanya, Mommy Alice selalu mengajak Cila jalan bahkan memasakan makanan untuknya, Papa Steve pun menganggapnya seperti anak sendiri bahkan Adik iparnya pun sangat dekat dengannya benar-benar kehidupan yang sama sekali tidak pernah di bayangkan oleh dirinya..
Namun pagi ini, wajah ceria Cila terlihat begitu lemas juga tidak seperti biasanya,
Dia terlihat sedih bahkan terlihat menyeka air matanya..
" Sayang,, Kamu kenapa nangis.. Ucap Vano berjongkok di depan Cila yang terduduk di depan meja riasnya..
Cila hanya menggelengkan kepalanya tanpa memberi penjelasan..
" Hey,, Mas tanya Lo sama kamu.. Kenapa..
" Aku sedih Mas,, hari ini Papa, Mommy juga Ade bakal kembali ke Jerman..
Vano mengernyitkan keningnya, dia bingung padahal kan dia anak kandung mereka tapi kenapa malah Cila yang terlihat begitu sedih..
" Sayang,, kita bisa kok kapan kapan mengunjungi mereka..
" Nanti aku sama siapa Mas, Mas tiap hari sibuk kerja.. Biasanya Mommy atau Ade yang temani aku..
" Sstt,, sayang jangan sedih ya..
Mas janji bakal selalu temani kamu ya..
" Sekarang kita ke rumah ya,, mereka pasti sudah menunggu kita
Vano mengusap air mata Cila dengan tangannya, dan langsung menggandeng tangan Cila keluar kamar..
***********
Di sini Mereka sekarang, Bandara Soekarno Hatta..
Vano dan Cila mengantarkan kedua orang tuanya juga Gea yang akan kembali ke Jerman..
" Mommy, Hati-hati ya Mom,, Cila pasti kangen banget sama Mommy.. Ucap Cila memeluk Alice
" Jaga diri kamu ya Nak,, selalu kabari Mommy.. Apa lagi jika Vano menyakiti kamu
" Satu lagi Nak,, Mommy menunggu cucu dari kalian,,
Wajah Cila memerah mendengar ucapan Alice..
" Doain ya Mom,, Mommy jaga kesehatan di sana, Jangan kecapean.. Vano sayang Mommy..
" Ka,, jaga Istri kamu..
" Pa,, Papa jaga kesehatan ya..
" Kamu juga jaga kesehatan, jangan terus bekerja kamu sudah mempunyai istri yang harus kamu perhatikan..
" Cila,, Kamu jaga kesehatan ya Nak..
" Kak Cila,, Ade pasti kangen banget sama Kaka..
Setelah mereka pamit, kini Vano mengajak Cila pulang karena pesawat mereka pun sudah landing..
__ADS_1
Selama dalam perjalan Cila terdiam,
" Sayang,, Kamu ikut Mas saja ke kantor ya..
" Kenapa Mas..
" Kamu sedih gitu,, apa Mas gak usah ke kantor deh.. Kamu mau kemana hari ini Mas temani kamu..
" Aku gak pengin kemana mana, Mas ke kantor aja aku ikut..
" Kamu beneran gak mau pergi kemana,,
Cila menggeleng dan masih terus terdiam..
Vano menarik Cila dan memeluknya..
" Jangan sedih ya,, masih ada Mas.. Kapan kapan kita kunjungi mereka ke jerman..
Vano mengecup kening Cila dan melajukan mobilnya menuju kantor..
**************
Sesampainya di Perusahaan,
Mereka di sambut oleh semua karyawan di sana dengan membungkukkan badannya..
Vano menggandeng tangan Cila berjalan masuk menuju lift khusus..
ting,,
Pintu Lift terbuka,, Vano dan Cila keluar berjalan menuju ruangannya namun saat melewati ruangan Doni, Vano melihat Doni yang sedang melamun di mejanya..
Cila pun mengikuti Vano Melihat Doni dan benar saja Doni terlihat tidak bersemangat..
" Kita masuk sebentar ya..
Vano membuka pintu ruangan Doni dan langsung berjalan masuk..
" Ehem,,
Doni masih terus melamun..
" Don,,
Tidak ada jawaban juga..
Cila tersenyum melihat Doni seperti ini, dia baru tau jika seorang Doni bisa sedih..
" Doni,, Lo kenapa.. Ucap Vano dengan sedikit mengebrak meja
" Astaga,, Lo bisa gak si masuk ketuk pintu dulu Van
" Apa Lo bilang,, Lo aja masuk ke ruangan gue main masuk aja..
" Hehehe,, iya Sory,,
Kenapa Van,,
__ADS_1
" Lo sakit Don, tapi badan Lo gak panas, wajah Lo juga gak pucet..
" Gue lagi galau Van,, gue gak semangat..
Separuh jiwa gue hilang.. Ucap Doni lesu
Vano dan Cila mengernyitkan keningnya, mereka bingung dengan yang diucapkan Doni..
" Lo belum minum obat Don,,
Doni jangan menggeleng,,
" Mas,, Aku baru liat Doni bisa seperti ini..
" Bentar deh,, Lo bilang separuh jiwa Lo hilang.. Maksud Lo apa si Don..
" Kivano.. Kaya Lo gak pernah Jatuh Cinta deh.. Ucap Doni keceplosan dan langsung menutup mulutnya dengan tangan..
" Apa Lo bilang,, Lo Jatuh Cinta sama siapa Don, kok gue gak tau ya..
Cila tersenyum, dia tau cerita antara Doni dan Gea karena Gea menceritakannya..
" Oh,, Jadi kamu sedih karena Gea kembali ke Jerman Don,, Ucap Cila
Dan tanpa sadar Doni pun mengangguk..
" Eh,, bukan Gea.. Apa ana si Lo Cil
" Bentar Yank,, maksudnya
" Iya Mas,, jadi Doni dan Gea beberapa hari kemarin sudah dekat dan sekarang malah Gea kembali ke Jerman
" Engga Van,, Cila bohong ding.. Jangan percaya..
Vano menatap tajam ke arah Doni,
Doni yang melihatnya pun tersenyum dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal..
" Van,, Lo jangan mandang gue gitu dong,, serem Van..
" Udah Udah,, Yuk Mas kita ke ruangan kamu aja.. Biarin Doni dengan kesedihannya..
" Cila Lo gak asik ah,, bukannya ngehibur gue..
Cila langsung menarik tangan Vano keluar dari ruangan Doni..
\=\=\=\=
Selamat Pagi..
Selama Puasa buat kalian yang menjalankannya..
Jangan lupa buat selalu ngeVote, Nge Like juga Komen kalian..
Semangat kumpulin poin..
Love you all.
__ADS_1
😘😘😘