
" Aku siap kok kalo aku jadi umpan buat menarik pelakunya.. Ucap Cila berjalan masuk..
Steve dan Vano langsung menoleh ke sumber suara, mereka kaget dan langsung berdiri saat melihat Cila yang tiba-tiba masuk dan bicara seperti itu..
" Engga, Engga, aku gak akan ijin kan kamu melakukan itu..
" Pa,, Papa di kantor juga,, Ucap Cila dengan mengecup punggung tangan Steve..
" Iya Nak,, kamu ke mari sama Siapa Cila..
" Sama bang Jon Pa..
Cila menatap Vano dan tersenyum..
" Kamu tenang aja ya, lagian juga kan banyak yang mengawasi,, dan juga ada orang yang melindungi aku Van..
" Kalian bicaralah, Papa keluar dulu..
Steve berjalan keluar ruangan Vano, dia sengaja membiarkan mereka untuk bicara..
" Vano dengerin aku,, mereka mengicar aku dan hanya aku yang bisa membuat mereka keluar agar kalian bisa menangkapnya..
" Sayang,, aku gak mau terjadi sesuatu dengan kamu,, aku benar-benar gak bisa membayangkan jika kamu Kenapa-kenapa..
Cila menangkup wajah Vano yang terlihat sangat khawatir,, dia pun mengecup singkat bibirnya..
" Aku janji sama kamu, aku bakal baik-baik saja..
Vano langsung menarik Cila dan memeluknya sangat erat, begitu pun dengan Cila yang membalas pelukannya..
-
Setelah Cila bersedia menjadi umpan dan Vano terpaksa mengijinkan namun dia tetap menyuruh orangnya untuk mengawasi bahkan bersembunyi tidak jauh dari Cila..
Dan disini lah mereka sekarang..
Cila dan Bu Nita Sudah berada di dekat rumah mereka,, Cila dan Bu Nita akan kembali tinggal di sana..
Dan bukan hanya mereka, Bang Jono juga akan ikut tinggal di sana juga beberapa Bodyguar yang mengawasi dari dekat rumah mereka..
Vano melajukan mobilnya masuk ke dalam halaman rumah Cila, perasaannya sungguh sangat tidak tenang..
Cila dan Bu Nita terlihat turun dari mobil dan berjalan masuk, namun berbeda dengan Vano yang terlihat melamun..
Cila yang melihatnya langsung belik dan menghampirinya..
" Sayang,, Ayo.. Ucap Cila dengan menarik tangan Vano..
Vano pun mengikuti Cila masuk ke dalam rumahnya..
" Kamu duduk sebentar ya,, aku masukin tas dulu..
" Ya sayang,,
-
Hari sudah semakin malam,,
Vano enggan meninggalkan Cila di rumahnya..
" Kamu pulang ya, , udah malam
" Aku berat banget ninggalin kamu Yank,,
" Aku bakal baik-baik saja,, aku kan mau menikah dengan kamu..
__ADS_1
Vano tersenyum mendengar ucapan yang keluar dari mulut Cila..
" Aku pulang ya,, kamu Baik-baik disini, kabari aku kalo terjadi sesuatu.. Ucap Vano memeluk Cila
Cila mengangguk dalam pelukan Vano..
Vano berjalan menuju mobilnya setelah mengecup kening Cila..
Cila kembali masuk ke dalam rumahnya setelah mobil Vano sudah tidak terlihat..
Dan sesuai dengan perintah Steve juga Vano, di beberapa tempat sudah ada orang yang mengawasi Cila, begitupun Jono dan Joni yang ikut menginap di rumah mereka untuk melindungi mereka..
Dan benar saja..
Setelah mobil Vano pergi terlihat mobil yang melintas di jalan depan rumah Cila, terlihat seseorang dengan pakaian serba hitam terus menatap dan tersenyum...
*********
Keesokan Harinya...
Cila terbangun karena mendengar suara alarm di ponselnya..
" Uh,, nyenyaknya tidur di kamar sendiri..
Cila berjalan masuk kamar mandi untuk membersihkan wajahnya dan menggosok gigi..
-
Cila berjalan menuju dapur karena dia mencium bau wangi dari sana, dan benar saja terlihat bu Nita sudah berada di sana dan sedang memasak..
" Hemm,, wangi banget Bu,, masak apa ni
" Eh,, kamu udah bangun Nak..
Ibu bikin kue buat para Bodyguar Nak, kasihan mereka.. Sekalian juga sarapan buat mereka..
" Bang Jono,, bisa minta tolong sebentar.. Ucap Cila..
" Iya Non,, ada apa..
" Tolong antarkan kue sama sarapan ini ke para Bodyguar ya..
" Baik Nona..
Bang Jono pun membawa beberapa kantong plastik makanan juga kue..
Sedangkan Bu Nita dan Cila masih berada di dapur membereskan peralatan..
******
Sore Harinya..
Cila terbangun karena mencium bau asap di rumahnya, dia pun langsung berlari keluar dan terlihat sudah banyak api di sana..
" Astaga,, Kebakaran..
Cila mendengar suara batuk dari kamar Bu Nita, dengan Susah payah dia menerobos masuk masuk dan terlihat Bu Nita sudah terduduk lemas dengan terus memegang dadanya..
" Astaga,, Ibu,,
" Sayang,,
" Ibu,, ayo kita keluar Bu,,
Cila memapah Bu Nita yang sudah sangat lemas..
__ADS_1
Tiba-tiba Bang Jono masuk ke dalam..
" Nona Muda,, Bu Nita.. Cepat kita keluar dari sini..
Bang Jono membantu memapah Bu Nita,
Mereka berjalan dengan sangat hati-hati karena api sudah menjalar kemana-mana ..
Sedangkan Joni beserta beberapa orang mengejar pelaku yang berhasil melarikan diri..
Saat mereka sudah berada di luar rumah tiba-tiba Bu Nita pingsang,
" Astaga Ibu,,
" Nona kita ke Rumah sakit sekarang..
Bang Joni membopong Bu Nita masuk ke dalam mobil dan langsung melajukan mobilnya menuju Rumah Sakit,,
Selama dalam perjalanan Cila terus menangis dengan menggoyangkan tubuh Bu Nita..
" Ibu,,
sabar kita ke Rumah sakit sekarang..
Namun Bu Nita tidak juga sadar, ,,
-
Di Rumah sakit,,
Cila dan Bu Nita mendapatkan pertolongan Dokter, mereka segera di tangani Dokter di sana..
Sedangkan Jono langsung menghubungi Vano..
Tidak lama Vano dan Alice sudah berada di Rumah Sakit sedangkan Steve mengurus Rumah mereka yang terbakar..
" Bang,, Bagaimana bisa terjadi seperti ini.. Kalian ngapain saja Hah,, Ucap Vano dengan emosi..
" Kakak,, sabar Nak,,
Tiba-tiba Dokter yang menangani Bu Nita keluar dengan wajah yang tidak bisa di tebak..
" Dokter,, bagaimana keadaan Bu Nita.. Ucap Alice..
Namun tidak kunjung mendapatkan jawaban dari dokter..
" Dokter,, bagaimana dengan Ibu Mertua saya.. Kenapa Anda malah diam..
Vano benar-benar sangat emosi, dia emosi karena Bodyguar yang kecolongan dan sekarang Dokter yang hanya diam..
" Maaf Nyonya,, Tuan,,
\=\=\=\=\=\=≠\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\={
Kira-kira apa yang terjadi dengan Bu Nita??
Terus ikuti kelanjutan ceritanya..
Bantu Vote juga semangat kumpulin Poin..
Kalo Di Episode ini tembus 500like juga 100 komen dari kalian..
Author bakal Crazy Up buat kalian.. 😁😁
Love you all
__ADS_1
😘😘😘