Istri Kecilku

Istri Kecilku
Season2 Calon Mertua


__ADS_3

Beberapa minggu berikutnya..


Steve dan Alice sudah dalam perjalanan pulang ke Indonesia karena mereka sengaja ingin bertemu dengan calon menantunya..


Mereka sangat penasaran seperti apa kekasih dari anak jagoan mereka..


Namun Gea sendiri harus ditinggal di Jerman karena dia baru saja mulai kuliah di sana dan tidak mungkin jika dia harus ikut pulang dengan kedua orang tuanya..


Mereka sampai di depan rumah mereka, rumah yang sudah beberapa bulan tinggalkannya..


" Sayang,, akhirnya kita sampai di rumah kita lagi Ucap Alice tersenyum menatap rumah mereka..


" Iya sayang,, kita masuk ya kamu harus istirahat..


Steve menggandeng tangan Alice dan membawanya Masuk..


" Selama datang Tuan,, Nyonya.. Ucap para pelayan..


" Kalian apa kabar,, Ucap Alice tersenyum..


" Baik Nyonya,, Nyonya sama Tuan sendiri bagaimana


" Kita juga baik-baik saja..


" Mbak,, tolong buatkan Nyonya teh hangat ya Ucap Steve..


" Baik Tuan..


Steve masih sama seperti dulu, Steve yang sangat mencintai Alice, menyayangi Alice, dan selalu perhatian dengan Alice..


Seperti saat ini,,


Saat mereka sampai di rumah mereka, Steve langsung membawa Alice ke dalam kamarnya dan menyuruhnya untuk istirahat..


Tok,, tok,, tok,,


Terdengar suara ketukan pintu kamar mereka, Steve langsung berjalan untuk membukanya..


" Maaf Tuan ini teh yang anda minta..


" Terimakasih Mba..


Steve menutup pintu kamarnya dan kembali masuk dengan membawa nampan berisi dua cangkir teh hangat..


" Sayang,, kamu minum tehnya dulu mumpung masih hangat.. ucap Steve dengan memberikan teh kepada Alice


" Makasih Yank,,


" Oya Vano belum pulang ya,,


" Belum,, Tadi Doni kasih kabar jika mereka masih berada di luar, mereka sedang bertemu klien..


Memangnya kenapa hem,,


" Gak Papa,, aku hanya kangen sama Vano Yank,,


Vano memang sudah tau jika hari ini kedua orang tuanya pulang, namun dia sendiri tidak bisa menjemput di bandara karena dia harus bertemu dengan Klien yang tida bisa diwakilkan oleh Doni..

__ADS_1


Steve dan Alice pun memakluminya..


******


Vano terlihat sangat fokus saat bertemu dengan kliennya, dia membahas kerja sama dengan sangat tenang walaupun dia sudah dangat ingin pulang untuk bertemu dengan orang tuanya..


Doni sudah memberitahukannya jika kedua orang tuanya sudah sampai di Rumah..


Dia benar-benar sama seperti Steve, semua kepintaran Steve benar-benar menurun kepadanya.. Banyak Perusahaan yang ingin mengajaknya bekerja sama, Namun Vano sangat teliti juga hati-hati saat menerima Proposal dari mereka..


Cila yang juga berada di sana memandang kagum dengan kekasihnya yang sangat tenang, teliti juga sangat cerdas dalam membasah kerja sama mereka,


Cila memang selalu mengikuti Vano kemana pun karena dia memang sekertaris Vano..


Cila sendiri tidak mengetahui jika kedua orang tua Vano hari ini akan kembali ke Indonesia..


Setelah sekitar 2jam, akhirnya mereka selesai Meeting,,


Vano meregangkan otot-ototnya yang merasa Kaku,, badannya juga sangat merasa lelah namun saat dia melihat wanita disampingnya semua lelahnya langsung hilang dan menjadi senyuman dibibirnya..


" Kamu pasti sangat lelah ya Van,, Ucap Cila


" Cape aku hilang saat aku melihat kamu Yank,,


" Ehem,,, Tolong dong jaga hati para jomblo,, Ucap Doni..


Doni masih berada di sana bersama mereka,,


" Makanya Lo cepet dong cari Pacar Don,,


" Cil,, Lo punya temen gak,, kenali sama gue Dong,,


" Eh jangan Yank,, nanti malah cuma dimainin Doni lagi..


" Gak kom Cil, beneran.. Gue serius..


" Temen,, Coba deh nanti aku cari yang masih jomblo juga ya..


" Hahaha,, bener Yank,,


" Kalian bahagia banget liat gue,, jahat banget kalian..


Vano dan Cila terus menggoda Doni,,


" Udah lah gue mau pulang,, kalian semua jahatin gue terus..


Doni pun berjalan keluar dari restoran meninggalkan Vano dan Cila yang masih terus menggodanya..


" Kita juga pulang yuk Van,,


" Oya,, Oke..


Vano dan Cila berjalan keluar menuju mobilnya dengan saling bergandengan..


-


Di rumah Steve dan Alice sedang duduk bersantai di samping rumahnya sambil menikmati keindahan sore di Indonesia..

__ADS_1


-


Vano melajukan mobilnya menuju rumah, dia sengaja membawa Cila ke rumahnya untuk bertemu dengan kedua orang tuanya..


" Van,, kita mau kemana ya.. Ini bukan jalan ke rumah aku deh..


" Kita mampir ke rumahku dulu ya..


" Lo,, kenapa..


" Papa sama Mommy udah menunggu kita..


" Maksud kamu Van,,


" Iya.. Mereka sudah sampai di rumah dan sedang menunggu kita..


" Apa Van,, kenapa kamu gak bilang..


" Mereka pulang juga dadakan Sayang,,


" Tapi Van,,


" Kamu tenang ya..


Cila terdiam, jantungnya berdetak kencang dia takut jika nantinya tidak sesuai dengan ucapan Vano kepadanya..


Mobil mereka sampai di depan rumah tinggi juga sangat mewah..


Cila menatap bangunan di depannya, hatinya mulai menciut melihatnya..


" Kamu kenapa,, Yuk masuk..


" Ah ya,,


Vano menggandeng tangan Cila masuk ke dalam rumahnya..


Baru pertama kalinya Cila kerumah Vano dan malah langsung bertemu dengan kedua orang tuanya..


Jantungnya semakin berdetak kencang saat mereka sudah sampai di depan pintu rumahnya..


Tangannya berasa sangat dingin, kakinya pun merasa sangat lemas..


Vano membuka pintu rumanya..


" Selamat datang Den,, Nona.. Ucap pelayan..


" Mba,, Papa sama Mommy sudah sampai kan..


" Sudah Den,, mereka sedang duduk di samping rumah..


Vano mengajak Cila menuju samping rumahnya..


Langkah Cila terhenti saat melihat dua orang yang sedang duduk bersantai di sebuah kursi..


" Papa,, Mommy,, Ucap Vano..


Cila menunduk saat kedua orang itu menoleh ke arahnya..

__ADS_1


__ADS_2