
Alice membuka matanya dan melihat sekeliling ruangan yang nampak asing baginya, bukan kamarnya atau bahkan kamar Steve,,
Pandangannya pun beralih melihat Steve yang tertidur dengan menggenggam tangannya..
Dia melihat inpus di tangan kirinya..
Saat Alice sedikit bergerak dia merasa pusing di bagian kepalanya..
" Aw,, rintihnya dengan memegang kepalanya.
Steve terbangun karena mendengar suara Alice..
" Sayang, kamu udah bangun,, ucap Steve dengan senyuman manisnya..
" Kenapa aku di Rumah Sakit Steve,,
" Kamu demam, sekarang apa yang kamu rasakan.
" Kepalaku pusing,, ucap Alice dengan masih memegang kepalanya..
" Bentar aku panggilkan Dokter,,
Alice menarik tangan Steve dan menggeleng..
" Temani aku aja,,
Steve tersenyum dan mengecup kening Alice..
" Tanpa kamu minta aku bakal terus temani kamu Yank,,
Alice menghela napasnya dan menutup matanya, rasa pusingnya bertambah saat dia membuka mata..
" Yank,, kamu tidur lagi,,
Alice menggeleng,,
" Kalo melek tambah pusing,,
" Ya udah aku pijitin kepala kamu ya,,
Steve pun memijat kening Alice dengan lembut, dia akan melakukan apa pun demi istrinya bahkan nyawa dia akan di berikan untuk kebahagiaannya..
Tidak lama Dokter pun masuk di ikuti dengan Hendra yang berjalan di belakangnya..
" Maaf Tuan,, ucap Dokter dengan menunduk karena merasa tidak enak melihat Steve yang sedang membantu memijat Alice..
" Apa Non Alice sudah sadar,, lanjutnya
" Dia sudah sadar tapi kenapa dia masih merasa pusing,, ucap Steve dengan berdiri..
" Baik Tuan, saya akan memeriksanya..
Steve melihat rajam saat Dokter memeriksa Alice,
" Nona hanya kelelahan tuan, jangan banyak pikiran juga di jaga makannya..
Steve hanya terdiam dan kembali mendekati Alice..
" Sayang,, kamu denger,, kamu jangan mikir macem-macem ok,,
Alice hanya mengangguk karena dia memang masih sangat lemas..
" Saya permisi Tuan, kalo ada apa-apa langsung panggil saya..
" Terimakasih Dok,, ucap Hendra dengan mengantar Dokter sampai pintu dan kemudian kembali masuk ke dalam..
" Maaf Tuan, Nona apa kalian mau makan biar saya belikan..
" Kamu belikan Alice bubur Hend, ucapnya tanpa menatap Hendra..
__ADS_1
" Baik Tuan, saya permisi..
Steve masih memandang wajah Alice, tangannya sama sekali tinggal copot dan terus menggenggam tangan Alice..
Alice menatapanya,,
" Bukannya kamu ada meeting,,
" Kamu yang lebih penting,, ucap Steve dengan mencium tangan Alice
" Tapi Steve,, A-
" Aku gag akan bisa fokus melihat kamu seperti ini Yank,, ucap Steve memotong ucapan Alice..
" Maaf,,
" Maafin aku Yank, gak bisa jaga kamu,, sekarang kamu jangan berpikir macem-macem lagi ya,, aku akan selalu di samping kamu Ok,,
Alice mengangguk patuh, dia terus menatap Steve dia merasa sangat beruntung setelah orang tuanya meninggal Tuhan mengirimkan seorang laki-laki yang sangat menyayanginya..
Dia telah membuatnya hidup bahagia dan selalu memanjakannya..
Tidak lama Hendra kembali dengan membawa bubur yang di pesan Tuannya..
" Maaf Tuan, ini bubur yang Anda pesan
" Kamu tunggu di Luar Hen, ada yang mau saya bicarakan..
" Baik Tuan,,
Hendra keluar kamar, dan Alice menatap heran wajah Steve..
Tatapannya menyelidik ke arah Steve..
" Sayang,, kamu makan ya aku suapin..
Steve kaget dengan pertanyaan Alice dan dia bingung harus menjawab apa, karena kalo jujur Alice bakal marah kepadanya..
" Eng-Engga Sayang,, Aku cuma mau bicara masalah kantor ucap Steve bohong..
" Kamu gak bohong kan,,
" Engga mungkin aku bohong sama kamu, sekarang kamu makan ya..
Alice menggeleng dan menutup mulutnya..
" Kamu harus makan, biar cepat sembuh Ok
" Tapi mulut aku pait Steve,, aku gag mau..
" Dikit aja Ok,,
" Engga mau,, ucap Alice dengan masih menutup mulutnya..
" Kalo kamu gak makan aku juga gak akan makan, biar kita sakit bareng-bareng,, ucap Steve dengan meletakan bubur diatas nakas..
Alice yang mendengarnya pun langsung menoleh dan membuka tangannya..
" Kamu apa an si, kenapa ngomong kayak gitu,,
" Percuma aku makan kalo kamu sendiri gak makan mending kita sama-sama gak makan dan sakit semua,,
" Gak Mau,, ucap Alice dengan meneteskan air matanya..
Steve sebenarnya tidak tega berbicara kasar kepadanya, namun dia harus melakukannya,,
" Sayang,, Kamu sayang kan sama Aku,, aku Mau kan terus temani aku,,
Alice hanya mengangguk dan menatap Steve, air matanya terus mengalir,,
__ADS_1
" Sekarang kamu makan ya,, aku suapin
" Kamu juga makan,,
" Aku bakal makan setelah kamu makan Ok,,
Steve pun mulai menyuapi Alice walaupun sebenarnya Alice merasa malas karena mulutnya pait namun dia memaksanya..
" Udah Steve,, ucap Alice karena merasa mulutnya enek..
" Sekarang kamu minum obatnya ya,,
" Bentaran mulut aku masih pait, ini aja enek Steve..
Steve menghela napasnya,
Resiko punya Istri Kecil,, batin Steve..
Steve dengan sabar menunggu Alice di dalam dia berpikir bagaimana caranya agar Alice mau minum obatnya dan istirahat..
Akhirnya dia mengambil obat meminumnya dan mencium bibir Alice dan memindahkan obatnya ke mulut Alice..
Alice membulatkan matanya dengan sikap Steve kepadanya..
Tidak lama Alice pun terlelap mungkin karena pengaruh obat..
Steve mengusap lembut kepala Alice dan menciumnya..
Dia keluar menemui Hendra yang sudah menunggunya lama..
Hendra langsung berdiri saat melihat Steve keluar..
" Kita bicara di sana ucap Steve menunjuk lorong Rumah Sakit, karena dia tidak mau mengganggu Alice yang tertidur..
Hendra membuntuti Steve yang berjalan didepannya, mereka berhenti di lorong Rumah Sakit tidak jauh dari kamar inap Alice..
" Kamu udah cari tau latar belakang Nasya
" Sudah Tuan,
Nona Nasya anak tunggal dari pengusaha properti bernama Alex Wahid, dan sepertinya anda pernah bertemu dengannya..
Steve berpikir, dan dia ingat bertemu dengan seseorang yang mengajaknya kerja sama..
" Ok,, buat mereka pelajaran permalukan Nasya seperti yang dia lakukan terhadap Alice..
" Baik Tuan..
Steve langsung berjalan menuju kamar takut Alice bangun dan mencarinya..
Dia tidak mau meninggalkan Alice dalam kondisi seperti ini..
Entah mengapa dia merasa sangat mencintai Alice melebihi apa pun..
Alice masih tertidur dan Steve pun duduk di sampingnya menatap wajahnya, menggenggam tangan mungilnya dan menciumnya..
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hai,, Hai,, Hai,, Raider Kesayangan..
Selamat Siang semua,, 😘😘
Ikuti terus jalan ceritnya,, 🤔🤔
Like, Vote juga komen kalian dong,, 🙏
Love You All
💋💋💋💋
__ADS_1