
Hari semakin sore, Nana dan Nasya akhirnya pamit karena takut mengganggu Alice yang harus banyak istirahat..
" Kenapa Kalian pulang, aku kan masih kangen ucap Alice
" Kita masih bisa ketemu, kita juga masih bisa main ke sini lagi, ucap Nana
" Iya Lis,, kamu perlu istirahat Oke,, kan ada ponakan kita diperut kamu ucap Nasya mengusap perut Alice
" Kalian sering-sering main ya,,
" Iya,, ya udah kita pulang ya
" Daah,, hati-hati
Alice kembali masuk setelah mobil mereka sudah tidak terlihat..
Alice pun berjalan naik tangga dan menuju kamarnya,,
Ceklek,,
Pintu terbuka dan terlihat Steve sedang menatap leptonya..
Alice pun berjalan menghampiri dan duduk disebelahnya sambil memegang pinggangnya yang sedikit pegal..
Steve menoleh..
" Mereka udah pulang,,
" Hem,, ucap Alice
Steve kembali menoleh karena Alice tidak menjawabnya..
Dan dia melihat Alice yang terpejam dengan tangannya memegang pinggangnya..
" Sayang,, kamu kenapa
" Engga, pinggang aku pegal Yank,,
" Ya Udah sini aku pijitin ya..
Steve pun membantu Alice memijatnya dengan lembut,,
" Yank, panggil Alice
" Kenapa,,
" kamu sayang gag sama aku juga anak yang ada di perut aku,,
Steve menghentikan pijatannya dan menatap Alice..
" Kenapa kamu ngomong gitu Yank,,
" Jawab Yank,,
" Sayang denger Ya,, aku sangat-sangat menyayangi kamu juga anak yang ada didalam perut kamu,,
" Kenapa,,
" Maksud Kamu,,
" Iya kenapa kamu sayang sama aku juga anak ini
" Sayang,, kamu kenapa zi tanya kayak gitu kamu ada pikiran apa hem,,
" Jawab Yank,, aku pengin denger..
" Gag ada alasan Yank,, intinya aku sangat-sangat sayang dengan kalian Oke..
Alice merasa kesal dengan jawaban Steve dia pun terus memaksa Steve untuk menjawabnya..
__ADS_1
" Sayang,, denger pokoknya aku sayang sama kamu juga anak kita, dan Kamu kenapa tiba-tiba tanya seperti ini,, ucap Steve
" Kenapa kamu malah bentak aku, aku cuma tanya Yank,, ucap Alice dengan meneteskan air matanya..
Steve mengusap wajah kasarnya, dia benar-benar harus sabar menghadapi tingkah Alice yang sering berubah moodnya..
" Sayang,, Maaf aku,,
Ucapan Steve terputus dengan Alice yang menepis tangan Steve yang akan menyentuhnya..
Alice pun langsung beranjak, namun tiba-tiba perutnya terasa sangat sakit..
" Aaaaww... Rintih Alice dengan memegang perutnya
" Astaga Yank,, kamu kenapa
" Perut aku sakit Yank,, hiks.. Hiks..
" Astaga Yank,,
Steve langsung menggendong Alice dan merebahkannya diatas ranjang, dan Alice terus terisak dengan tangannya memegang perutnya..
Steve langsung menelpon Dokter Nia untuk segera datang kerumahnya..
Tidak lama Dokter Nia pun datang dan langsung memeriksanya..
" Gimana Dok,, ucap Steve khawatir
" Nona Alice hanya kram perut dan saya minta Anda bisa menjaga emosinya,, karena moodnya sering berubah,,
Jaga kesehatan Non Alice, karena kehamilan masih sangat muda dan rentan dengan usia Nona Alice yang memang masih sangat muda,, ucap Dokter Nia
" Baik Dok,, Terimakasih
" Kalo begitu saya permisi
" Sayang,, kamu minum susu dulu ya..
Alice hanya terdiam dia bahkan menutup telingannya dan masih meneteskan air mata
Steve menghela napas dia benar-benar harus ekstra sabar menghadapinya dia pun mengalah.
Steve memegang tangan Alice yang menutup telingannya,,
" Sayang,, aku minta maaf Oke,, aku udah bentak kamu,,
Alice terus meneteskan air matanya dan wajahnya pun tidak menatap Steve..
" Sayang,, liat aku
Alice pun menatap Steve yang juga menatapnya..
" Aku minta maaf ya,, aku gag sengaja dan aku gag bermaksud seperti itu, sekarang kamu minum susunya dulu ya
Alice mengangguk dan Steve pun membantunya bangun..
Steve memberikan gelas yang Alice terlihat meminumnya..
" Maafin aku Yank,, ucap alice
Steve tersenyum dan mengusap sisa air mata di pipi Alice..
" Aku juga minta maaf ya,,
Steve pun menarik Alice dan memeluknya..
Mood Alice memang hampir setiap hari berubah dan terkadang membuat Steve merasa kesal, namun Steve harus mengerti dan memahaminya..
Itu karena bawaan karena kehamilan Alice.
__ADS_1
**********
" Yank,, ucap Alice saat mereka sudah berada diatas ranjang mengingat jam sudah menunjukan pukul 9 malam..
" Hem,, kenapa Yank,,
" Kamu pengin anak kita laki-laki apa perempuan atau bahkan Twin..
Steve terdiam dan terlihat berpikir..
" Sayang,, Alice kembali memanggil Steve yang masih terdiam..
" Ah ya,, anak kita.. Em, apa aja Yank.. Laki-laki ataupun perempuan sama saja buat aku, apa lagi kalo memang Twin aku malah lebih sangat bahagia,,
" Twin,, emang gag repot Yank,,
" Kan kita bisa pake jasa Babysister Sayang,, tapi kamu sendiri gimana,,
" Aku,, kalo aku inginnya laki-laki Yank,,
" Kenapa,,
" Pasti dia pintar, tampan seperti Papa nya.. Ucap Alice
" Kalo perempuan pasti cantik seperti Mommy nya jawab Steve
Alice tersenyum dan menatap Steve mendengar jawaban Steve..
" Emm,, Twin aja deh Yank ucap Alice
Steve tertawa mendengar ucapan Alice yang sangat menggemaskan..
" Kenapa kamu ketawa,,
" Sayang,, kamu tuh lucu,, masa kita mau maksa biar anak kita Twin,, semua udah diatur sama yang diatas Yank, dan kita sebagai orang tuanya cuma bertugas menjaga juga merawatnya..
ya Udah sekarang kamu istirahat ya udah malem kasihan anak kita juga ingin istirahat..
Alice yang mengangguk dan memejamkan matanya..
Namun dia kembali membuka matanya saat merasakan perutnya tersentuh..
Steve mengusap lembut tangannya diperut Alice dan terlihat menciumnya..
" Sayangnya Papa,, istirahat juga ya,, kasihan mommy juga mau istirahat,, sehat-sehat di dalam ya,,
" Papa juga istirahat,, ucap Alice dengan menirukan suara bayi,
Steve menoleh dan Alice terlihat tersenyum dia pun mencium kening Alice..
" Selamat Tidur Mommy,, ucap Steve
" Selamat Tidur Papa,, ucap Alice
Steve pun langsung memeluk Alice dan mereka pun langsung terpejam,,
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Masih semangat kumpulin Poin nie,,
Bantu Author yuk dengan,,
Like, Vote juga komen kalian,,
Terimakasih,, 😘😘😘
Love You All
💋💋💋💋
__ADS_1