
Setelah melewat beberapa hari di rawat akhirnya Alice sudah diperbolehkan pulang..
" Sayang,, ingat pokoknya kamu harus istirahat di rumah.. Aku gag mau ya kamu kembali sakit,, Ucap Steve
" Iya.. Kamu tuh bawel deh Yank,,
" Ehem,, ehem,, Cie,, Papa perhatian banget sama Mommy.. goda Gea..
" Harus Dong De,, Ucap Steve
" Oya Kakak dimana, kok gak kelihatan
" Palingan juga lagi telponan Mom,,
" Sama siapa,, Doni,,
" Bukan Mom,, sama Pacarnya dong,,
" Pacar,, jadi Kakak sudah punya Pacar De
" Hem,, Papa sama Mommy gak usah khawatir,, Pacar kakak baik kok, cantik juga
" Kok Kamu bisa tau,,
" Ade sudah ketemu Pa,, Ade juga udah kenal sama keluarganya..
" Tapi kalian jangan bilang ya kalo Ade cerita..
Saat mereka sedang bicara tiba-tiba Vano berjalan masuk dan menatap mereka yang juga menatapnya..
" Habis dari Mana Ka,, Ucap Steve
" Em,, engga Pa,, habis telpon..
" Telpon siapa..
" Telpon,, Do,, Doni iya Pa Doni
" Kenapa gugup, Bilang jujur saja Ka..
Kaka habis telpon kekasih kakak di Indonesia kan..
Vano meringis dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal..
" Papa sama Mommy bakal dukung kamu, asal kamu bener serius dengannya..
" Iya Pa..
-
Sesampainya di rumah,
Steve membawa Alice ke kamar agar dia bisa istirahat..
" Kamu istirahat ya,,
" Kamu mau kemana, aku mau istirahat kalo kamu tetap temani aku,,
" Sayang,, kamu masih saja manja ya..
__ADS_1
" Manja sama suami sendiri boleh kan..
" Oke,, Oke,, aku temani kamu ya..
Kamu mau ngapain sekarang
" Aku mau tidur Tapi dipeluk kamu..
" Baiklah Nyonya,, buat anda apa si yang engga..
Steve naik dan berbaring disamping Alice dan langsung memeluknya..
Walaupun mereka sudah Tua dan mempunyai anak tapi keromantisan merea tidak pernah pudar bahkan mungkin semakin bertambah..
Rasa sayang Steve kepada Alice pun sama sekali tidak luntur, dia sangat menyayangi Alice juga kedua anaknya..
Alice merasakan kehangatan dan kenyamanan dalam setiap pelukan Steve..
Tidak lama pun dia terpejam, entah karena pengaruh obat atau karena dia merasa nyama dalam pelukan Steve..
Steve melepaskan pelukannya dengan sangat hati-hati agar tidak membangunkan Alice..
Dia memandang wajah Alice yang terus terlihat cantik di usianya kini..
" Istirahat ya,, aku keluar sebentar "
gumam Steve dengan mengecup kening Alice..
-
Di ruang tengah Vano terlihat sedang membuka leptopnya, sedangkan Gea bermain ponselnya..
" Perusahaan gimana Ka,, Ucap Steve duduk disamping Vano
" Aman Pa,, Papa jangan khawatir,, Ucap Vano sombong..
" Baguslah,, Papa percaya sama Kaka,,
" Pa,, Mommy tidur ya..
" Biarkan Mommy kalian istirahat dulu,,
" Ya Sudah kalian lanjutkan,,
Steve berjalan menuju dapur dan dia membuka lemari es,, dia pun akan membuatkan sup jagung manis untuk Alice agar tubuhnya lebih enak..
Steve mulai memotong sayuran juga bahan-bahan lainnya, dia memulai memasak..
-
Gea berjalan menuju dapur untuk mengambil minum, namun dia terkejut saat melihat Steve yang sedang memasak di sana..
Walaupun ini bukan pemandangan yang pertama karena Steve pun sering memasak sebelumnya..
" Papa masak Ap,,
" Sup jagung manis buat Mommy De,,
" Baunya wangi banget Pa,, nanti Ade mau ya Pa..
__ADS_1
" Ya sudah kamu bantu Papa ya..
" Oke,, Ade bantu apa Pa..
" Kamu aduk ini dulu, Papa mau cuci sayurannya..
Akhirnya Gea dan Steve pun masak bersama, mereka terlihat sangat kompak..
" De,, kamu siapin di meja makan ya..
Papa mau anterin makan buat Mommy,,
" Siap Pa..
Gea membawanya dan menata di meja makan semua masakannya bersama Steve..
" Masak apa De,,
" Tuh,, Kakak mau makan,,
" Iya Kakak laper,, tapi Papa sama Mommy mana..
" Papa lagi anterin makan mommy ka.. Tadi Papa nyuruh kit makan dulu aja..
Vano manggut-manggut dan mereka pun menikmati makannya..
-
Steve membawa nampan berisi makanan juga obat untuk Alice..
Saat dia membuka pintunya dia melihat jika Alice sudah bangun..
" Sayang,, Kamu udah bangun,,
Kamu makan dulu ya..
" Kamu masak Yank,,
" Iya sama Gea tadi, sekarang aku suapi kamu Ya,,
Alice mengangguk dan tersenyum..
Steve mulai menyuapi Alice, Alice menatap wajah Steve.. Hatinya selalu berbunga saat berada dengannya..
Steve selalu bisa membuatnya bahagia..
" Sayang,, Makasih ya.. Kamu sudah selalu membuat aku bahagia..
" sstt,, kamu jangan bicara seperti itu lagi ya..
Aku akan terus membuat kamu bahagia, aku akan terus selalu bersama kamu, kita akan mengurus anak-anak kita sampai mereka juga mempunyai anak..
" Kamu sendiri udah makan,,
" Setelah kamu makan aku baru makan Oke..
" No,, sini sendoknya..
" Kenapa Yank,,
__ADS_1
Alice mengambil piring di tangan Steve dan dia mulai menyendukan makanan dan menyuapi Steve..