
Hari semakin sore..
Steve pun memutuskan untuk kembali ke rumah karena terlihat mendung..
Vano juga terlihat tidur di pangkuan Alice,
" Nyenyak tu tidurnya Yank,,
" Iya, Cape habis renang zi..
Steve tersenyum, dan kembali melajukan mobilnya..
********
Sudah menjadi kebiasaan bagi Alice selalu bangun pagi dan menyiapkan sarapan untuk Steve..
Alice berjalan keluar kamarnya dan menuju kamar Vano..
Ceklek,,
Pintu terbuka dan terlihat Vano yang masih terlelap dengan wajah imutnya..
Alice berjalan menghampirinya dan mengecup pipi gembulnya..
" Eh,, Nyonya,,
Ucap bu lila saat masuk ke dalam kamar..
" Semalem rewel gag bu,,
" Engga Nyonya,, Vano gag pernah rewel
" Ya udah jagain yw Bu, saya mau bikin sarapan buat papahnya Vano
" Baik Nyonya..
Bu Lila menatap kagum dengan Alice..
Walaupun dia istri seorang pengusaha dan sangat kaya namun dia sama sekali tidak memberikan beban kepada para pelayan dirumahnya, dia pun selalu bersikap biasa dan sama sekali tidak pernah membedakannya..
" Memang pasangan yang sangat serasi..
Tuan ganteng, Nyonya juga cantik, baik hati juga tidak sombong,, walaupun mereka sangat kaya tapi mereka tidak pernah membedakan kami..
Den Vano juga sangat tampan seperti Papahnya.. ". Gumam Bu Lila
-
Alice membuatkan nasi goreng dengan telur mata sapi, setiap harinya dia selalu membuat sarapan yang berbeda..
" Mba,, nanti tolong di tata di meja ya.. ucap Alice
" Baik Nyonya..
Alice kembali berjalan menaiki tangga dan menuju kamarnya..
Alice menghampiri Steve yang masih terlelap dia pun tersenyum dan mengusap pipinya..
" Sayang,, Bangun udah jam 6..
" Hem,, Ucap Steve dengan masih terpejam
" Yank,, nanti kamu kesiangan,,
Steve mengerjapkan matanya,
Dia selalu bahagia karena setiap hari saat pertama membuka mata dia selalu melihat wanita yang sangat dicintainya tersenyum kepadanya..
" Bangun yuk,, udah jam 6 Ucap Alice lembut
Bukannya bangun Steve malah menarik tangan Alice dan memeluknya..
" Yank,, Ucap Alice
Steve terdiam dan malah menciumi tengkuk Alice dan tangannya mulai bergeliaran masuk ke dalam baju Alice..
" Sayang,, Aku mau ya,, Ucap Steve
__ADS_1
" Udah siang,,
" Bentar saja,, Ucap Steve dengan wajah yang memelas..
Alice pun hanya mengangguk pasrah dan membiarkan Steve menuntaskan hasratnya..
-
Alice langsung menyambar pakaiannya yang tercecer dilantai,,
Sedangkan Steve langsung mandi karena dia akan ada Ketemu dengan Kliennya..
Steve keluar dengan menggunakan handuk dipinggangnya..
Alice membantunya memakaikan kemeja dan menyisir rambutnya..
" Makasih Yank,, Ucap Steve dengan mengecup kening Alice
Mereka pun berjalan turun dan menuju meja makan..
Alice mengambilkan nasi goreng diatas piring Steve..
Mereka menikmati sarapan..
-
Sesampainya di Kantor Steve langsung disibukan dengan banyak berkas..
Tok,, Tok,, Tok,,
" Permisi Tuan,,
Siang nanti Anda ada janji dengan Tuan Daniel untuk kembali membicarakan kerja sama Ucap Andri
Semenjak Steve memecat Maya dulu, dia memang tida mau mencari sekertaris untuknya dan Andri lah yang membantu semuanya..
" Oke,, kamu siapkan berkasnya Ndri
" Baik Tuan
Beberapa hari memang dia sangat sibuk dengan berbagai tawaran dari Perusahaan lain untuk mengajaknya kerja sama..
Steve menatap jam di tangannya dan menunjukan pukul 11 siang,,
Tidak lama Andri pun masuk dengan membawa beberapa map ditangannya..
" Ini Tuan, berkas yang Anda minta
" Oke Terimakasih Ndri..
Oya Ndri, Kamu wakilkan Saya untuk bertemu dengan Perusahaan N dan Saya yang akan bertemu dengan Tuan Daniel siang ini
" Baik Tuan..
Apa ada yang lain Tuan,,
" Tidak,, kamu bisa keluar
Setelah Andri keluar,
Steve pun bersiap untuk bertemu dengan Daniel..
Steve pun berjalan keluar menuju mobilnya dan melajukan menuju restoran..
-
Steve berjalan masuk dan pelayan langsung menghampirinya..
" Silahkan Tuan,,
Anda sudah ditunggu dikursi sebelah sana..
" Terimakasih
Steve berjalan, namun langkahnya terhenti saat melihat hanya Maya di sana dan tidak ada siapa-siapa lagi..
Steve menghela napas kasar dan dengan langkah berat berjalan mendekat..
__ADS_1
" Ah Tuan Steve sudah datang,, Ucap Maya dengan senyum menggoda
" Dimana Tuan Daniel
" Tuan Daniel meminta Saya mewakilkan untuk bertemu dengan Anda..
" Baiklah,, lebih baik kita langsung membicarakan pokok masalahnya..
" Ah Tuan,, anda terlalu buru-buru..
Apa Anda tidak memesan minum atau makan dulu..
Maya pun langsung memanggil pelayan untuk memesan minum juga makanan..
Setelah memesan makanan,
Maya kembali menatap Steve dan tersenyum menggoda..
" Dimana berkas yang sudah dijanjika Tuan Daniel Ucap Steve
Maya pun memberikan Map ditangannya..
Steve langsung membukanya dan membacanya dengan teliti.. Sedangkan Maya terus menatapnya dengan menompang dagunya dengan kedua tangannya..
Steve terus membacanya tanpa menghiraukan Maya yang terus menggodanya..
" Oke,,
Saya terima kerja sama ini, dan untuk Kelanjutannya kita bisa bicarakan saat Tuan Daniel bisa bertemu langsung Ucap Steve memberikan Map kembali kepada Maya..
" Oke aku bakal kasih ke Tuan Daniel..
" Sudah tidak ada lagi yang dibicarakan, Saya permisi
" Sebentar Tuan, Ucap Maya dengan menahan tangan Steve
Steve langsung melepaskan tangannya,,
" Maaf,, saya masih ada yang harus dikerjakan
Steve pun langsung meninggalkan Maya yang tersenyum senang karena dia berhasil membuat dirinya bersentuhan dengan Steve..
Tiba-tiba seseorang datang menghampirinya..
" Bagaimana,, apa kamu sudah berhasil memfotonya..
" Berhasil dong Nona,,
Maya pun tersenyum licik melihat hasil jepretan orang suruhannya..
Terlihat Maya dengan menatap Steve juga tangan mereka yang saling bersentuhan...
" Kerja Bagus,,
Nanti saya kabari, kalo say butuh batuan kamu..
" Baik Nona,, Saya permisi
Maya pun tersenyum dan membayangkan jika Alice akan marah dan meminta Steve untuk menceraikannya..
Maya pun memasukan foto itu ke dalam tas dan akan mengirimkannya ke Alice..
Dia berjalan keluar restoran dan langsung masuk ke dalam mobilnya..
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Mulai nie Maya beraksi..
Ikuti terus kelanjutan ceritanya..
Semangat kumpulin point..
Semangat kasih vote, Like juga komen kalian dong..
Love you all.
😘😘😘
__ADS_1