
Steve dan Alice sudah bersiap untuk kembali ke rumah karena memang kondisi Alice sudah membaik dan di perbolehkan pulang.
Semenjak kejadian kemarin Steve lebih ekstra menjaga Keluarga kecilnya..
Dia pun menyuruh orang untuk menjaga rumahnya juga menjaga selama mereka di Rumah Sakit..
" semua sudah siap Tuan,, Ucap Hendra
" Oke Hend,,
yuk sayang,, Ucap Steve menggandeng Alice
Mereka pun berjalan keluar Rumah Sakit dengan Alice yang terus memeluk lengan Steve..
-
Selama dalam perjalanan Alice hanya terus bersender di dada Steve dan memandang keluar jendela..
" Kalo ngantuk tidur aja Yank,,
Alice mendongak dan menatap wajah Steve,,
" Aku gag ngantuk Yank,,
Steve mengusap rambut Alice dan mencium kepalanya..
Setelah perjalanan sekitar 30menit mereka sampai di depan rumahnya..
Alice bingung dengan banyaknya penjaga di Rumahnya..
" Selamat Siang Tuan, Nyonya,, Ucap mereka
Steve tidak menjawab dan hanya terus berjalan dengan menggenggam tangan Alice
" Mama,,, Ucap Vano yang berlari menghampiri
" Sayang,, Ucap Alice langsung memeluk Vano erat,,
Dia sangat merindukan anaknya setelah beberapa hari ditinggal..
" Mama angen,, Ucap Vano..
" Mommy juga kangen sayang,, kangen banget sama Vano.. Vano gag nakal kan selama Mommy gag ada..
" Gag Ma,,
Alice langsung akan menggendong Vano namun dilarang Steve..
" Vano gendong Papa ya, Mommy baru sembuh sayang..
" Oke Papa,,
" Anak Pinter..
__ADS_1
Steve menggendong Vano dan menggandeng tangan Alice,
Mereka berjalan masuk ke dalam kamarnya..
Steve menurunkan Vano,
" Kamu istirahat ya,, Ucap Steve
Alice pun naik ke atas ranjangnya dan di susul oleh Vano yang ikut naik..
Mereka terlihat berbaring bersama dengan Vano yang langsung memeluk Alice..
Steve berjalan menuju lemari dan mengambil kaos juga celana pendeknya..
" Papa,, sini,, Panggil Vano
Steve yang mendengar pun langsung ikut naik dan berbaring disamping Vano..
" Vano sayang sama Papa,,
" Ayang Pa,,
" Sayang sama Mommy,,
" Ayang,,
" Coba cium Papa sama Mommy,,
Vano langsung mencium pipi Steve dan pipi Alice bergantian..
Alice mengecup pipi juga kening Vano..
Mereka terus ngobrol dan sesekali tertawa dengan celotehan Vano..
Setelah cukup lama, Alice dan Vano tertidur dengan saling berpelukan..
Steve tersenyum menatap dua orang yang sangat disayanginya tertidur pulas dengan wajah polos dan damai..
Dia pun mengecup kening Alice dan Vano..
Steve membiarkan mereka tidur, dia pun berjalan keluar kamarnya..
*******
Di tempat lain,,
Di sebuah ruangan tertutup terdengar teriakan seseorang dan terkadang juga terdengar suara tangisan juga tertawa..
" *Steve,, kamu jahat,, hiks,, hiks,, hiks,,
Tapi,, aku cinta sama kamu Sayang,, kita akan secepatnya menikah dan akan mempunyai anak yang banyak..
Kita akan hidup bahagia nantinya..
__ADS_1
Aaaaagh,,,
Kalian semua,, aku pasti akan membalas kalian,, hahahaha*.. "
Maya langsung di bawa ke Rumah Sakit Jiwa karena dia memang mempunyai riwayat sakit,,
Dia sangat membahayakan karena sering mengamuk, sering berteriak dan bahkan menangis atau tertawa..
-
Steve masuk ke dalam ruang kerjannya dan membuka leptop..
Selama Alice di rawat, Steve sama sekali tidak ke kantor..
Dia pun langsung mengecek semua email masuk, walaupun Andri selalu melaporkan perkembangan perusahaan..
Tok,, Tok,, Tok,,
." Permisi Tuan,, Ucap Hendra
" Masuk Hen,,
" Ini perlengkapan yang Tuan minta..
" Oke,, Kamu sudah atur semua yang saya minta
" Semua sudah saya urus Tuan,,
" Baik Lah,, kamu bisa keluar
" Baik Tuan,,
Hendra pun berjalan keluar,,
Steve memandang Berkas yang di dapat dari Hendra..
Dia pun tersenyum menatapnya,,
" Semoga dengan ini semua, kalian bisa kembali bahagia,,
Terutama kamu Sayang,, Aku tidak mau kamu lama terpuruk,, aku bakal membuat kamu selalu bahagia.. ". gumam Steve
Steve pun menyimpan berkas itu di dalam lacinya dan baru akan memberitahu Alice setelah dia terbangun...
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Masih setia kan sama author,,,
Terus ikuti kelanjutan ceritanya...
Like, Vote juga Komen kalian..
Love you all
__ADS_1
💋💋💋