
Cila menyenderkan kepala di pundak Vano menikmati udara sore di rumah baru mereka dengan awan yang terlihat mendung..
" Mas,, kayaknya mau hujan.. Kita pulang yuk..
" Sayang,, pulang kemana ini kita sudah di rumah Lo..
" Rumah Mommy,, kan pakaian kita masih di sana..
" Kamu tenang aja,, sudah Mas pindahin semua ke sini..
Cila mengernyitkan keningnya, Vano selalu membuatnya bingung dengan tingkahnya..
" Memang apa si yang gak bisa Kivano lakuin hem,,
" Baiklah,, kamu memang sangat mudah melakukan apa pun..
Vano tersenyum dan memeluk pinggang Cila,
" Mas,, besok aku ke butik ya.. Kan udah lama aku gak ke butik
" Boleh,, tapi Besok Mas anterin dan pulang Mas Jemput..
" Memangnya Mas gak ada kerjaan apa antar jemput aku ke butik..
" Nganterin kamu juga tugas utama Mas dong sekarang..
Cila menoleh sekilas dan kembali menatap lurus..
" Udah gerimis,, kita masuk yuk..
Vano mengandeng tangan Cila masuk ke dalam rumahnya,,
" Aku mau mandi dulu Mas,,
Vano mengangguk dan membiarkan Cila berjalan menaiki tangga menuju kamarnya sedangkan dia berjalan menuju ruang tengah dan menyalakan Televisi..
Tiba-tiba ponselnya berdering dan terlihat Nama Mommy di layar ponselnya, dia pun langsung menggeser tombol hijau untuk mengangkatnya..
" Halo Mom,,
" Ka,, Kamu di Apartemen atau di rumah kalian
" Di rumah,, Kenapa Mom,,
__ADS_1
" Engga,, ini Mommy masakin garang asam untuk Cila Nak,, nanti Mommy suruh Pak Andri buat anterin ke situ ya..
" Iya Mom,, makasih Mommy..
" Sama-sama sayang,, salam buat Cila
" Iya Mom, nanti Kakak sampaikan salam Mommy..
Setelah menutup ponselnya, Vano berjalan menuju kamarnya..
Dia membuka pintu kamarnya dan terdengar suara air dari kamar mandi berarti Cila masih mandi di dalam..
Dia pun merebahkan tubuhnya diatas ranjang berukuran besar..
Cila yang sudah selesai mandi pun keluar kamar dengan hanya mengenakan handuk dan juga handuk yang digulung di rambutnya..
" Astaga Mas Vano,, kenapa ngagetin si.. Ucap Cila saat melihat Vano yang sudah berdiri di depannya..
" Memangnya Mas setan Hem,,
" Lagian kamu tuh, gak ada suaranya tau gak..
Cila berjalan melewati Vano yang masih terus menatapnya, melihat tubuh Cila yang hanya berbaluk handuk membuatnya menelan air liurnya..
" Kenapa,,
" Udah ya Mas,, aku udah mandi..
Vano tersenyum licik dan tidak mendengarkan ucapan Cila, dia kembali berjalan mendekati Cila, Cila berjalan mundur sampai tubuhnya terbentur lemari..
Vano langsung mengunci tubuh Cila dan mendekatkan wajahnya..
" Mas,, Ak-
Ucapan Cila terpotong karena Vano langsung mencium Bibirnya,, Cila pun memejamkan matanya, dia hanya pasrah saat ini membiarkan Vano melakukan apun kepadanya..
Cila mendorong tubuh Vano yang terus menciumnya tanpa memberikan ruang untuk bernapas..
" Mas,, kamu bisa membunuh aku..
" Maaf sayang,, kamu membangunkan junior Mas,,
Cila membulatkan matanya mendengar ucapan Vano,
__ADS_1
" Udah aku mau pakai baju Oke,, kamu mandi sana..
" Sayang Mas,,
Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu kamar mereka..
" Kamu buka ya,, aku kan gak pakai baju..
Vano menghela napasnya dan berjalan membukakan pintu kamarnya..
Cila tertawa melihat ekspresi kesal Vano..
" Maaf Tuan,, di bawah ada Pak Andri membawa makanan untuk Nyonya..
" Suruh tunggu sebentar,,
Cila yang sudah berpakaian pun berjalan menghampiri Vano,
" Siapa Mas,,
" Di bawah ada Pak Andri,,
" Kok Tumben, kenapa
" Tadi Mommy telpon, Mommy masakin garang asam buat kamu..
" Beneran Mas,,
Vano mengangguk, Cila terlihat begitu senang, garang asam buatan Mommy Alice memang sangat enak..
Mereka pun berjalan turun,
" Tuan Muda, Nyonya Muda,, sapa Andri
" Pak Andri,,
" Maaf Tuan, Nyonya.. Saya mengantarkan ini untuk kalian dari Nyonya Alice
" Hem,, wangi banget baunya.. Makasih Pak Andri..
" Kalo begitu saya langsung pamit..
" Makasih Pak Andri, bilangin ke Mommy ya..
__ADS_1
Cila langsung membawanya masuk dan mengambil piring untuk menikmatinya, Vano tersenyum melihat tingkah istrinya..