
Beberapa minggu kemudian
Irvan selalu pergi pagi dan pulang malam dalam keadaan Mabuk, bahkan dia sama sekali tidak berbicara dengan Diana..
Setiap kali Diana memanggilnya Irvan hanya menoleh dan kembali berjalan..
Dia juga sudah sama sekali tidak mengunjungi Butik,,
Di rumah mereka benar-benar seperti tidak saling mengenal, tidak ada pembicaraan diantara mereka..
Diana sangat marah dengan sikap Irvan yang sudah tidak menganggapnya sebagai Ibu..
Sedangkan Sintya, semenjak kabar kebangkrutan keluarganya dia menghilang entah kemana, mungkin sengaja mengilang untuk menghindari kejaran wartawan..
Diana sungguh dibuat bingung,
Irvan yang sudah tidak menganggapnya, Sintya yang entah kemana dan Butiknya pun sepi akan pengunjung..
-
Disinilah sekarang Diana,
Dia duduk termenung menunggui Butiknya yang sama sekali tidak ada pengunjung bahkan beberapa karyawannya pun hanya pada melamun..
Memang semenjak dia memecat Nita, Butiknya sudah mulai sepi karen banyak pengunjung yang mencari desain dari Bu Nita..
Tok,, tok,, tok,,
" Permisi Nyonya,, ini laporan bulan ini Ucap asisten Diana
Diana menerimanya dan membuka,
Dia benar-benar bingung, beberapa bulan Butik mereka tidak ada pemasukan,,
" Baiklah kamu bisa keluar,,
" Baik Nyonya,,
" Eh tunggu Li,,
" Iya Nyonya ada yang bisa saya bantu lagi,,
" Apa kamu tau Cila Butik,,
" Cila Butik,, Sepertinya saya sering mendengarnya Nyonya, Butik baru buka beberapa minggu cuma banyak yang bilang jika desain di sana banyak yang bagus..
" Apa kamu tau dimana alamatnya..
" Saya tidak begitu paham Nyonya, kalo gak salah di daerah Z
__ADS_1
" Baiklah,, terimakasih Li..
" Sama-sama Nyonya,, kalo begitu saya permisi..
Diana sangat penasaran dengan Cila Butik, dia pun ingin melihatnya..
******
Cila dan Bu Nita di Butik benar-benar sangat sibuk, bukan hanya sekedar banyak pengunjung namun juga beberapa diantara mereka yang ingin meminta di desainkan gaun untuk acara mereka..
Cila begitu ramah dengan para pengunjung menjadikan mereka senang belanja dan sering berkunjung ke Butik.
-
Diana yang merasa penasaran dengan Butik Cila akhirnya pergi mencarinya..
Dan tidak berapa lama dia sudah menemukannya karena memang lokasinya yang benar-benar sangat strategis..
Diana memarkirkan mobilnya, dia terus memandangnya dari dalam Mobil.
Benar-benar ramai dengan pengunjung bahkan mereka pun terlihat kewalah di dalam.
" Jadi karena mereka para pelangganku tidak lagi datang ke Butik,, Jadi karena mereka Butik ku mengalami banyak kerugian,,
Kalian lihat saja, sampai kapan kalian akan bahagia, aku gak akan biarkan kalian hidup bahagia..
Ucap Diana..
Diana kembali melajukan mobilnya meninggalkan Cila Butik,,
Dia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi..
" Sialan Sintya, kemana dia sekarang..
Tapi untuk apa juga aku mencari dia, dia dan keluarganya sudah bangkrut,,
Untung saja Aku belum menikahkan Irvam dengannya". gumam Diana
-
Cila duduk di ruangannya,
Dia benar-benar merasa lelah hari ini karena banyak yang memintanya untuk bisa mendesain gaun untuk mereka..
Ceklek,
Pintu ruangannya terbuka, dan terlihat Vano berjalan mendekatinya..
" Vano,, Ucap Cila kaget..
__ADS_1
" Kamu tumben ke Butik..
" Memangnya aku gak boleh Mengunjungi Calon Istriku hem,,
" Boleh dong,,
Tapi ini masih siang, kenapa kamu tiba-tiba ke mari..
" Aku kangen sama Calon Istri aku yang cantik ini..
Blus,,
Pipi Cila memerah mendengar Ucapan Vano..
" Gombal..
" Beneran sayang,, aku bener-bener kangen sama kamu..
" Kamu lagi ngapain si,,
" Ini aku lagi mencatat pesenan gaun dari pengunjung,, Ucap Cila dengan kembali menulis di bukunya..
Vano yang sedari tadi berdiri di depan meja Cila pun langsung berputar mendekati Cila..
" Ini semua pesanan dari mereka Yank,,
" Hem,,
Vano hanya manggut-manggut dan terus menatap Cila yang masih sibuk menulis..
-
Cila menyenderkan kepalanya,,
Dia merasa sangat lelah seharian ini,,
Vano yang masih berada di sana pun langsung mendekatinya..
" Lelah,, Ucap Vano
Cila hanya mengangguk dan masih dengan memejamkan matanya..
Vano yang memang merasa kangen dengan Cila yang mulai sibuk pun langsung mendekatkan wajahnya..
Cila yang masih memejamkan matanya merasakan benda kenyal di bibirnya, dia segera membuka matanya dan melihat Vano yang menciumnya..
Vano langsung menahan tengkuk Cila saat tau jika Cila akan melepaskan Ciumannya..
Akhirnya mereka pun melepaskan rasa kangen juga lelahnya dengan hanya berciuman..
__ADS_1