
Alice terbangun karena alarm di Ponselnya terus berbunyi, tangannya pun mencari Ponsel dan mematikannya..
Alice bangun dan menggeliatkan tangannya dia menoleh dan tidak mendapati keberadaan Steve..
Kemana Steve pagi-pagi begini, gumam Alice bangkit menuju kamar mandi dan melakukan ritualnya..
Steve yang sudah bangun dari pagi pun kembali masuk ke kamar dan menatap ranjang yang ternyata Alice sudah tidak ad di sana namun terdengar suara air dalam kamar mandi.
Steve pun berjalan dan merapikan tempat tidur mereka..
Tidak lama Alice keluar kamar mandi dan melihat pintu balkon kamarnya terbuka dia pun berjalan menghampiri ternyata Steve berdiri disana..
" Kamu ngapain Yank,, ucap Alice sambil mengeringkan rambutnya
Steve menoleh dan tersenyum..
" Gapapa Yank, cuma liat pemandangan pagi aja,, ucap Steve kembali menatap luar
Sebenarnya Steve masih terus berpikir tentang ancaman Tania, dia tidak bisa terus bersama Alice untuk menjaganya sedangkan Hendra atau Andri pun belum ada kabar untuk Bodyguard yang dimintanya..
" Kamu gag ke kantor,
Steve membalikan badannya dan menatap Alice,,
" Kayaknya engga Yank, sementara belum ada bodyguard aku bakal jaga kamu ucap Steve menggenggam tangan Alice
" Kamu ke kantor aja seperti biasa Yank, aku bakal hati-hati kok
" Gag Yank, aku gag bakal tenang sebelum kamu ada bodyguard..
Alice pun tersenyum, Kalo boleh jujur pun sebenarnya Alice merasa sedikit Takut, dia tau Tania bisa melakukan apa saja kepadanya..
" Ya udah, aku siap-siap dulu ya ucap Alice berjalan masuk
Steve hanya mengangguk dan kembali menatap luar..
********
Tania terlihat sedang berbicara dengan seseorang ditelepon..
" Ya,, Saya mau kamu celakai wanita itu kalo bisa bikin dia mati,, tapi ingat kalian jangan sampai membuat laki-laki yang bersamanya luka sedikit pun.. Dan jangan sampai mereka tau saya yang menyuruh kalian.
Tania langsung menutup telponnya setelah berbicara seperti itu..
" Steve, aku bakal bikin wanita itu celaka dan kamu bisa kembali bersamaku, gumam Tania
Dia pun langsung berjalan keluar kamarnya dan melihat Aldi yang sudah bersiap untuk kuliah..
" Kamu mau berangkat kuliah Al,, sapa Tania
" Iya Ka, Kaka gapapa kan Al tinggal sendiri dirumah
" Kaka gapapa, kamu kuliah aja
" Ka,, Al janji sama kaka bakal balas Steve karena udah nyakiti hati kaka
" Al,, Kaka minta kamu jangan sakiti Steve Kaka sangat sayang dengannya,,
" Al bakal bikin mereka berpisah Ka,, Al janji sama kaka
Tania tersenyum dan memeluknya...
Steve dan Alice sudah berada di dalam mobil selama dalam perjalanan mereka hanya terdiam dengan pikiran masing-masing..
Sampai akhirnya mereka sampai di depan kampus Alice..
" Aku kuliah dulu Yank, ucap Alice
" Yank,, kamu hati-hati ya, aku minta kamu jangan sampai sendirian Oke
Alice tersenyum dan membuka pintu mobilnya..
Steve kembali melajukan mobilnya meninggalkan Alice yang sudah berjalan masuk ke dalam kampusnya..
Tanpa mereka sadari, sudah ada dua pasang mata yang terus menatap mereka,,
Ya mereka adalah orang suruhan Tania untuk mencelakai Alice..
__ADS_1
Namun mereka belum beraksi, di sana terlihat masih ramai orang dan mereka hanya terus menunggu dan memata-matai Alice di kampusnya..
Sedangkan Aldi yang sudah sampai di depan kampusnya melihat Alice juga Steve..
Emosinya memuncak mengingat Tania yang sudah hampir gila gara-gara mereka.
Sampai kapanpun aku gag bakal biarin kalian hidup bahagia,, gumamnya..
Diapun melajukan mobilnya masuk ke dalam kampusnya..
Steve langsung menghubungi Andri jika dirinya tidak pergi ke perusahaan, dan juga menanyakan tentang bodyguard yang dimintanya..
" Halo Ndri,, apa kamu sudah menembuak bodyguard yang saya minta
" Halo Tuan,, sudah ada beberapa Tuan tinggal Tuan langsung melihat sendiri..
" Baiklah,, Saya ke sana sekarang..
Steve memutuskan panggilannya dan langsung menuju tempat dimana Andri berada..
Di dalam kampus,
Alice terlihat sering melamun, Nana dan Nasya yang sedari tadi melihatnya pun saling pandang.. Mereka bingung dengan sikap Alice sekarang..
" Sya, Alice kenapa zi bengong terus dari pagi ucap nana
" Tau,, apa dia lagi ada masalah ya Na,, tapi gag mungkin deh kamu tau kan gimana Steve kepadanya,,
" Coba deh aku tanya,,
" Lis,, Alice,, panggil Nana
Alice terus terdiam dan hanya memainkan sedotan di dalam gelas minumnya
" Alicia Vernandes,, panggil Nana
Alice yang mendengar pun langsung kaget dan menatap mereka
" Hah,, apa Na,, kamu ngomong apa
" Alicia,, kamu kenapa bengong dari tadi,, kita tanya kamu malah diem
" Kamu kenapa zi Lis, coba deh cerita sama kita,, kamu lagi ada masalah sama Steve
Alice menggeleng..
" Terus,,
" Tania,, ucap alice
" Bukannya Steve sudah melakukan Konferensi Pers
" Iya, tapi Tania ngancam kalo dia bakal misahin aku sama Steve
" Apa,, gila tu cewek,, udah di tolak masih aja ngejar gag punya harga diri banget jadi cewek ucap Nasya yang terlihat emosi..
" Ngancam kalian, terus
" Steve masih nyari bodyguard buat jaga aku selama dia gag bareng aku
" Apa udah dapet,,
" Aku belum tau, tapi secepatnya Steve bakal cari
Mereka pun terus mengobrol namun tiba-tiba ponsel Alice berdering,
Alice langsung mengambil ponselnya dan terlihat Steve yang memanggilnya dengans segera dia mengangkatnya..
" Halo Yank,,
" Oh,, Oke aku ke depan sekarang
Alice kembali menutup ponselnya dan pamit kepada dua temannya..
" Sya, Na, aku duluan ya Steve udah nunggu di depan,,
" Oke hati-hati,, jawab Nana juga Nasya
__ADS_1
Alice tersenyum dan berjalan keluar..
Saat Alice sedang berjalan tiba-tiba Aldi memanggilnya..
" Alice,, tunggu sebentar
Alice berhenti dan membalikan badannya, dia melibat Aldi yang ternyata menghampirinya..
" Kenapa ucap Alice
" Lo mau kemana,,
" Pulang,, kenapa
" Aku anterin ya,,
" Gag usah, aku udah dijemput,, aku duluan
Ucap Alice langsung berjalan meninggalkan Aldi
Liat aja Alicia, aku bakal buat kamu menyesal gumam Aldi..
Alice terus berjalan keluar kampusnya,
Dia melihat kanan kiri mencari keberadaan mobil Steve,,
Steve yang berdiri didepan mobilnya pun melambaikan tangannya ke arah Alice..
Alice tersenyum dan berjalan menyebarang namun tanpa disadarinya ada sebuah mobil yang berlaju sangat kencang akan menabrak Alice.
Steve yang menyadarinya pun langsung berteriak,,
" Sayang awas,,, ucap Steve berteriak dan berlari menarik Alice
Steve pun berhasil menarik Alice dan mereka Selama dari tabrakan mobil itu,,
Alice terlihat Syok dan langsung memeluk Steve, Steve langsung melihat plat nomor dan terus mengingatnya..
"Sayang,, tenang ya kamu gapapa ucap Steve menenangkan Alice yang terlihat sangat syok
Alice hanya diam dan terus memeluk Steve
" Pulang,, ucap Alice menangis..
Steve langsung membawa Alice pulang,
Selama dalam perjalanan Alice terus diam dan meneteskan air matanya, terlihat wajahnya yang sangat Syok..
Steve terus menggenggam tangan Alice..
Saat mereka sampai rumah, Steve langsung menggendong Alice masuk dan menuju kamarnya..
" Kamu istirahat ya, Aku tinggal sebentar ucap Steve dengan mengecup kening Alice dan berjalan keluar..
Steve langsung menghubungi Andri..
" Ndri,, cepat cari tau siap orang yang mempunyai plat mobil xxxxx
" Baik Tuan,,
Steve kembali masuk ke dalam kamarnya dan menghampiri Alice yang ternyata sudah duduk dengan memeluk bonekanya..
" Steve,, aku takut ucap Alice menangis
" Tenang Yank, aku bakal terus disampin kamu,,
Tania benar-benar sudah melancarkan aksinya untuk membuat Alice celaka, tapi Steve pun tidaka akan diam membiarkan Tania akan melukai Alice..
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Sore Raider Kesayangan,,
Sambil santuy sambil baca kelanjutan cerita Istri Kecilku yukks,,,
Like Vote Komen kalian dong Gaes,,
Love You All
__ADS_1
💋💋💋💋