Istri Kecilku

Istri Kecilku
Part 97 Pengertian


__ADS_3

Setelah selesai sarapan,


Alice langsung membereskan piring kotor dan membawanya ke dapur Untuk dicucinya..


Sedangkan Steve sendiri dia menuju kamarnya untuk bersiap ke Kantor..


-


Alice masuk ke dalam kamar dan terlihat Steve sudah rapi sedang menatap Vano yang tertidur..


" Kok masih di sini Yank,, Udah siang Lo Ucap Alice


" Bentar lagi Yank,,


Alice berdiri di depan Steve dan merapikan kemeja juga dasinya..


" Kamu gapapa aku tinggal Yank, Vano lagi rewel semalam kamu juga gag tidur kan,,


" Gapapa,, Aku bisa jaga Vano lagian dirumah juga banyak orang Yank,,


" Ya udah kalo ada apa-apa langsung telpon aku ya..


Alice mengangguk,


Mereka pun berjalan keluar dan menuju mobil


" Kalo ada apa-apa atau Vano rewel langsung telpon aku,, Ucap Steve


" Iya sayang,, kamu Hati-hati ya,,


" Aku berangkat,,


Steve mengecup kening Alice sebelum masuk ke dalam mobilnya..


-


Alice langsung menuju kamarnya untuk melihat Vano,, untungnya Alice tepat waktu karena Vano sudah terbangun dan sedang menangis..


" Aduuh,, Jagoan Mommy kenapa nangis Ucap Alice langsung menggendong Vano


" Cep,, Cep,, Sayang,, diem ya ini Mommy,,


Alice terus menenangkan namun Vano tetap terus menangis tapi tangannya terus menarik foto Steve juga dirinya..


Alice pun mengambil dan memberikannya..


Vano langsung berhenti menangis dan bermain dengan foto itu..


" Astaga,, kamu masih kangen sama Papa Sayang,,


Seperti mengerti Vano malah tertawa,,


" Em,, gimana kalo kita ke Kantor Papa,,


Alice terus mengajak ngobrol Vano yang terus bermain fotonya..


Dia pun membopong Vano dan turun ke bawa..


" Pak Hendra,, anterin Saya ke Kantornya Steve ya,, Ucap Alice


" Baik Nyonya..


Hendra pun langsung menyiapkan mobil, sedangkan Alice menunggu pelayan yang sedang membuatkan susu Vano..


" Ini Nyonya,,


" Oh ya Mba,, makasih


Saya ke Kantor Papanya Vano dulu ya Mba,,


" Iya Nyonya,,


Hati-hati..


Alice pun tersenyum,,


Dia pun berjalan keluar dan menuju mobilnya..


-


Hendra langsung membukakan pintu saat mereka sampai di depan Perusahaan..


" Makasih Pa,,


Pak Hendra langsung pulang saja, biar nanti pulangnya saya sama Steve aja


" Baik Nyonya..


Alice berjalan masuk, dan beberapa pegawai menyapanya Mereka sudah tau siapa Alice..


Vano pun tidak kalah, dia menjadi bahan gosip karyawan disana..


Mereka pada gemas dengan Vano, mereka banyak yang mencium bahkan mencubit pipi Vano..


Alice hanya membiarkannya, dia tidak bersikap biasa tidak sombong karena istri dari Bosnya..

__ADS_1


Andri yang melihat Alice disana pun langsung menghampiri..


" Nyonya,, Sapa Andri


" Eh Ndri,,


" Hey Vano,, kamu udah gede aja..


" Hey Uncle,,


Oya Ndri, Papahnya Vano ada di dalam


" Ada Nyonya,,


Mari Saya antar


Alice pun berjalan mengikuti Andri..


-


Di dalam Ruangan Steve terlihat sedang menandatangani berkas yang diberikan oleh Maya Sekretarisnya..


Maya adalah Sekretaris baru Steve yang sudah mengikuti seleksi, karena Sekretaris lamanya mengundurkan diri..


Maya seorang perempuan tinggi cantik..


" Maaf Tuan, siang ini Anda ada makan siang dengan Klien dari Surabaya ucap Maya


" Oke,, apa ada Lagi jadwal saya hari ini Ucap Steve terus memandang berkas di mejanya..


" Tidak ada Tuan,,


Maya terus memandang Steve,


Dia tidak menyangka Bosnya masih sangat muda bahkan sangat tampan..


Baru hari ini dia bertemu dengan Steve karena sebelumnya Steve jarang ke Kantor dan Maya pun belum tau jika Steve sudah menikah juga mempunyai anak..


Maya pun mengagumi Steve..


" Ini,, Ucap Steve memberikan berkasnya


" Baik Tuan,, apa ada yang bisa saya bantu lagi Tuan,,


" Tidak,, Kamu bisa keluar


Steve sama sekali tidak menatap Maya, dia langsung menghadap leptopnya sedangkan Maya merasa kesal dia pun berjalan keluar..


Saat di depan pintu,


Maya berpapasan dengan Andri juga Alice..


Andri hanya tersenyum begitupun dengan Alice yang tersenyum kepadanya..


" Silahkan Nyonya,,


Tuan ada di dalam,, Ucap Andri membukakan pintu ruangan Steve


" Makasih Uncle,,


Alice pun berjalan masuk dan melihat Steve yang terus menatap leptopnya..


" Ehem,, Maaf Tuan,, apa anda sibuk,, Ucap Alice


" Ada Apa La-


(Ucapan Steve terputus, saat melihat Alice yang berdiri dengan menggendong Vano)


" Sayang,, Ucapnya dan langsung berdiri mendekati Alice mencium keningnya dan mencium Pipi Vano


" Aku ganggu gag Yank,, Ucap Alice


" Gag dong Yank,,


Kok gag kasih kabar mau ke kantor


" Anak kamu ni, rewel kayaknya Kangen sama Papanya,, dari tadi pegangin foto kamu terus


" Astaga,, Jagoan Papa kangen sama Papa ya Sayang,, Ucap Steve langsung membopong dan menciumi Vano..


Steve pun menggenggam tangan Alice dan tangan satunya menggendong Vano mereka duduk di sofa..


" Oya Yank,, tadi siapa


" Yang mana Yank,,


" Perempuan tadi, yang baru Keluar


" Oh itu Sekretaris aku Yank,,


" Baru,,


" Iya,, kenapa,,


" Masih Muda, Cantik,,

__ADS_1


" Memang masih muda, seumuran kamu tapi masih jauh lebih cantik kamu dong,,


" Gombal,,


" Serius Yank,, kenapa,, kamu gag suka sama dia


Alice mengangkat bahunya dan memberikan botol berisi susu kepada Steve..


Vano pun langsung menarik botolnya..


" Anak Papa haus ya,,


Saat mereka sedang bermain dengan Vano tiba-tiba terdengar ketukan pintu..


Tok,, tok,, tok,,


" Masuk,, Ucap Steve


Terlihat Maya masuk dengan membawa secangkir Kopi,


Maya pun berhenti dan menatap Steve yang sedang memangku Vano dan Alice yang duduk disebelahnya..


" Maaf Tuan,,


Saya bawakan anda kopi,, Ucap Maya meletakannya diatas meja kerja Steve


Alice menatapnya, begitupun Maya dia juga merasa bingung..


" Saya tidak ngopi, kamu bawa kembali Ucap Steve tanpa memandang Maya..


Dia tidak mau Alice marah gara-gara ini, dan dia memang tidak suka dengan sikap Maya kepadanya..


" Maaf Tuan, apa mau saya ganti dengan teh


" Tidak,, Biar istri Saya yang membuatkannya Ucap Steve


" Baik Tuan,,


Maya pun keluar dengan membawa kopi yang tadi bawanya..


Alice terus menatap Maya,


Dia kesal dengan sikap Maya tadi, dan seperti tidak menganggap Alice di sana..


Steve menoleh dan menatap wajah Alice yang terlihat kesal dia pun mengecup singkat bibirnya..


CUP,,


" Yank,, ucap Alice kaget


" Kamu liatin apa zi,,


" Gapapa,, Ucap Alice menutupi


Dia tidak mungkin bicara jika dia tidak menyukai Maya,,


" Kenapa,, kamu gag suka sama Maya ucap Steve


Alice hanya menggeleng,,


" Aku bakal cari Sekertaris lagi,,


" Eh Yank,, kenapa


" Aku tau kamu gag suka sama Maya, dan aku gag mau berpikiran yang engga-engga


" Engga, Engga,,


Aku ga, -


" Itu udah keputusan aku Oke,,


Alice pun hanya menurut,


Dia tidak bisa melakukan apa pun selagi Steve sudah memutuskan sesuatu..


Mereka pun kembali bermain dengan Vano yang terus menempelkan sama Steve dan sama sekali tidak mau digendong Alice..


" Perasaan Kamu tiap hari sama Mommy deh kenapa sekarang gag mau gendong Mommy hem,, Ucap Alice mencium pipi Vano


Steve hanya tertawa mendengar ucapan Alice, juga tingkah Vano yang sedang sangat manja dengannya..


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Reader Kesayangan. ...


Vote,, Vote,, Vote,,


Kencengin Votenya dong,,,


Like Kalian,, Komen Kalian mana nie,,,


Semangat ngumpulin Poin,


Kasih semangat dong,, Author butuh penyemangat nie...

__ADS_1


Love you all


💋💋💋


__ADS_2