
" Aku laper Steve,, ucap Alice tiba-tiba..
Steve tersenyum dan mengusap pipi Alice, dia lupa mengajak Alice untuk sarapan karena mereka langsung menuju puncak..
" Kamu mau makan apa,,
Alice menoleh kanan kiri dan dan di sana mereka tidak menemukan rumah makan..
" Tapi disini gag ada yang jual makan,,
Steve menggenggam tangan Alice dan membawanya menuju mobil,,
Alice merasa bingung dia ingin makan dan bukan minta pulang kenapa mereka malah menuju mobil..
Alice pun menghentikan langkahnya..
Steve menoleh dan menatap Alice yang terlihat kesal..
" Kita cari makan di luar,,
Alice pun kembali berjalan dan mengikuti Steve masuk ke dalam mobilnya..
Steve melajukan mobilnya mencari rumah makan, namun sepertinya memang di sana jarang ada rumah makan karena jalanan terlihat hanya sawah juga perbukitan..
Setelah hampir 20menit mencari akhirnya mereka menemukan sebuah rumah makan kecil dan terlihat sepi, mungkin karena berada di daerah puncak..
Steve akhirnya mendekat dan memarkirkan mobilnya di depan warung..
Terlihat seorang Ibu-ibu tua berdiri tersenyum di depan warungnya..
Steve masih terdiam dikursinya sedangkan Alice sudah akan membuka pintu..
" Kamu yakin mau makan ditempat itu,,
" Emang kenapa, lagian kasihan itu ibu udah berdiri di depan Steve.. Ayo lah..
Steve masih terdiam,
" Kalo kamu gag mau biar aku makan sendiri ucap Alice dengan langsung turun dan berjalan..
Steve pun langsung membuntuti Alice,
" Silahkan Den, Non,, sapa Ibu
" Makasih,, ucap Alive jangan ditanya Steve masih Seperti biasa bersikap dingin dan duduk di kursi sedangkan Alice langsung berdiri di depan etalase..
" Kamu mau makan apa Steve,
__ADS_1
" Sama kayak kamu aja,,
Akhirnya Alice memesan nasi dengan lauk yang sama dan berjalan duduk disebelah Steve dengan membawa 2piring nasi..
Alice langsung menikmati makannya sedangkan Steve terlihat ragu-ragu untuk menyendoknya..
" Enak kok masakannya, Ucap Alice dengan berbisik di telinga Steve..
Steve pun mulai memakannya dan apa yang dikatakan Alice memang benar, masakannya benar-benar enak tidak kalah dengan masakan restoran..
**********
Steve kembali melanjutkan mobilnya setelah sebelumnya membayar makanan mereka..
" Kalo ngantuk tidur aja, nanti saya bangunin..
Alice hanya menggeleng dan menatap wajah Steve yang terlihat semakin tampan dengan kaca mata hitamnya..
" Steve,, Ucap Alice
" Hem,,
" Steve,, aku mau bicara,,
Steve pun menghentikan mobilnya dan menatap Alice..
" Kamu mau bicara apa,,
Steve mengangkat alisnya merasa bingung dengan ucap Alice..
" Sikap kamu tu dingin, cara bicara kamu juga seperti bicara dengan karyawan kamu..
" Jadi,, ucap Steve
" Steve,, aku pengin kamu bersikap biasa,, ucap Alice dengan menyilangkan kedua tangan di dadanya..
" Kamu tu ya,, Iya Oke aku bakal biasa saja kalo bicara sama kamu,, ucap Steve dengan menarik hidung mancung Alice..
" Aduh,, sakit.. Rengek Alice..
" Maaf,, Maaf,, mana yang sakit,, ucap Steve dengan menyentuh wajah Alice dengan kedua tangannya..
Mata mereka kembali saling pandang dan wajah mereka sangat dekat,,
Alice pun langsung memalingkan wajahnya..
Steve langsung memegang kedua tangan Alice dan menciumnya..
__ADS_1
" Saya mencintai kamu Alice,, ucap Steve
Alice spontan langsung menoleh dan menatap kedua mata Steve dan tidak ada kebohongan di sana, Steve berkata jujur kepadanya..
" Ma-maksud kamu,,
" Saya mencintai kamu dari pertama kita ketemu saat kamu pingsan..
Mata Alice berkaca-kaca, dia tidak percaya dengan apa yang didengarnya,,
" Saya janji akan menjaga kamu,,
Air mata Alice lolos begitu saja mendengarnya.. Steve mengusap air matanya dan mencium kening Alice,,
Entah apa yang akan dia katakan, dia hanya terdiam dan menangis,,
Alice langsung memeluk erat Steve, entah bagaimana perasaannya kepada Steve antara cinta atau bahkan hanya menganggap seperti seorang kakak..
Steve mengusap bahu Alice yang terus terisak juga sesegukan..
Steve sendiri merasa bingung harus bagaimana menenangkan Alice sekarang..
Dia hanya bisa terus memeluknya dan menciumi kepalanya..
Hingga akhirnya Alice sudah tidak menangis namun matanya terlihat sembab..
Setelah beberapa detik mereka saling diam akhirnya Steve kembali melajukan mobilnya melewati jalan,,
Sampai akhirnya mereka sampai disebuah danau yang begitu Indah dan terlihat di sana sangat ramai oleh pengunjung..
Steve menghentikan mobilnya dan mengajak Alice keluar..
" Yuk turu,,
Alice terdiam dan hanya menggeleng..
" Kenapa hemm..
" Aku malu Steve,, kamu gag liat gimana mata aku,,
Steve tersenyum, memang mata Alice masih terlihat sembab karena dia menangis sangat lama..
Akhirnya Steve pun memberikan kaca mata hitamnya yang sudah tidak dipakainya..
" Kamu pake ini,,
Alice menerimanya dan langsung memakainya..
__ADS_1
Dan mereka pun turun dan berjalan menyusuri jalan menuju danau..
Tangan mereka terus bergandengan dan Steve tidak sama sekali melepaskan genggamannya..