
Alice membuka matanya dan menatap jam di dinding yang ternyata sudah jam 6 pagi, dia pun segera turun untuk menyiapkan sarapan..
" Pagi Nyonya,, sapa Hendra
" Pagi Pak Hendra..
Alice masuk ke dalam dapur dan mulai memasak nasi goreng sea food pedas,,,
" Pagi Mom,, Ucap Gea yang ternyata juga sudah bangun..
" Pagi Sayang,, Ade tumben udah bangun Nak..
" Iya Mom,, Mommy masak nasi goreng ya..
Ade bantuin ya..
" Oke Nak,,
Gea dan Alice pun terlihat kompak dalam memasak di dapur..
Mereka masih tetap sama, walaupun mereka adalah keluarga yang sangat kaya raya namun mereka selalu mengerjakan apa pun sendiri tanpa menunggu atau bahkan menyuruh pelayan rumahnya..
" Hem,, baunya enak banget Mom,,
" Ade siapin di piring ya, Mommy bangunin Papa dulu
" Siap Mom..
-
Sedangkan di Apartemen Cila yang sudah sangat bosan pun ingin pergi ke butiknya karena dia sudah lebih dari seminggu tidak mengunjungi Butiknya..
" Pagi Bu,, Ucap Cila dengan sudah rapi..
" Cila,, kamu mau kemana Nak..
" Cila mau ke butik Bu,, bosan di Apartemen terus gak ngapa-ngapain..
" Tapi apa Vano sudah mengijinkan kamu ke Butik..
" Kan ada pengawal juga Bu, mereka juga akan mengikuti kita ke Butik..
" Ya sudah kamu sarapan dulu..
Setelah sarapan Ibu siap-siap, Ibu ikut ke Butik..
Mereka pun menikmati sarapannya..
-
Cila dan Bu Nita sudah berada di dalam mobil dengan kedua Bodyguar yang selalu menemaninya kemana pun karena sudah di perintah oleh Vano..
Setelah perjalan sekitar satu jam dengan jalanan yang sangat padat dan juga macet akhirnya mereka sampai di Butik Mereka..
" Bu Cila,, Bu Nita.. Ucap Mala..
" Gimana dengan Butik Mal, selama kami tidak ke sini..
" Ramai Bu,, banyak juga yang menanyakan Bu Cila,, Oya sebentar Bu saya ambil buku dulu..
__ADS_1
Cila langsung menuju ruangannya sedangkan Bu Nita mengecek gaun yang berada di sana..
" Ini Bu, catatan selama Ibu gak ke Butik..
Cila membuka dan membacanya dengan teliti, Mala memang benar-benar bisa diandalkannya, selama dia tidak ke Butik Mala lah yang mengurusnya..
********
Di tempat lain,, Vano sudah berada di ruangannya dan sudah duduk di kursi kebesarannya..
Namun dia sama sekali tidak bisa konsentrasi, dia terus kepikiran dengan rencana penjebakannya..
Dia masih bingung harus menjelaskan bagaimana ke Cila..
Ceklek,,
Pintu terbuka dan terlihat Doni masuk dengan membawa Map yang harus di tanda tangani Vano..
" Van,, ini Berkas yang harus Lo tanda tangani..
Vano terus menatap lurus tanpa mendengarkan Ucapan Doni,,
" Vano,, Kivano,, Ucap Doni sedikit berteriak karena Vano tidak menjawabnya..
" Astaga Doni,, Lo bisa ngomong pelan gak si,, gue gak bolot ..
" Lo mikirin apa si Van, dari tadi gue panggil-panggil Lo
" Gue masih bingung Don, gimana gue bicara sama Cila tentang rencana kita..
" Ya Lo tinggal jelasin aja Van,
" Van,, kan kemarin udah dijelasin.. Kita bakal tetap mengawasi bahkan mereka tetap di kawal..
" Ya udah gue bakal coba bilang deh nanti sama Cila..
" Oke,, Oya ini beberapa berkas yang Lo lerlu tanda tangan.
" Lo taruh di sini aja Don,, gue selesein ini dulu..
" Iya,, ya udah gue balik ruangan dulu ya..
" Hem,,
Vano membuka Map dan membacanya teliti,
-
Hari semakin siang, udara pun semakin panas..
Cila menatap jam dan sudah menunjukan makan siang, dia pun ingin memberikan kejutan kepada Vano dengan membawa makan siang ke kantornya..
Cila pun langsung mengambil tasnya dan berjalan keluar..
" Sayang,, kamu mau kemana Nak..
" Bu,, Cila mau ke kantor Vano dulu ya..
Ibu gak papa Cila ditinggal kan..
__ADS_1
" Iya sayang,, kamu Hati-hati ya Nak..
Cila keluar Butik dengan diikuti oleh kedua Bodyguarnya..
*********
Steve yang tidak sengaja lewat di depan Perusahaan pun akhirnya mampir untuk melihat- lihat di sana..
Semua karyawan menundukan badannya saat melihat Steve yang berjalan masuk..
Steve berjalan terus menuju ruangan Vano,,
" Om Steve,, Ucap Doni yang kebetulan keluar dari ruangan Vano
" Don,, Vano ada di dalam kan..
" Ada Om, silahkan Om..
Ceklek,,
Steve membuka pintu ruangan dan berjalan menghampiri Vano yang masih sibuk dengan Pekerjaannya..
" Papa,, Ucap Vano..
" Kaka gak makan siang,,
" Bentar lagi Pa,, ini tanggung.. Papa tumben ke kantor gak kasih tau Kaka..
" Papa kebetulan lewat,, jadi mampir..
" Duduk Pa,,
" Oya Ka, Gimana apa kamu sudah memikirkan rencana penjebakan itu..
" Sudah Pa, Cuma Kaka masih bingung harus menjelaskan gimana sama Cila..
" Nak,, ini memang sangat berat.. Mending kamu diskusikan dulu dengan Cila..
Walaupun kita tetap mengawasi juga menempatkan orang di sana Tapi tetap saja beresiko..
" Itu yang Kaka pikirkan Pa,, Kaka gak mungkin biarin Cila menjadi umpan untuk kita menarik pelakunya..
" Aku siap kok kalo aku jadi umpan buat menarik pelakunya.. Ucap Cila berjalan masuk..
Steve dan Vano langsung menoleh ke sumber suara, mereka kaget dan langsung berdiri saat melihat Cila yang tiba-tiba masuk dan bicara seperti itu..
Tanpa mereka sadari, Cila sudah berada di depan pintu ruangan Vano..
Dia mendengar semua percakapan antara Steve dan Vano..
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hem,, kira-kira Apa yang bakal di lakukan Steve dan Vano ya ..
Terus ikuti kelanjutan ceritanya..
Vote, Like komen kalian tetap menjadi semangat author menulis..
Love you all.
__ADS_1
😘😘😘