Istri Kecilku

Istri Kecilku
Season2 TEROR 2


__ADS_3

Cila dan Bu Nita sudah berada di Butik mereka, setelah kejadian itu mereka baru ke Butik siang hari..


Cila melupakan kejadian yang menimpa dirinya dengan menyibukkan dirinya di Butik..


Bu Nita juga terlihat mendesain beberapa gaun pesanan pelanggan mereka..


" Bu,, Kita makan siangnya pesen aja ya.. Ucap Cila..


" Terserah kamu aja Nak,,


" Ibu masih bikin apa,,


" Oya, gimana apa kamu sudah menceritakan semua sama Vano..


" Belum Bu,, Cila takut dia jadi kepikiran.. Lagian juga Ibu tau gimana Vano Bu..


" Tapi Nak,, menurut Ibu kamu mending cerita aja sama Vano ya..


" Ya Bu,, Nanti Cila cerita sama Vano...


Bentar ya Bu Cila ke Toilet dulu..


Cila berjalan menuju toilet, Namun di luar Butik terdengar suara pelayan yang berteriak histeris..


" Aaaarg,, Bu Cila,,


Cila, Bu Nita dan yang lain langsung berlari keluar..


" Mela,, Kenapa kamu teriak.. Ucap Cila


" Ini Bu,, Ucap Mela dengan melihatkan sebuah tulisan di pintu kaca Butik mereka..


" KAMU AKAN SEGERA KEHILANGAN SEMUA INI!!!! "


Tulisan dengan tinta merah itu membuat suasana menjadi ramai,


Cila langsung berlari keluar untuk mencari siapa orang yang melakukannya Namun lagi-lagi dia tidak melihat seseorang di sana..


Semua pelayan berkumpul dan merasa ketakutan..


" Cila,, mending kita ceritakan semua ini dengan Vano.. Ucap Bu Nita..


" Iya Bu,, kita masuk sekarang..


" Mela tolong kamu bersihkan kaca ini dan semuanya kembali bekerja..


" Baik Bu,,


Cila dan Bu Nita berjalan masuk ke dalam ruangannya, mereka benar-benar dibuat bingung dengan kejadian hari ini..


Saat Cila duduk di kursi kerjanya tiba-tiba ponselnya berdering, namun terlihat nomor baru yang menelponnya..


Cila langsung mengangkatnya..


" Bagaimana Cila,, Kamu sudah menerima semuanya bukan,,

__ADS_1


" Siapa kamu,, apa maksud kamu..


" Kamu gak perlu tau siapa saya, yang pasti saya tidak suka melihat kalian bahagia..


Tut,, tut,, tut,,


" Siapa Nak,,


" Nomor itu lagi Bu,, siapa sebenarnya dia..


" Cila,, kamu langsung telpon Vano Nak.. Ibu takut terjadi sesuatu sama kamu..


" Iya Bu,,


Cila mencari nomor Vano di ponselnya dan langsung menelponnya..


" Sayang,, Ucap Vano diseberang


" Van,, kamu sibuk gak


" Engga si,, kenapa memangnya..


" Kamu bisa ke butik sekarang..


" Sayang,, kamu kenapa, apa ada terjadi sesuatu..


" Kamu ke Butik ya, aku cerita kalo kamu sampai ke Butik..


" Oke,, aku ke sana sekarang,, kamu tunggu ya..


******


Setelah mendapatkan telpon dari Cila, Vano segera bergegas ke Butik, dia tau jika terjadi sesuatu dengan Cila karena suara Cila terdengar sedikit gemetar..


" Van,, Lo mau kemana.. 1jam lagi Lo ada janji dengan Perusahaan Lion..


" Lo batalin semua janji gue hari ini,


" Tapi Van,,


Vano tidak mendengar panggilan Doni, pikirannya hanya pada Cila..


Dia takut jika terjadi sesuatu dengannya..


-


Vano masuk ke dalam mobilnya dan melajukannya dengan kecepatan tinggi berharap segera sampai di Butik..


Setelah perjalan sekitar 20menit, akhirnya dia sampai di Depan Butik, Dia pun segera masuk ke dalam..


" Selamat siang Tuan,, Ucap salah seorag pelayan..


" Dimana Cila dan Bu Nita..


" Mereka di ruangannya Tuan..

__ADS_1


Vano langsung berjalan menuju ruangan Cila,,


Ceklek,,


Pintu terbuka,, Vano langsung menghampiri Cila yang masih duduk di sofa bersama Bu Nita..


Cila yang melihat Vano langsung berdiri dan memeluknya..


" Sayang,, tenang ya.. Ucap Vano membalas pelukan Cila..


Vano berjalan mendekati Bu Nita dan mengecup punggung tangannya..


" Bu,, sebenarnya ada apa..


" Cila kamu ceritakan semua ya..


Vano menatap Cila, Dia berharap Cila akan menceritakan semua kepadanya..


" Sayang,, ada masalah apa.. Kamu cerita sama aku ya..


" Aku di Teror Van,,


" Apa di Teror, maksud kamu..


Cila menceritakan semua kejadian yang dialaminya seharian ini,


Wajah Vano langsung memerah mendengarkan cerita Cila, tangannya mengepal, emosinya begitu terlihat diwajahnya..


Siapa lagi yang berani mengganggu wanitanya,,


" Kamu Tenang ya,, aku bakal cari tau siapa dia..


Vano memeluk Cila dan terus menenangkannya..


-


Vano terus berada di Butik hingga Butik tutup karena dia tidak mau meninggalkan Cila dan Bu Nita dalam kondisi seperti ini..


Dia pun sudah menyuruh Doni juga anak buahnya untuk mencari tau siapa dalang dari semua ini..


Hari sudah semakin gelap dan Butik pun sudah ditutup, semua pelayan juga sudah pada pulang..


Dan cuma ada Vano, Cila juga Bu Nita yang masih berada di Butik..


" Aku anter kalian pulang ya,,


Cila mengangguk dan berjalan keluar, Vano pun terlihat mengunci butik..


Mereka menuju Mobil untuk kembali ke rumahnya..


Selama dalam perjalanan mereka semua terdiam dengan pikiran mereka masing-masing..


Cila dan Bu Nita yang masih syok juga takut dengan Teror itu, Vano berpikir Siapa orang yang sudah berani mengangguk wanitanya..


Mobil mereka melaju dengan kecepatan sedang melewati jalanan malam yang sedikit ramai tapi tidak menjadikan kemacetan..

__ADS_1


__ADS_2