Istri Kecilku

Istri Kecilku
Part 95 Pertengkaran Kecil


__ADS_3

Steve terbangun mendengar Vano yang menangis, dia pun segera turun dan menghampirinya..


" Ssst,,, Sayang, jangan nangis ya Kasihan Mommy lagi tidur..


Steve pun mengecek pempes Vano dan ternyata basah,, dia pun segera menggantinya..


Bukannya Vano kembali tidur tapi dia malah membuka matanya lebar dan tertawa melihat Steve..


" Sayang,, kamu mau main sama Papa,,


Steve pun menghendong Vano dan membuatkannya susu..


Steve menoleh kearah Alice yang masih terlelap, dia pun membiarkannya..


Dia tau Alice lebih lelah darinya, mengurus Vano yang sudah mulai besar juga mengurus rumah..


" Kita main di sana saja ya,, Mommy biarkan istirahat..


Steve menatap jam dinding yang masih menunjukan pukul 1 malam..


Mengantuk rasanya tapi dia pun tidak mungkin membiarkan Vano sendiri apalagi membangunkan Alice itu tidak mungkin lagi..


Setelah cukup lama akhirnya Vano pun kembali tertidur dengan Steve yang terus menggendongnya..


Steve membaringkan Vano ke dalm Box dan dia kembali berbaring di sebelah Alice..


Steve menatap wajah Alice,


Dia pun mengecup lama bibirnya..


Alice yang merasakan pun membuka matanya, dilihatnya Steve menatapnya sangat dekat..


" Aku ganggu kamu ya,, Ucap Steve


Alice hanya menggeleng dan tersenyum..


Melihat Alice tersenyum, Steve kembali menciuminya,, tangannya pun mulai membuka kancing piyama Alice dan mengusap perut Alice..


Alice memejamkan matanya merasakan sentuhan Steve,,


Ciumannya pun turun ke leher dan dadanya..


Steve membuka kaosnya dan sekarang mereka sudah tidak menggunakan pakaian sedikitpun..


Mereka pun melakukan olah raga malam,


Untung saja Vano tertidur pulas dan tidak mengganggu kegiatan mereka..


Entah berapa kali mereka melakukannya dan akhirnya mereka pun terlelap akibat rasa lelah juga kantuknya..


**********


Keesokan Harinya..


Seperti biasa Alice selalu bangun pagi dan menyiapkan segala keperluan Steve ke kantor dan memandikan Vano..


Setelah selesai menyiapkan sarapan, Alice kembali ke dalam kamarnya dan membangunkan Steve yang masih terlelap..


" Sayang,, udah siang,, kamu ke kantor kan Ucap Alice sambil menggoyang lengan Steve


" Hem,, bentar lagi Yank,, aku masih ngantuk Ucap Steve dengan masih terpejam


Alice pun membiarkannya, dia tau Steve pasti masih ngantuk akibat kegiatan mereka semalam..


Alice berjalan mendekati Box, dan melihat Vano yang masih tertidur pulas..


Dia pun mengecek pempesnya dan membenarkan posisi tidur Vano yang sudah mulai banyak gaya..


Alice berjalan menuju lemari dan menyiapkan pakaian Steve..


" Yank,, udah jam setengah tujuh lo.. Kamu nanti kesiangan Ucap Alice duduk disisi ranjang sambil mengusap kepala Steve


Bukannya terbangun, Steve malah menjadikan paha Alice untuk bantal...


Alice hanya menggeleng dan membiarkannya..


Setelah cukup lama Steve bangun dan menatap Alice..


" Vano masih tidur Yank,,


" Iya masih pules tidurnya Yank,, biar deh kasihan kalo dibangunin..


Steve manggut-manggut dan berjalan masuk kamar mandi..


-


Steve dan Alice sudah berada di meja makan, mereka pun menikmati sarapannya tanpa Vano karena dia masih tertidur..

__ADS_1


" Yank,, kayaknya aku bakal pulang malam ada meeting sama Klien sore ini,, Ucap Steve sambil mengunyah makannya..


" Kamu jaga kesehatan Yank,, makan jangan lupa..


" Iya Sayang,, aku pasti dengerin kamu,,


Tapi kamu gapapa kan jaga Vano sampe malam..


" Gapapa kan ada Pak Hendra juga pelayan..


Mereka pun kembali menikmati sarapannya..


-


Alice mengantar Steve sampai di depan rumah,,


" Aku ke kantor dulu ya,,


Kamu hati-hati dirumah, jangan kecapena jaga Vano dan hubungi aku kalo ada apa-apa


" Iya,, kamu juga hati-hati ya..


" Aku berangkat ya,, Ucap Steve mengecup kening Alice dan berjalan masuk ke mobilnya..


Alice kembali masuk setelah mobil Steve sudah tidak terlihat..


Alice tersenyum saat melihat Vano yang sudah bangun dan digendong pelayan..


Alice memang tadi menitipkan Vano saat mereka sarapan..


" Jagoannya Mommy udah bangun ini,,


Papa baru aja ke kantor,,


Alice pun menggendong Vano dan duduk di samping rumahnya


***********


Di Kantor Steve terlihat sangat sibuk,


Setelah beberapa hari tidak ke kantor membuatnya harus mengencek banyak email dan menandatangani banyak berkas juga harus bertemu dengan beberapa Kliennya..


" Permisi Tuan,, siang ini Anda ada janji dengan Perusahaan Properti dan sorenya Anda juga ada janji dengan Mister John dari Amerika..


" Oke,, kamu atur semua..


" Sudah ada Tuan, namanya Maya tapi besok dia baru mulai bekerja..


" Oke,, Kamu bisa keluar


Andri pun pamit keluar..


-


Hari semakin sore dan Steve sedang dalam perjalanan menuju Hotel dimana dia akan bertemu dengan Mister John..


Steve tidak sendiri, ada Andri yang menemaninya..


Setelah perjalanan sekitar 20menit, mereka sampai..


Steve keluar mobil dan Andri membuntutinya..


Mereka memasuki ruang VVIP,


Steve menghentikan langkahnya saat melihat pemandangan di dalam ruangan..


Ada beberapa wanita yang menggunakan pakaian sangat minim, botol-botol minuman juga asap rokok..


" Silahkan Tuan,, Ucap Asisten Mister John


Steve pun berjalan masuk,


Sebenarnya Steve sangat tidak nyaman dengan suasana seperti ini, namun dia harus profesional karena ini hanya untuk kepentingan pekerjaan..


Steve pun duduk dan Andri duduk disebelahnya..


" Maaf Saya tidak minum,, Ucap Steve saat ada pelayan yang akan menuangkan minuman digelasnya..


Salah satu wanita disana terus menatap Steve dan dia pun berjalan mendekat,,


" Maaf Nona,, Saya sangat mencintai istri Saya..


Wanita itu pun merasa malu dan berjalan menjauh..


Sedangkan Steve langsung memulai meetingnya, dia ingin segera keluar dari ruangan itu..


*********

__ADS_1


Di Rumah


Alice bermain dengan Vano dan juga pelayan mereka di ruang tengah..


Vano terlihat terus tertawa..


Setelah cukup lama Vano terlihat mengantuk dan mulai rewel,,


Alice pun membopongnya dan membawanya ke kamar..


tidak lama Vano terlelap,,


Alice pun segera membaringkannya di dalam Box dengan sangat hati-hati,,


Ceklek,,


Pintu kamar terbuka, dan terlihat Steve berjalan masuk..


" Vano Udah tidur Yank,, Ucap Steve dengan mengecup pipi Alice


Alice tidak menjawab, dia membalikan badannya dan menatap Steve..


Alice melihat mata Steve merah dan juga bau rokok juga minuman..


Alice langsung menarik tangan Steve saat akan mencium Vano..


" Jangan Cium Vano,, Ucap Alice kesal


" Lo kenapa Yank,, biasanya juga gapapa kan


" Liat wajah kamu,, mata kamu merah, kamu juga bau rokok juga minum..


Kamu habis meeting atau habis dari Club zi Yank..


" Aku habis meeting Yank,,


" Meeting,, tapi mata juga badan kamu bau minuman..


" Aku meeting Yank,, tapi mereka juga ngajak minum tapi aku gag rokok..


" Terus kamu mau,,


" Aku gag enak sama mereka, aku menghormati mereka aja Yank.


" Oke kalo kamu menghormati mereka tapi aku minta jangan sentuh atau cium Vano jika kamu seperti ini


" Maksud kamu Yank,


" Aku gag mau Vano kenapa-kenapa gara-gara kamu seperti ini..


" Tapi aku Papanya..


" Aku Mommy nya, Ucap Alice membopong Vano


" Yank,, Kamu mau kemana Ucap Steve


" Aku sama Vano tidur di kamar sebelah..


Aku gah mau Vano mencium bau kamu yang seperti ini..


" Tapi Yank,,


Alice melepaskan tangan Steve dan terus berjalan keluar..


Steve meNgikutinya namun Alice langsung menutup pintu dan menguncinya..


Steve terus memanggilnya, namun Alice tidak menghiraukannya..


" Yank,, aku minta maaf..


Aku gag akan seperti ini lagi, Ucap Steve


Alice membiarkan Steve dan terus mengetuk pintu dan meminta maaf..


Steve kembali ke dalam kamarnya karena tidak ada respon dari Alice..


Di dalam kamar Steve merutuki dirinya, dia benar-benar menyesal, dia harusnya berpikir kedepan, dan sekarang Alice sangat marah dengannya..


---------------------------


Kesayangan...


Masih pada setia menunggu kelanjutan ceritanya.


Like, Vote juga Komen kalian dong,,


Love you all

__ADS_1


💋💋💋


__ADS_2