
Steve langsung membopong tubuh Alice yang tertidur di pelukannya,
Steve sengaja tidak membangunkannya karena tau Alice pasti masih Syok akibat kejadian tadi..
-
Dipandangnya wajah polos Alice saat tertidur dengan terus menggenggam tangan Alice Steve terus berpikir siapa orang yang berani mengganggu wanitanya,, apa lagi bahkan akan mencelakainya juga anak di dalam Kandungannya..
Tiba-tiba ponselnya berdering, dengan segera Steve berjalan menjauh dan mengangkatnya..
" Halo Jon, Bagaimana
" Oke, kamu bawa mereka ke tempat biasa sebentar lagi saya akan ke sana..
Steve langsung menutup ponselnya dan kembali berjalan mendekati Alice..
" Sayang,, ma'af aku tinggal sebentar,, ucap Steve dengan mengecup kening Alice..
Steve berjalan keluar dan mencari Hendra..
" Hen,, Kalo Alice bertanya saya keluar sebentar dan kamu jaga dia..
" Baik Tuan..
Steve langsung mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi..
Wajahnya merah padam, emosinya memuncak,, dia tidak sabar bertemu dengan pelaku penjambretan Alice..
******
Di tempat lain...
Sebuah gudang besar sepi dari keramaian terdapat dua orang yang sudah babak belur dan terlihat diikat disebuah kursi.
Mereka adalah orang yang telah menjambret Alice..
Jono langsung membungkuk saat Melihat Steve berjalan masuk..
" Dimana mereka,, ucap Steve emosi
" Di dalam Tuan, tapi mereka belum mau bicara siapa yang menyuruh mereka
" Buka pintunya, saya penasaran siapa mereka
Jono pun langsung membuka kunci dan Steve langsung berjalan masuk diikuti Jono di belakangnya..
Steve berjalan mendekat, dia menatap wajah kedua pelaku namun sama sekali dia tidak mengenalinya..
" Siapa kalian dan siapa yang menyuruh kalian,, ucap Steve
" Ciiih,, sombong sekali Anda.. Ucap salah satu dari mereka..
" Maksud kalian apa hah mencelakai istri saya..
" Karena dia tidak pantas bahagia,,
Bug,,,
Satu pukulan mendarat di perut satu pelaku yang terus menganggap remeh Steve sedangkan satu pelakunya terlihat diam, dia terlihat takut..
" Saya tanya sekali lagi,, APA MAKSUD KALIAN HAH,, Ucap Steve emosi
" Ka-kami hanya di suruh Tuan, ucap pelaku dengan terbata sedangkan pelaku satunya memandang sengit..
" SIAPA YANG MENYURUH KALIAN,,
__ADS_1
Lagi-lagi mereka hanya terdiam dan menunduk,,
" Oke kalo kalian tetap diam,,
Jon, bikin mereka mengaku,, ucap Steve
" Baik Tuan..
Saat Jon akan memukulnya tiba-tiba seseorang menghentikannya
" Jon Stop,, ucap Andri yang berjalan masuk
Andri memang sudah mendengar kejadian ini dari Hendra dan dia segera meluncur ke markas..
" Ndri,, apa maksud kamu mereka hampir mencelakai Alice ucap Steve
" Maaf Tuan, kita bisa bicara di luar ucap Andri..
Steve pun langsung berjalan keluar dan diikuti Andri..
" Apa yang akan kamu bicarakan,,
" Maaf Tuan, jika mereka terus di pukul,, bisa saja mereka akan mati dan kita tidak bisa tau siapa yang sudah menyuruh mereka
Steve terdiam,,
Benar saja yang dikatakan Andri, namun dia benar-benar sangat emosi apalagi setelah tau masih ada dalang di belakang mereka..
" Terus apa rencana kamu,,
" Biar semua saya urus Tuan,,
Jon yang sedari tadi berada di dalam pun mendekat..
" Maaf Tuan, Pak Hendra telpon
" Halo Hen, ada apa..
" Maaf Tuan,, Non Alice terus mengigau dan badannya demam ucap Hendra di seberang
Tanpa menjawab Steve langsung memutuskan panggilannya..
" Ndri,, kamu cari tau semua dan kamu Jon jaga mereka jangan sampai mereka lari,, Joni akan temani kamu..
" Baik Tuan
Steve langsung keluar dan melajukannya mobilnya kembali..
Flashback
Hendra berjalan melewati kamar Alice dan tidak sengaja mendengar suara dari dalam..
Karena dia diperintah menjaga Alice dia pun terpaksa masuk ke dalam kamar..
Dilihatnya Alice yang tertidur sambil mengigau dan wajahnya terlihat berkeringat juga memerah,,
Dia pun menyentuh keningnya, dan Ternyata Alice demam tinggi dengan segera dia menyuruh pelayan untuk mengompresnya..
Dia pun mencoba menghubungi Steve namun ternyata ponselnya tertinggal di meja..
Dia pun akhirnya menelpon Jono dan memintanya untuk memberikan ponselnya kepada Tuan mereka..
FlashOn
Steve langsung menuju kamarnya dan melihat Alice yang sedang dikompres oleh pelayan rumah dan Hendra terlihat berdiri di sana..
__ADS_1
" Gimana keadaan Alice..
" Masih demam Tuan,,
Steve pun langsung mendekat, Hendra dan pelayan pun langsung berjalan keluar..
Steve memegang kening Alice masih demam dia pun kembali mengompresnya..
Alice membuka matanya,,
" Yang,, kepala ku pusing ucap Alice lemas
" Kita ke Rumah Sakit ya..
Alice menggeleng,,
" Gag,, aku cuma mau kamu temani aku,,
Steve pun langsung membuka jasnya dan berbaring disebelah Alice dan langsung memeluknya..
" Aku akan temani kamu,, kamu istirahat
Alice pun kembali terpejam dalam pelukan Steve..
Steve mengusap kelapa Alice dan terus mengecupnya..
Setelah cukup lama, Steve pun turun dan berjalan menuju kamar mandi..
Dia membersihkan badannya dan mengganti bajunya dan kembali berjalan mendekati Alice..
Disentuhnya Kening Alice yang sudah tidak demam..
Steve pun bisa bernapas lega, dia benar-benar khawatir dengan kondisi Alice juga anak mereka..
Steve berjalan menuju balkon dan terlihat menelpon disana..
" Halo Jon,,
" Kalian jaga mereka, saya tidak bisa kembali ke sana Alice demam..
" Apa Andri masih di sana..
" Oke baiknya,,
Steve menutup ponselnya dan masih terus berdiri di sana..
Pikirannya Sangat kacau, sebenarnya dia menebak semua ini ulah Tania tapi dia pun tidak ada bukti untuk menjebloskan Tania ke penjara,,
Dia pun terus berpikir bagaimana caranya untuk mendapatkan bukti kejahatan Tania sedangkan mereka (pelaku) belum mau membuka mulut mereka dan menceritakan siapa yang menyuruhnya..
Steve terlihat memijat keningnya,,
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hai,, Readers Kesayangan..
Maaf Author baru Up,, kemarin agak kurang fit,,
Tapi kalian tenang saja,, author bakal Up tiap hari lagi..
Kasih semangat author dong,, dengan like kalian,, Vote kalian, juga komen-komen kalian,,, 🤗🤗🤗
Kalian juga bisa gabung di grup ya..
Kita bisa sharing di sana..
__ADS_1
Love you all
💋💋💋💋