
Vano langsung membopong Cila masuk ke dalam Rumah Sakit, dia sangat khawatir dengan keadaan Cila..
" Dokter,, Dokter,, teriak Vano,,
" Nona Cila kenapa Tuan,, Ucap salah seorang Dokter
" Dia Pingsan,, cepat periksa dia..
" Baik Tuan,,
Silahkan Anda tunggu di luar..
Vano berdiri di depan pintu dengan mengacak rambutnya frustasi..
Sedangkan Dokter langsung memeriksa keadaan Cila di dalam ruangan..
Rumah Sakit BHIMA adalah Rumah Sakit milik keluarga Vernandes,,
" Ka,, bagaimana Cila.. Ucap Alice
" Masih di periksa Mom,,
" Kamu sabar Ya Ka..
" Iya Pa,, Bagaimana dengan wanita itu Pa..
" Dia meninggal.. Kamu gak perlu memikirkan nya lagi..
" Oya Pa,, Kaka masih bingung sebenarnya siapa dia Pa..
" Apa kamu ingin tau semuanya Ka..
Vano mengangguk karena dia memang sangat penasaran siapa wanita itu..
Akhirnya Vano mengikuti Steve yang duduk di kursi tunggu..
" Dia adalah mantan Pacar Papa, namun dia meninggalkan Papa tanpa kabar,, terus Papa bertemu dengan Mommy kamu karena sebuah kecelakaan, Papa menabrak Mommy kamu, dan Papa membawa Mommy ke rumah untuk mengobatinya,, karena kita terus tinggal serumah akhirnya Papa menyukai Mommy dan melupakan Thania, kita menikah namun Thania kembali bersama dengan adiknya bernama Aldi,
__ADS_1
Thania terus akan mencelakai Mommy sampai akhirnya Papa berhasil memenjarakannya..
Aldi ternyata menyukai Mommy karena mereka satu kampus, Aldi sempat menculik Mommy saat mengandung kamu dan mereka mengalami kecelakaan saat Mobil..
Aldi meninggal saat itu, Mommy mengalami Koma dan harus di Operasi sesar untuk menyelamatkan kamu..
Setelah Mommy sadar, malah giliran kamu yang Koma.. Cukup lama kamu koma saat bayi Nak..
Dan sampai akhirnya sebuah keajaiban datang, kamu sembuh dan bisa di kami bawa pulang..
Vano mendengar semua cerita Steve, dia tidak menyangka jika perjuangan mereka ternyata sangat berat..
Sedangkan Alice terlihat menangis mengingat kembali kejadian dulu ..
" Makasih Pa,, Mom, kalian sudah menjaga Kaka dari kecil.. Ucap Vano dengan meneteskan air matanya..
Steve memeluk Vano, anak laki-lakinya yang dulu sempat akan meninggal kini sudah dewasa..
" Kamu gak perlu berterima Nak,, itu sudah Tugas kami melindungi kamu..
" Mommy,, Makasih Mom,, Maafin Kaka yang belum menjadi anak baik buat Mommy..
Ceklek,,
Pintu terbuka, Dokter keluar..
" Maaf Tuan, Nyonya.. Nona Cila sudah sadar..
Vano melepaskan pelukannya dan mengusap air matanya dan langsung masuk ke dalam..
" Terimakasih Dok,, Ucap Alice..
" Sama-sama Nyonya..
Steve dan Alice masuk ke dalam mengikut Vano..
" Sayang,, Bagaimana keadaan kamu Ucap Vano menggenggam tangan Cila
__ADS_1
Cila kembali mengingat kejadian tadi, dia pun kembali menangis..
" Aku takut Van,, aku Takut,,
" Sayang,, kamu sudah aman,, kamu tenang ya..
" Kamu jangan tinggalin aku,, aku takut,,
Cila histeris dan terus menangis..
" Aku gak akan ninggalin kamu Oke,, aku bakal temani kamu..
Cila mengangguk dan menatap Alice yang menangis..
" Mommy,,
Alice langsung mendekat dan mengusap kepala Cila..
" Sayang,, kamu tenang ya.. Semua sudah selesai.. Kamu sudah aman..
Cila mengangguk,
Alice mengecup kening Cila..
" Kamu istirahat ya..
Mommy sama Papa tunggu di luar...
Alice dan Steve berjalan keluar, Sedangkan Vano terus menemani Cila di dalam kamar..
" Kamu minum ya,, Ucap Vano
Vano mengambil gelas berisi air dan membantu Cila untuk meminumnya..
" Van,, bagaimana keadaannya..
" Sstt,, kamu gak usah mikirin macem-macem ya.. Kamu istirahat Oke..
__ADS_1
Cila memandang wajah Vano, dia tidak terpikir jika dia akan selamat dan bisa berkumpul dengan mereka..