
Cila langsung memegang perutnya saat merasakan sakit di sana,,
Kandungan Cila memang sudah berusia hampir 9 bulan dan hanya tinggal menunggu tanggal nya saja untuk melahirkan..
" Aw.. Rintih Cila sambil terus memegang perutnya..
" Mas,, Mas Vano,, Aw... Panggil Cila
Vano yang baru keluar kamar mandi pun langsung berlari menghampirinya..
" Astaga sayang,, Kamu kenapa..
" Mas,, Perut aku sakit,,,
" Sayang tapi ini belum waktunya..
" Aw.. Sakit Mas...
" Kita Ke Rumah Sakit sekarang..
Vano menyambar kaos dan langsung memakainya, dia menggendong tubuh Cila yang masih terus merintih kesakitan..
" Sabar sayang,, sebentar lagi kita sampai
-
Setelah sampai di Rumah Sakit,
Vano langsung memanggil Dokter untuk memeriksa Cila..
" Dokter apa istri Saya akan melahirkan. . Ucap Vano panik..
" Istri juga anak Anda baik baik saja Tuan, ini hanya Kontraksi palsu karena usia kandungan istri Anda sudah mendekati persalinan..
" Maksud Dokter..
" Ini akan terus terjadi, namun nanti akan hilang sendiri jadi kalian tidak perlu khawatir..
" Baik Dok, Terimakasih..
" Sama sama Tuan,, Kalo begitu Saya permisi..
Vano mengangguk dan memandang Cila yang masih berbaring di atas ranjang..
" Sayang,, Ucap Vano sambil menggenggam tangan Cila
Cila hanya tersenyum memandang wajah suaminya..
" Apa masih sakit,,
" Tidak Mas,, Kita pulang yuk..
" Tapi Yank,,
" Aku laper Mas,, Pengin makan Soto
" Soto,,
Cila mengangguk dan tersenyum..
Vano pun membantu Cila bangun, mereka keluar Rumah Sakit dengan Vano yang terus membantu Cila berjalan..
-
" Yank,, di mana kita cari Soto nya.. Ucap Vano sambil menyetir
" Terserah Mas, Yang penting Soto.. Ucap Cila sambil mengusap perutnya..
Vano terus menelusuri jalanan mencari penjual soto, dan banyak yang yang belum buka karena memang masih pagi..
__ADS_1
" Sayang,, Makan lainnya aja ya.. Jam segini belum pada buka
" Tapi aku pengin soto Mas..
Vano hanya bisa menghela napasnya, dia pun kembali pasrah dan terus mencari penjual soto..
Sudah sekitar 1jam lebih, namun mereka masih belum menemukannya..
Saat Vano sudah akan menyerah tiba-tiba fia melihat sebuah gerobak yang menjual soto di seberang jalan..
" Sayang,, Itu soto Ucap Vano tersenyum
Mereka pun turun dari mobil dan berjalan menuju gerobak,,
" Pa,, soto nya dua ya.. ucap Vano
" Silahkan Aden, Neng,,
Vano kembali membantu Cila duduk sambil menunggunya..
" Silahkan,, ucap pedagang dengan meletakan dua porsi soto di atas meja
" Terima kasih Pa.. Ucap Cila tersenyum
Cila terlihat sangat menikmatinya,
Vano hanya tersenyum menatap istrinya yang begitu lahap..
" Gimana apa mau nambah Yank,, Ucap Vano saat melihat mangkuknya sudah bersih
" Engga deh Mas,, kenyang banget..
" Ya Udah kita pulang ya,,
" Yuk,,
Cila memeluk lengan Vano dan berjalan untuk membayarnya..
" Harus dong Pa..
" Bener Aden harus begitu sama istri apa lagi sedang hamil besar..
" Iya Pa terimakasih..
Cila tersenyum dan mereka kembali berjalan menuju mobilnya..
******
Dalam perjalanan Cila terdiam, dia merasa sangat mengantuk..
Semenjak kehamilannya dia memang sangat mudah tertidur..
Tidak lama Cila pun tertidur,
Vano menoleh dan tersenyum melihat istrinya yang ternyata malah sudah tertidur pulas..
Dia menghentikan mobilnya dan membenarkan jok mobilnya agar Cila bisa lebih nyaman tidurnya..
Vano mengusap rambut Cila dan mengecup keningnya..
Dia pun kembali melajukan mobilnya..
-
Vano menatap wajah cantik istrinya yang masih tertidur, dan sekarang sudah berada di dalam kamarnya..
Setelah puas,
Vano berjalan menuju ruang kerjanya dan membuka leptopnya..
__ADS_1
Dia pun mulai bekerja di Rumah karena tidak mungkin dia meninggalkan Cila..
-
Cila membuka matanya dan menatap sekeliling..
" Ah,, ternyata aku tertidur.. Dimana Mas Vano ya.. Apa dia sudah ke kantor.. guman Cila
Dia pun beranjak bangun,
Namun pandangan menuju ruang kerja Vano ..
Cila berjalan masuk dan tersenyum saat melihat ternyata suaminya belum ke kantor..
" Mas,, Ucap Cila dengan berdiri di samping Vano
" Sayang,, kenapa bangun hem..
" Kamu ngapain,, Gak ke kantor
" Engga sayang,, Mas hari ini temani kamu di rumah ya,, Sini.. Ucap Vano dengan menepuk kakinya
Cila yang mengerti langsung duduk di pangkuan Vano,
Tangan Vano mengusap perut Cila yang sudah besar, tiba tiba dia merasakan sebuah tendangan dari dalam sana..
" Astaga Yank,, Anak kita..
" Iya,, Dia tau kalo itu Papanya..
Vano pun terus mengusapnya dan sebuah tendangan terus di rasakanya..
Dia benar-benar merasa sangat bahagia..
Cila mengusap rambut Vano dan mengalungkan kedua tangannya di leher Suaminya..
Vano menghentikan tangannya dan menatap wajah Cila yang begitu dekat dengan Wajahnya..
Vano mendekatkan wajahnya dan mengecup bibir Cila dan kembali **********..
Cila memejamkan matanya dan membalas ciuman suaminya..
Semula mereka hanya berciuman namun kini mereka sudah berada diatas ranjang dengan sudah tidak menggunakan pakaiannya masing masing..
Vano melakukannya dengan sangat hati hati, dia takut akan membuat Cila atau anaknya sakit..
Namun sepertinya Cila sangat menikmatinya, bahkan semenjak kehamilannya Cila semakin agresif..
Vano mengecup kening Cila dan menariknya ke dalam dekapannya..
" Maafin Mas ya,, perut kamu gak sakit kan Yank,,
Cila hanya menggeleng dan memeluk tubuh suaminya,,
Dia sangat nyaman memeluk tubuh Vano dan mencium bau tubuh Vano yang selalu membuatnya ketagihan..
Akhirnya mereka kembali tertidur dengan masih belum menggunakan pakaiannya setelah merasakan kelelahan akibat olah raga mereka..
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Selamat Malam semua..
Persiapan untuk Kembali Up atau mudah mudahan bisa Crazy Up besok.. 😁😁
Terus kasih semangat untuk Vote nya dong..
Like juga Komen kalian..
Love you all
__ADS_1
😘😘😘