Istri Kecilku

Istri Kecilku
Part 131 Kesepakatan dan Bertemu


__ADS_3

Steve kembali masuk ke dalam kamarnya dan melihat Alice yang sedang meletakan secangkir teh hangat untuknya..


Steve berjalan mendekat dan langsung memeluknya dari belakang..


Alice yang mendapat pelukan secara mendadak pun menjadi kaget..


" Astaga Yank,, kamu tuh bikin kaget tau gag


" Maaf,, habisnya aku kangen sama kamu Yank,,


" Kamu habis dari mana coba, tadi katanya mau mandi tapi ternyata malah dari luar


" Aku habis dari ruang kerja Yank,


" Oo,, Ya udah kamu minum dulu nanti dingin tehnya gag enak..


Steve melepaskan pelukannya dan duduk disisi ranjang dengan mengambil teh dan meminumnya..


Alice pun duduk di samping dengan masih memikirkan kejadian tadi siang..


Steve melirik dan melihat Alice melamun langsung mengajaknya ngobrol agar dia bisa melupakan kejadian siang..


" Yank,, Vano bilang kamu ngajari dia belajat tadi


" Em,, Ya,, dia ada yang gag tau jadi aku ajari deh


" Tapi,, kata Vano penjelasan kamu lebih mudah dipahami dari pada guru disekolahnya..


" Masa Vano bilang gitu,, paling juga kamu sendiri yang bilang


" Astaga sayang,, buat apa coba aku bohong sama kamu..


Alice hanya mengangkat bahunya..


" Oya,, gimana kabar Ade,, apa hari ini dia rewel Ucap Steve mengusap perut Alice


" Ade hari ini sangat baik, dan gag rewel sama sekali..


Steve tersenyum,


Dia pun membungkuk dan mengecup perut Alice..


" Anak Papa pinter ya, gag nakal sama Mommy,, sehat-sehat di perut Mommy ya sayang,, Papa selalu menunggu Ade..


Alice tersenyum melihat suaminya yang memang selalu mengajak anak di dalam perutnya bicara, dia pun selalu begitu saat Alice mengandung Vano dulu..


*****


Di tempat lain,,


Hendra berjalan menyusuri sebuah lorong Rumah Sakit untuk mencari ruangan dimana Tasya anak dari Papan dan Bibi Alice di rawat sesuai dengan perintah Steve..


Langkahnya terhenti saat melihat dua orang yang sedang duduk di ruang tunggu..


Dia pun segera mendekat..

__ADS_1


" Permisi,, Apa Anda Tuan Herman Paman Nyonya Alicia Ucap Hendra


Paman dan Bibi saling pandang,


" Iya benar Saya Herman paman Alicia,,


Maaf anda siapa


" Saya Hendra,,


Asisten Tuan Steve suami Nyonya Alice


" Maaf Ada perlu apa ya,, Ucap bibi


" Apa kita bicara sebentar..


" Bisa,,


" Kita bicara di sana,, Ucap Hendra menujuk sebuah kursi tunggu yang kosong


Mereka pun mengikuti Hendra..


" Apa ada sesuatu dengan Alicia,, Ucap Bibi


" Nyonya baik-baik saja..


Saya hanya akan memberikan ini untuk kalian


Ucap Hendra dengan memberikan sebuah Cek..


" Apa ini Tuan,, Ucap Paman


" Syarat,, apa itu Tuan


" Setelah kalian mendapatkan uang tersebut, kalian tidak akan lagi menemui Nyonya Alice atau mengganggunya..


" Tapi dia adalah keponakan saya, Ayahnya adik saya Ucap Paman


" Terserah kalian,, Ucap Hendra dengan berdiri dan membawa kembali ceknya


" Tunggu,,


Baiklah,, saya tidak akan menemui Alice Ucap Bibi


Hendra membalikan badannya dan berjalan mendekat..


" Saya minta kalian menepati janji kalian


Hendra langsung berjalan pergi setelah memberikan Cek nya..


-


Bibi terus tersenyum menatap Cek yang ada ditangannya..


Sebuah Cek dengan nominal yang sangat besar, bahkan dia tidak menyangkan akan segampang itu mendapatkan uang dari Alice..

__ADS_1


Mungkin jika tidak ada pengobatan Tasya, uang itu bisa di pakainya untuk liburan juga membeli apa pun yang dia mau..


Berbeda dengan Paman,


Dia terlihat sedik, wajahnya sama sekali tidak merasa senang..


" Pa,, uang ini sangat banyak,,


Ternyata benar suami Alice sangat kaya


" Papa,, Ucap bibi saat tidak mendapat jawaban dari Paman Hendra


" Kenapa Ma,,


" Papa kenapa melamun,, harusnya Papa bahagia ternyata mudah mendapatkan uang sebanyak ini


" Ma,, apa kita gag keterlaluan


" Maksud Papa


" Kita selama ini sama sekali tidak peduli dengan Alice, tapi setelah kita mengalami seperti ini,, kita baru mencarinya


" Papa ini ngomong apa,,


Biarin lah Pa,, uang segini juga gag bakal berarti untuk mereka..


" Tapi Ma,,


Alice keponakan Papa, keponakan Mama juga


" Papa,, sejak kapan papa mengakui Alice keponakan.. Kemana Papa selama ini hem,,


Apa Papa mencari atau peduli dengannya..


Ucap Bibi dan langsung pergi meninggalkan Paman yang masih tertunduk..


Paman HeRman merasa salah dengan Ayah juga Ibu Alice yang sudah meninggal..


Seharusnya mereka peduli juga memperhatikan Alice bukan malah membuangnya,, dan sekarang mereka dengan segampangnya meminta uang kepadanya..


" Paman, macam apa aku ini,,


Seharusnya aku melindunginya bukan malah membuangnya " gumam Paman Herman


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Up Lagi,,


Terus kalian,, ??


Kencengin juga dong Votenya.. 😍😍


Semangat kumpulin Poin,,


Like, Komen kalian yang seru-seru mana nie..

__ADS_1


Love you all


encha


__ADS_2