
Cila membuka matanya, mengedarkan pandangannya saat tidak melihat Vano di sampingnya..
Dia pun beranjak duduk, menutupi tubuhnya dengan selimut dan berjalan masuk kamar mandi..
Vano yang memang tidak tertidur, dia membiarkan Cila dan keluar kamar untuk mengambil leptop juga air minum..
Vano kembali dengan membawa leptop juga segelas air putih, dia menatap ranjangnya yang sudah kosong namun terdengar suara air dari dalam kamar mandi..
Dia pun berjalan menuju sofa dan membuka leptopnya..
Matanya kembali menatap email email masuk dari berbagai Klien yang mengajaknya bekerja sama..
Cila keluar dengan sudah memakai kaos polos juga celana jeans diatas lutut berjalan dengan mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil..
Vano menoleh dan tersenyum saat melihat Cika duduk di meja rias..
" Sudah bangun Yank,, Ucap Vano
" Hem,, kamu gak tidur tadi Mas..
" Engga bisa tidur Yank,,
Cila pun berjalan menghampiri dan duduk di sampingnya..
" Kamu ngapain Mas..
" Cuma cek email masuk aja, ada beberapa Perusahaan yang mengajak kerja sama..
Cila hanya manggut-manggut mendengarnya dia tidak begitu tau masalah Perusahaan yang dia tau hanya lah desain juga Butiknya..
************
__ADS_1
Keesokan Harinya..
Sudah menjadi rutinitas Vano sekarang, dia akan selalu mengantarkan Cila ke Butik sebelum dirinya ke Kantor..
" Sayang,, Nanti siang Mas jemput ya..
" Lah kenapa Mas..
" Kita makan siang bareng ya,, Mas mau ajak kamu makan di suatu tempat dan pasti kamu akan senang..
" Dimana Mas..
" Kejutan,, kamu tunggu aja Ya..
Sekitar jam 11an Mas Jemput kamu..
" Baiklah,, aku masuk dulu ya..
" Iya Istriku..
Cila turun dari mobil setelah Vano mengecup keningnya..
" Daah sayang,, Hati-hati.. Ucap Cila
Vano tersenyum dan kembali melajukan mobilnya..
Cila berjalan masuk ke dalam Butik, Namun baru berapa langkah tiba-tiba seseorang memanggilnya..
" Cila Tunggu,,
Cila membalikan tubuhnya, dan memutarkan bola matanya saat melihat Melinda lah yang memanggilnya..
__ADS_1
Melinda memang sudah mencari tau siapa Cila, dan dia mendapatkan info jika Cila mempunyai Butik..
Melinda sengaja menunggunya dari Pagi di sana karena dia tau jika Cila setiap hari berada di Butik..
" Ada perlu apa kamu ke sini,, Ucap Cila masuk ke dalam Butik..
Melinda pun berjalan membuntutinya masuk..
" Cila,, kamu tau kan hubunganku dengan Kivano, dan dulu kita pisah karena ada masalah dan saat itu kita masih saling mencintai..
" Iya aku tau semua, Mas Vano sudah menceritakan semua tentang kamu..
" Aku masih sangat mencintai Kivano, Dan aku yakin dia juga pasti masih mencintaiku..
" Dari mana kamu tau Mas Vano masih mencintai kamu,,
" Dia masih pergi ke tempat-tempat dimana dulu kita sering kunjungi..
" Nona Melinda,, Itu adalah masa lalu kalian dan yang terpenting sekarang Saya istrinya..
" Makanya saya ke sini untuk meminta kamu tolong jauhi Kivano Cila,, aku ingin kembali Bersamanya..
" Maaf Nona Melinda,, kalo cuma itu yang ingin anda katakan,, Maaf sepertinya anda salah orang dan seharusnya saya lah yang berbicara seperti itu kepada anda...
" Cila kamu gak usah munafik,, kamu sengaja dekati Vano karena mengincar hartanya saja kan.. Aku bakal kasih semua yang kamu mau asal kamu mau meninggalkan Kivano
" Apa masih ada yang mau anda bicarakan dengan saya Nona, Jika tidak silahkan keluar karena saya sangat sibuk..
Melinda langsung keluar dengan terlihat sangat kesal, dia pun menutupi pintu ruangan dengan keras..
Cila menggelengkan kepalanya,
__ADS_1
Dia pun kembali mengecek laporan yang sudah ada di atas mejanya..